
Sinergia | Magetan – Sepanjang tahun 2025, Telaga Sarangan menjadi sorotan setelah beberapa perselisihan antara pengunjung dan pedagang viral di media sosial. Salah satu kasus yang paling ramai terjadi ketika wisatawan bersitegang dengan pedagang terkait pembelian makanan dari pedagang keliling namun disantap di area warung permanen. Situasi serupa dilaporkan terjadi beberapa kali dan menimbulkan perdebatan mengenai aturan berjualan, kenyamanan pengunjung, serta tata kelola area wisata.
Akar persoalan umumnya berputar pada penggunaan area duduk yang dianggap sebagai bagian dari warung. Sementara wisatawan merasa bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan secara bebas. Meski tidak menimbulkan gangguan keamanan, rangkaian insiden ini cukup berdampak pada citra dan kenyamanan di Telaga Sarangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Magetan memastikan telah melakukan berbagai langkah pencegahan menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pejabat Fungsional Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Magetan, Didik Kurniawan menilai bahwa dinamika tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.
“Benar, beberapa perselisihan antara pedagang dan wisatawan memang terjadi tahun ini dan sempat viral. Kami menyayangkan kejadian-kejadian tersebut dan berharap tidak terulang kembali,” ujar Didik.
Ia menekankan pentingnya menjaga reputasi Telaga Sarangan sebagai ikon wisata Magetan. “Kita semua harus ikut menjaga nama baik Telaga Sarangan. Manfaat dari pariwisata di sini sudah dirasakan banyak pihak, dan kami ingin itu tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Untuk mencegah kasus serupa, Disbudpar telah melakukan pembinaan langsung kepada pedagang serta menjalin komunikasi intensif dengan paguyuban yang menaungi mereka.
“Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, kami melakukan pendekatan secara emosional kepada para pedagang dan paguyuban, agar mereka lebih mengedepankan pelayanan yang baik dan mematuhi aturan,” tambah Didik.
Selain pembinaan, koordinasi dengan Satpol PP juga diperkuat untuk memastikan ketertiban dan kepatuhan terhadap aturan zonasi dan retribusi. “Kami juga berkoordinasi dengan Satpol PP supaya penataan pedagang lebih tertib dan sesuai ketentuan,” katanya.
Pemerintah daerah turut menyiapkan fasilitas umum tambahan di sekitar telaga untuk mengurangi potensi gesekan antara pedagang dan wisatawan.
“Kami sudah menyediakan sejumlah fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung maupun pelaku usaha, supaya aktivitas wisata berjalan nyaman untuk semua,” tutup Didik.
Melalui serangkaian upaya tersebut, Disbudpar Magetan berharap musim libur akhir tahun di Telaga Sarangan akan berlangsung lebih aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh wisatawan.(Nan/Krs).