Sapi “Bruno” Seberat 1,1 Ton Milik Pemuda Madiun Dibeli Presiden Prabowo
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 96
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Di sebuah kandang sederhana di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, suara kunyahan sapi terdengar bersahut-sahutan sejak pagi. Di antara puluhan sapi yang memenuhi kandang itu, seekor sapi jantan berbadan jumbo bernama Bruno tampak paling mencolok.
Bobotnya mencapai 1,1 ton, tak banyak yang menyangka, sapi jenis simental itu kini menjadi hewan kurban pilihan Presiden RI Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 2026.
Pemiliknya adalah Hadha Waris Saputra (24), peternak muda yang masih terlihat tak percaya saat menceritakan bagaimana sapi peliharaannya bisa dilirik hingga akhirnya dibeli orang nomor satu di Indonesia itu.
“Kalau untuk perawatan mungkin sama saja, Mas. Tapi ada pembeda yaitu porsi pakannya dilebihkan untuk berat si Bruno itu,” ujar Hadha, Kamis (21/5/2026).
Bruno telah dirawat Hadha selama kurang lebih satu tahun. Sapi tersebut sebelumnya disurvei oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun sebelum akhirnya dinyatakan layak sebagai hewan kurban presiden.
Menurut Hadha, pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari kesehatan hewan hingga postur tubuh sapi.
“Pembeliannya itu kemarin ada tim dari dinas kabupaten yang survei ternaknya. Yang dicek kesehatannya, terus postur tubuhnya,” katanya.
Setiap hari Bruno mendapat perlakuan khusus agar bobot tubuhnya tetap ideal hingga waktu pengiriman ke lokasi penyembelihan yang ditentukan Sekretariat Presiden. Dalam sehari, sapi tersebut diberi makan tiga kali dengan campuran konsentrat, silase, rumput hijau, ampas tahu, premix mineral, hingga jerami.
Sapi berusia sekitar enam tahun itu akhirnya dibeli dengan harga Rp115 juta.
“Untuk dari Pak Presiden itu Rp115 juta, Mas,” ucap Hadha.
Tak hanya Presiden Prabowo, kandang milik Hadha rupanya juga menarik perhatian Bupati Madiun Hari Wuryanto. Seekor sapi jenis limousin dengan bobot sekitar 800 kilogram disebut telah diincar untuk kurban Idul Adha tahun ini.
“Sudah ACC, alhamdulillah. Tinggal ngurus administrasi,” kata Hadha.
Di usia yang masih muda, Hadha kini mengelola sekitar 150 ekor sapi berbagai jenis, mulai dari limousin, simental, ongole, hingga peranakan ongole (PO). Dari jumlah tersebut, sekitar 120 ekor sapi telah terjual menjelang Idul Adha.
Harga sapi di kandangnya pun bervariasi, mulai Rp21 juta hingga ratusan juta rupiah tergantung jenis dan bobot hewan.
“Untuk di sini mulai harga Rp21 juta sampai Rp115 juta,” ujarnya.
Menjelang musim kurban, Hadha mengaku perhatian terhadap kesehatan ternak semakin ditingkatkan. Kandang dibersihkan dua kali sehari dan sapi rutin mendapat vitamin agar tetap sehat hingga hari penyembelihan tiba. (Tov)
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Diez





