Jelang Lebaran 2026, Plt Wali Kota dan Forkopimda Cek Bahan Pokok dan Fasilitas Umum
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Menjelang momentum Hari Raya IdulFitri 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun melakukan peninjauan di sejumlah fasilitas umum pada Jum’at (13/3/2026). Rombongan Forkopimda meninjau gudang Perum Bulog Kantor Cabang Madiun yang berada di Kelurahan Nambangan Lor Kecamatan Manguharjo. Saat ini, stok beras yang tersimpan mencapai angka 8.800 ton.

Tren kenaikan permintaan beras SPHP mulai terlihat sejak November lalu. Untuk wilayah Madiun Raya (Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi), Bulog menyalurkan sekitar 200 ton beras SPHP setiap harinya. Khusus untuk wilayah Kota Madiun saja, penyerapan berkisar antara 70 hingga 100 ton per hari.
Selain beras, stok minyak goreng juga dipastikan aman dengan ketersediaan saat ini sekitar 200.000 liter. Dalam waktu dekat, Bulog akan menerima tambahan suplai sebanyak 12.000 karton atau setara 150.000 liter dari pabrik untuk memperkuat ketahanan stok di pasar.
Dengan ketersediaan stok tersebut, Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik buying.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Belanja seperlunya saja sesuai kebutuhan rumah tangga. Kalau habis bisa membeli lagi di pasar,” ujar Agung Sarianto, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Madiun.

Peninjauan pun berlanjut di Pasar Besar Madiun (PBM) di Jalan Panglima Sudirman. Plt Wali Kota Madiun pun menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah pedagang pasar. Pengecekan di pasar tradisional ini guna memastikan bahan pokok tetap terjaga dari segi pasokan hingga harga. Bahan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng hingga gula terpantau masih stabil. Hanya komoditi cabai rawit yang harganya masih tinggi.
“Ini kita memastikan untuk bahan kebutuhan pokok di pasar tetap aman. Baik itu pasokan maupun harganya. Memang cabai rawit yang masih tinggi. Tetapi untuk yang lainnya masih aman dan stabil,” jelas F. Bagus Panuntun.
Sementara itu, untuk harga daging sapi pun cenderung stabil di angka Rp. 86.000 hingga Rp. 120.000 per kilogram, tergantung kualitas dagingnya. Untuk harga daging ayam masih berada di kisaran Rp. 38.000 per kilogram.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik untuk kebutuhan stok pangan. Belilah sesuai kebutuhan. Jangan berlebihan,” imbuh Plt. Wali Kota.

Kunjungan Forkopimda Kota Madiun pun berlanjut di Stasiun Madiun. Menjelang IdulFitri nanti, moda transportasi kereta api ini akan disibukan dengan lalu lalang para pemudik. Terhitung sejak 11 Maret hingga 1 April mendatang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melaksanakan Operasi Angkutan Lebaran 2026.
Plt Wali Kota pun melakukan pengecekan sejumlah sarana prasarana Stasiun Madiun untuk memfasilitasi para penumpang. Dalam masa Angkutan Lebaran 2026, Daop 7 Madiun menyiapkan 355 personel pengamanan yang terdiri dari internal KAI serta kolaborasi dengan TNI dan Polri dan stakeholder terkait.
Pelayanan kepada penumpang juga ditingkatkan melalui sejumlah layanan tambahan di stasiun. Di antaranya adalah kehadiran petugas Customer Service Mobile yang proaktif memberikan informasi kepada penumpang serta petugas CS Parkir yang membantu mengatur arus kendaraan di area stasiun.

Pelayanan publik lain yang tidak kalah penting yakni pelayanan kesehatan. Plt Wali Kota bersama Forkopimda pun meninjau kesiapan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Madiun. Kesiapsiagaan tenaga kesehatan di IGD sangat penting lantaran banyak fasilitas kesehatan (Faskes) yang tutup saat libur lebaran.
RSUD Kota Madiun memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal. Meski memasuki masa cuti bersama, Instalasi Gawat Darurat (IGD) dipastikan tetap bersiaga penuh selama 24 jam untuk melayani kondisi darurat maupun rujukan.
“Nanti tim jaganya kita tambah. Kita siapkan dua tim jaga dengan total kurang lebih 10 perawat; 8 personel standby di rumah sakit dan 2 lainnya standby di rumah sebagai tim backup,” ujar dr. Muhammad Nur, Direktur RSUD Kota Madiun.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan skenario penambahan tempat tidur (bed) untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) atau lonjakan pasien akibat kecelakaan lalu lintas. “Kita siapkan bed di semua unit, termasuk unit bedah, untuk mengantisipasi kebutuhan yang mendesak. Insyaallah tidak ada masalah terkait kapasitas,” tambahnya.
Berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya, dr. Muhammad Nur memprediksi akan terjadi peningkatan kunjungan pasien sekitar 25% hingga 35%. Menariknya, lonjakan ini biasanya bukan disebabkan oleh kasus kegawatdaruratan medis yang berat, melainkan karena banyaknya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas yang tutup selama libur Lebaran.
“Kota Madiun ini banyak rumah sakit. Nanti akan dikomunikasikan oleh Dinas Kesehatan untuk penanganan kesehatan selama libur lebaran,” jelas F. Bagus Panuntun usai meninjau IGD RSUD Kota Madiun.

Libur lebaran nantinya juga dipastikan akan meningkatkan mobilitas kendaraan. Hal itu tentu bakal berdampak pada konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang akan meningkat. Untuk itu, Forkopimda Kota Madiun juga meninjau PT Pertamina Patra Niaga TBBM Madiun. Dalam pengecekan ini dipastikan stok BBM di wilayah Madiun dan sekitarnya tercukupi.
Hal itu ditegaskan oleh Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga Madiun, Kadek Dwi Ariyanto mengatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi BBM dengan menambah pasokan sekitar 30 persen sejak beberapa waktu terakhir.
Secara keseluruhan, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi BBM pada periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut terdiri dari peningkatan produk gasoline sekitar 10 persen serta gasoil sekitar 6 persen.
Sementara itu, stok BBM di Fuel Terminal Madiun rata-rata dijaga pada kisaran 7.500 kiloliter per hari. Pasokan tersebut terus diperbarui secara berkala melalui suplai dari terminal lain seperti wilayah Rewulu dan Surabaya. “Stok kami bergerak setiap hari. Rata-rata kami pertahankan di angka sekitar 7.500 kiloliter dengan throughput sekitar 2.600 kiloliter per hari, sehingga kondisi pasokan masih sangat aman,” jelas Kadek.
Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun mengapresiasi sejumlah persiapan fasilitas publik menjelang moment libur lebran. Pihaknya pun meminta masyarakat untuk tidak panik terhadap informasi-informasi soal kelangkaan BBM di media sosial. Pihaknya telah memastikan untuk stok BBM terus dijaga.
“Informasi yang tidak benar dari media sosial itu bisa memicu kepanikan masyarakat. Pastinya pemerintah telah menghimbau untuk masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Diharapkan dengan peninjauan ini seluruh fasilitas umum dan kesehatan di wilayah Kota Madiun telah siap menyambut momentum libur lebaran. Mobilitas masyarakat pun diprediksi akan meningkat signifikan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez







