Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Jari Remuk Terjepit Mesin Molen, Pekerja Proyek KDMP Bingung Biaya Berobat

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 53
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Gambar ilustrasi tentang kecelakaan kerja.

Sinergia | Magetan – Upaya menambah penghasilan menjelang Lebaran berakhir tragis bagi seorang pekerja proyek di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan. Suratni (39) mengalami kecelakaan kerja setelah jarinya remuk terjepit mesin molen pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Insiden terjadi ketika Suratni sedang mengoperasikan alat pengaduk semen dalam proyek pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tanpa disadari, tangannya masuk ke bagian mesin yang sedang berputar, membuat tulang jari korban hancur.

Korban langsung dilarikan ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi jarinya disebut mengalami kerusakan parah akibat tekanan mekanis dari mesin.

Dalam keterangannya di rumah sakit, Kamis (19/2/2026), Suratni mengungkapkan bahwa ia bekerja di proyek itu baru dua hari. Ia mengambil pekerjaan tersebut demi menambah pemasukan untuk kebutuhan orang tuanya serta persiapan Lebaran.

“Saya cuma ingin cari tambahan uang. Waktu mengoperasikan molen, tangan saya tiba-tiba terjepit. Mungkin karena saya kurang waspada,” tuturnya.

Sebagai buruh serabutan, Suratni mengaku mengambil pekerjaan apa pun yang tersedia. Ia juga mengaku tidak mengetahui siapa yang akan menanggung biaya perawatannya.

“Tidak punya sawah, jadi apa saja saya kerjakan. Untuk biaya rumah sakit, saya juga belum tahu bagaimana nanti,” katanya.

Terkait perlengkapan keselamatan kerja, korban menyebut hanya mengenakan sepatu. Ia tidak memakai sarung tangan, helm, maupun rompi keselamatan karena mengira tahap pekerjaan yang dijalaninya belum memerlukan perlindungan lengkap.

“Yang saya pakai cuma sepatu. Sarung tangan atau helm belum, karena masih tahap pondasi,” ujarnya.

Kini Suratni hanya berharap kondisinya segera membaik, meski harus menerima kenyataan bahwa satu jari yang selama ini ia andalkan tidak dapat kembali normal. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pekerja informal memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja, terlebih saat beroperasi dengan mesin berat tanpa perlengkapan keselamatan memadai.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Kris/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    Bulog Ponorogo Serap 2.000 Ton Gabah Petani, Harga Rp. 6.500 per Kg

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Ponorogo menyerap sekitar 2.000 ton padi dari petani pada awal tahun ini. Padi tersebut berasal dari sejumlah wilayah, yakni Ponorogo, Magetan, dan Pacitan. Kepala Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto menjelaskan hasil serapan tersebut telah masuk ke gudang Bulog. Meskipun saat ini jumlah penyerapan mulai berkurang […]

    Bagikan
  • Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    Tingkatkan Produksi Padi, Pemkab Madiun Minta Bantuan Alsintan ke Pemerintah Pusat

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menargetkan panen raya padi bulan April ini mencapai luas 15 ribu hektar. Kegiatan panen raya digelar di area persawahan Desa Banjarsari, Kecamatan Madiun, Senin (07/04/2025), dan dihadiri langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama jajaran Forkopimda. Hari Wuryanto mengatakan, panen kali ini menunjukkan hasil memuaskan. Meski masih […]

    Bagikan
  • Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    Pasar Murah di Selosari, Warga Antusias Dapatkan Sembako Harga Terjangkau

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Ratusan warga memadati Rumah Promosi Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (05/10/2025), untuk berbelanja kebutuhan pokok dalam pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini sangat ditunggu masyarakat, terutama di tengah naiknya harga sejumlah bahan pangan di pasaran. Salah satu warga, Erna, mengaku senang bisa mendapatkan […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Kantor Dinas PUPR, Juga Sempat Datangi DPRD Ponorogo

    KPK Geledah Kantor Dinas PUPR, Juga Sempat Datangi DPRD Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan rangkaian penyidikan kasus dugaan suap jual beli jabatan dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, tim penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ponorogo. Berdasarkan pantauan lapangan, sejumlah penyidik KPK memeriksa beberapa ruangan di […]

    Bagikan
  • Breaking News ! Remaja 19 Tahun di Kota Madiun Tewas dengan Luka Tusuk

    Breaking News ! Remaja 19 Tahun di Kota Madiun Tewas dengan Luka Tusuk

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kabar menggemparkan mengawali tahun 2026 di Kota Madiun, Jawa Timur. Seorang remaja berusia 19 tahun tewas diduga menjadi korban pembunuhan. Tim Polres Madiun Kota dan Polsek Taman telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Jolo Rante Kelurahan Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun pada Kamis (01/01/2026). Termasuk memeriksa sejumlah […]

    Bagikan
  • Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    Harga Pupuk Subsidi Turun, Tapi di Magetan Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sejumlah petani di Kabupaten Magetan masih mengeluhkan dengan harga pupuk bersubsidi yang dinilai belum turun. Padahal pemerintah pusat telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menanggapi hal itu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan memberikan penjelasan. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas TPHP Magetan, Edy Utomo, mengatakan […]

    Bagikan
expand_less