Berita Terkini
Trending Tags

Jelang Ramadhan, Puluhan Ibu-Ibu Serbu Lapak Gerakan Pangan Murah

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
  • visibility 17
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Jelang Momen Bulan Puasa Puluhan Ibu-Ibu Menyerbu Lapak Gerakan Pangan Murah di Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun, Foto : Dana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun  – Puluhan warga Desa Sumberejo Kecamatan/Kabupaten Madiun mengantre panjang di lapak Gerakan Pasar Murah ( GPM ) jelang bulan Ramadhan Kamis (20/2/2025) pukul 08.00 WIB. GPM ini merupakan inisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun yang masif dilaksanakan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah.

Hanya butuh waktu satu jam, kebutuhan sembako yang disediakan ludes dibeli emak emak. Terutama beras, yang menjadi incaran bagi kaum hawa.

“Beli sembako di acara ini harganya murah. Kalau di pasar harganya mahal,” ujar Ibu Rumah Tangga Titik Setiawati (42)

Warga Desa Sumberejo tersebut mengungkapkan, salah satu kebutuhan pokok yang merangkak naik adalah telur. Menurutnya, harga telur di pasar sekitar Rp 28.000 per kilogram.

“Kalau di Gerakan Pangan Murah selisih harga telur cukup jauh kira kira Rp 22.000 per kilogram. Sangat membantu meski pembeliannya dibatasi,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Muda, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Dewi Sariani Harahap membenarkan, jika harga bahan pokok di pasar mendekati Ramadan, mengalami kenaikan.

Diantaranya, harga telur naik dari kandang Rp 27.500 per kilo, hingga gula kualitas premium berkisar antara Rp 17.000 sampai Rp 18.000 per kilo.

“Pada kegiatan ini kami memberikan intervensi, atau selisih dengan harga jual di pasar sebesar Rp 3.000,” terangnya.

Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah tidak menyediakan Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP). Hal tersebut dikarenakan pihaknya mengacu kepada kebijakan Bapanas.Sebagai gantinya adalah Beras Penggilingan.

“Kami sediakan sebanyak 20 pack, masing masing pack beratnya 5 kilogram, harganya Rp 55 kilogram,” imbuhnya.

Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan 3 kali dalam sebulan, dengan lokasi yang berbeda beda di seluruh wilayah Bumi Kampung Pesilat. 

“Semoga bisa menjangkau kebutuhan masyarakat, dan tentunya tepat sasaran menyediakan sembako dengan harga murah,” pungkasnya.

Dana – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    Jumlah Lansia Magetan Tembus 20,3 Persen, Ribuan Masuk Kategori Rentan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan kini memasuki fase demografis yang semakin menantang. Data terbaru mencatat bahwa 20,3 persen dari total penduduk sekitar 688 ribu jiwa merupakan kelompok lanjut usia. Angka ini bukan hanya menunjukkan populasi yang menua, tetapi juga menandai meningkatnya kebutuhan layanan sosial dan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini. Kepala Dinas Sosial […]

    Bagikan
  • Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    Pemkab Ponorogo Ngebut Pembangunan Infrastruktur, Target Rp 253 Miliar Hingga 2029

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo tancap gas mengejar percepatan pembangunan infrastruktur. Langkah ini diambil sebagai jawaban atas banyaknya keluhan masyarakat soal jalan rusak yang meresahkan, sekaligus bagian dari strategi jangka panjang demi konektivitas yang lebih baik. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Ponorogo, Jamus Kunto, mengungkapkan pihaknya telah mengajukan […]

    Bagikan
  • DPRD Madiun Gelar Rapat Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Soroti Kedaulatan Ekonomi

    DPRD Madiun Gelar Rapat Dengar Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Soroti Kedaulatan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — DPRD Kabupaten Madiun menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Jumat (15/08/2025). Agenda ini menjadi bagian perayaan kemerdekaan sekaligus refleksi capaian pembangunan nasional. Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, kepala […]

    Bagikan
  • Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

    Harga Jual Anjlok, Petani Bawang Merah di Magetan Makin Merana Akibat Serangan Hama

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Petani bawang merah di Kabupaten Magetan menghadapi tantangan berat pada musim tanam kali ini. Selain ancaman hama, anjloknya harga jual di pasaran turut menambah beban petani. Suratin (50), Petani Bawang Merah asal Desa Panekan, mengungkapkan bahwa serangan ulat menjadi kendala paling serius saat ini. Menurutnya, hama tersebut sangat sulit dikendalikan, terutama […]

    Bagikan
  • Volume Air Waduk Dawuhan Menyusut, Irigasi Pertanian Bergantung Suplai Air Waduk

    Volume Air Waduk Dawuhan Menyusut, Irigasi Pertanian Bergantung Suplai Air Waduk

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Volume air di Waduk Dawuhan, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun mulai menyusut seiring masuknya musim kemarau. Padahal sebagian area pertanian bergantung dari pasokan air waduk untuk mengairi ribuan hektare sawah setempat. Petugas Operasional Waduk Dawuhan, Agung Wirasat, menyebutkan penurunan volume air saat ini mencapai sekitar 35 persen dari kapasitas […]

    Bagikan
  • Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    Anggaran Pembangunan di Magetan Hanya 9,67 Persen, DPRD Kritik Keras

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi anggaran pembangunan atau belanja modal dalam Rancangan Perubahan APBD (P-APBD) 2025 Kabupaten Magetan kembali menuai kritik tajam. Dari delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum, mayoritas menyoroti porsi belanja modal yang hanya 9,67 persen dari total anggaran. DPRD menilai angka tersebut terlalu kecil untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. Sebagai perbandingan, pada […]

    Bagikan
expand_less