Berita Terkini
Trending Tags

9 Jabatan Kepala OPD di Kota Madiun Masih Kosong, Plt Wali Kota Madiun Tunggu Persetujuan Kemendagri untuk Mutasi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
  • visibility 133
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sembilan jabatan kepala OPD di Kota Madiun masih kosong. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Sebanyak sembilan jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun hingga kini masih kosong. Pengisian jabatan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait usulan mutasi pejabat yang telah diajukan Pemerintah Kota Madiun.

Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun usai menghadiri kegiatan pembekalan persiapan purna tugas Pegawai Negeri Sipil (PN) di lingkup Pemkot Madiun. 

Bagus menjelaskan, proses mutasi dan pengisian jabatan harus mengikuti mekanisme yang berlaku karena dirinya masih berstatus sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun. Oleh sebab itu, seluruh usulan mutasi harus memperoleh izin dari Kemendagri.

“Proses PLT itu harus mengikuti aturan, sehingga harus mendapatkan izin dari Kemendagri. Izinnya sudah oke, sekarang tinggal prosesnya. Usulan mutasi sudah kami kirimkan sekitar empat bulan lalu dan saat ini masih menunggu,” ujar Bagus.

Ia mengatakan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun bahkan sedang berada di Kemendagri untuk mengawal proses tersebut. Menurutnya, usulan yang diajukan tidak hanya mencakup pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau Eselon II, tetapi juga pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV).

“Mutasi Eselon III dan Eselon IV juga sudah kami kirimkan. Nanti mana yang lebih dahulu mendapat persetujuan, itu yang akan segera kami lantik,” katanya.

Selain menunggu proses mutasi, Pemkot Madiun juga mulai mempersiapkan regenerasi aparatur sipil negara (ASN). Langkah itu dilakukan menyusul banyaknya pejabat yang diperkirakan memasuki masa pensiun pada 2027.

Bagus mengaku telah bertemu langsung dengan pejabat Eselon III, para perencana di Eselon IV hingga ketua tim untuk memetakan kemampuan dan potensi ASN yang dapat dipersiapkan mengisi jabatan strategis.

“Sudah disampaikan kepada saya bahwa pada 2027 nanti cukup banyak Eselon II maupun Eselon III yang memasuki masa purna tugas. Karena itu regenerasi harus dipersiapkan lebih cepat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pengisian jabatan tetap dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan mengingat kewenangannya sebagai Plt memiliki batasan administratif.

Menanggapi anggapan bahwa proses regenerasi terlambat, Bagus menilai hal tersebut bergantung pada sudut pandang masing-masing. Dirinya menegaskan, penempatan pejabat akan didasarkan pada kebutuhan organisasi dan kompetensi ASN, bukan semata-mata berdasarkan masa kerja atau senioritas.

“Siapa yang memiliki potensi untuk mempercepat pembangunan Kota Madiun, meskipun harus melangkahi seniornya, akan saya angkat sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bagus juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN yang telah memasuki masa purna tugas. Ia berharap para pensiunan tetap memberikan masukan dan berbagi pengalaman kepada Pemerintah Kota Madiun.

“Saya masih berusia di bawah 50 tahun. Tentunya saya masih membutuhkan pengalaman, saran, dan masukan dari para senior yang telah lama mengabdi di pemerintahan agar pembangunan Kota Madiun semakin baik,” pungkasnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rancangan Perubahan APBD Kota Madiun 2026, Pendapatan Naik Rp15,63 Miliar, Belanja Bertambah Rp36,43 Miliar

    Rancangan Perubahan APBD Kota Madiun 2026, Pendapatan Naik Rp15,63 Miliar, Belanja Bertambah Rp36,43 Miliar

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun memproyeksikan pendapatan daerah naik Rp15,63 miliar dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Di sisi lain, belanja daerah juga mengalami peningkatan sebesar Rp36,43 miliar. Rancangan Perubahan APBD tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun dalam Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan Wali Kota Madiun […]

    Bagikan
  • Buntut Pembubaran Bedah Buku “Reset Indonesia” Puluhan Mahasiswa Tuntut Copot Camat Madiun

    Buntut Pembubaran Bedah Buku “Reset Indonesia” Puluhan Mahasiswa Tuntut Copot Camat Madiun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Kecamatan Mejayan, Rabu (24/12/2025).  Aksi demonstrasi dipicu insiden pembubaran acara bedah dan diskusi buku karya kolektif Tim Indonesia Baru—yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu—yang […]

    Bagikan
  • Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    Hasil Uji Kasus Dugaan Keracunan MBG di Magetan, Diduga Ada Bakteri dari Alat Masak

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan siswa di SDN 2 Kediren, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, akhirnya terungkap. Pemerintah setempat memastikan tidak ada kandungan bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi siswa. Namun hasil uji ditemukan indikasi kuat adanya kontaminasi dari alat […]

    Bagikan
  • Belanja Pegawai Pemkab Madiun Masih Gemuk, Target 30 Persen Dikejar Tahun Depan

    Belanja Pegawai Pemkab Madiun Masih Gemuk, Target 30 Persen Dikejar Tahun Depan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun masih menghadapi pekerjaan rumah besar menjelang berlakunya penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Pasalnya, porsi belanja pegawai dalam APBD 2026 masih berada di atas batas maksimal 30 persen yang diwajibkan pemerintah mulai Januari 2027. Berdasarkan data Kementerian […]

    Bagikan
  • Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    Cetak Bibit Pesilat Cilik, Inisiatif KKG PJOK Sawahan Dorong Regenerasi Atlet Sejak Dini

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Di bawah langit Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, semangat Madiun Kampung Pesilat bukan sekadar slogan yang terpajang di spanduk atau baliho. Di tangan para guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), semangat itu menjelma jadi gerakan nyata yakni mencetak bibit pesilat sejak bangku sekolah dasar. Melalui program fasilitasi pencak silat seni […]

    Bagikan
  • Tindak Lanjuti Inpres 1/2025, APBD Tahun Anggaran 2025 Kabupaten Madiun Bakal Menyusut

    Tindak Lanjuti Inpres 1/2025, APBD Tahun Anggaran 2025 Kabupaten Madiun Bakal Menyusut

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Tim Badan Anggaran ( BANGGAR) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Madiun mulai membahas Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025, di Gedung Rapat Paripurna, Jumat Siang (7/2/2025).  Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Fery Sudarsono itu menindaklanjuti Instruksi Presiden, tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan, dan Belanja […]

    Bagikan
expand_less