Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Karyawan Umbul Square dan Serikat Buruh Gelar Aksi di DPRD Madiun, Desak Pembayaran Tunggakan Gaji

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 40
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sejumlah karyawan Umbul Square bersama (SBMR) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Madiun, Foto : Surya Wibawa – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah karyawan Umbul Square bersama Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Madiun pada Rabu (26/11/2025). Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Madiun dan DPRD agar segera menyelesaikan tunggakan gaji para karyawan yang telah diberhentikan.

Mereka menuntut pembayaran gaji yang disebutkan menunggak hingga 7 bulan bagi karyawan yang telah di-PHK. Bahkan ada karyawan yang masih bekerja namun belum menerima gaji hingga 10 bulan.

Ketua Serikat Buruh Madiun Raya, Aris Budiono, menyampaikan bahwa para pekerja menjadi korban setelah pendapatan Umbul Square digunakan untuk membayar utang perusahaan. Ironisnya gaji karyawan justru terabaikan.

“Kami mendesak pemerintah dan DPRD agar segera menyelesaikan tunggakan 7 bulan karyawan Umbul Square yang di-PHK. Kami juga meminta agar tidak memberikan bayaran utang ke bank karena karyawan ini dikorbankan,” tegas Aris.

Ia menambahkan bahwa situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut mengingat para karyawan membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Omzet Umbul Square digunakan membayar hutang, tapi gaji belum dibayar. Jika tidak segera diselesaikan, kami akan aksi lagi. Mereka butuh makan tiap hari. Masak BUMD dari daerah hancur semua. Jangan sampai ini terus berlarut. Masa 7 bulan tidak dibayar,” ujarnya.

Aris juga menyatakan bahwa pihaknya akan kembali turun ke jalan dengan massa lebih besar apabila sampai akhir tahun tidak ada penyelesaian dari pemerintah daerah maupun DPRD.

“Akhir tahun nanti akan kami tanyakan lagi. Kalau tidak ada kejelasan, kami turun ke jalan lagi dengan massa yang lebih besar,” tandasnya.

Aksi ini berlangsung damai dan mendapat pengawalan aparat keamanan. Para demonstran berharap pemerintah segera memberikan solusi konkrit agar hak-hak karyawan Umbul Square dapat dipenuhi. (Sur/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kreasi Cetak ke Digital, Smazapul Asah Pewarta Muda

    Dari Kreasi Cetak ke Digital, Smazapul Asah Pewarta Muda

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Ekstrakurikuler Jurnalistik SMAN 1 Pulung (Smazapul) mengadakan pendidikan dan latihan (diklat) jurnalistik pada 24 dan 28 September 2025. Kegiatan dua hari ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik sekaligus praktik langsung di lapangan. Pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di sekolah dengan menghadirkan narasumber Eka Wulan, jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) […]

    Bagikan
  • Madiun Satu Arah, Ajang Euforia Musik Rock dan Kebersamaan

    Madiun Satu Arah, Ajang Euforia Musik Rock dan Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Menggelar tapi penuh kebersamaan. Itulah yang tergambar dalam gelaran Madiun Satu Arah yang tersaji pada Minggu (28/09/2025) di Lapangan Pancasila Kelurahan Nglames Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun. Berbagai penampilan cadas ditunjukan para band rock mental dari berbagai daerah, seperti Madiun, Malang, Bali, Magelang, Purwokerto hingga Pasuruhan. Meski dengan suasana musik yang […]

    Bagikan
  • Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    Bupati Tinjau Langsung Proyek Pengendalian Banjir di Ponorogo

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko meninjau langsung sejumlah proyek pengendalian banjir di wilayahnya. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan seluruh proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir. Salah satu proyek yang ditinjau adalah normalisasi dam di Kelurahan Tonatan. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka […]

    Bagikan
  • Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    Produksi Susu Magetan Merosot, Populasi Sapi Perah Turun Akibat PMK

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Produksi susu sapi perah di Kabupaten Magetan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini berkaitan erat dengan berkurangnya populasi ternak akibat serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih muncul hingga awal 2026. Selain jumlah ternak yang menyusut, sapi yang pernah terpapar PMK pun belum pulih sepenuhnya sehingga produktivitas susu […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Rayakan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 dengan Santunan dan Bantuan Kursi Roda

    Polres Magetan Rayakan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 dengan Santunan dan Bantuan Kursi Roda

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara di Polres Magetan tak hanya diisi doa bersama, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial. Dalam acara tasyakuran sederhana di Gedung Pesat Gatra, jajaran Polres Magetan memberikan santunan kepada anak yatim piatu serta bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas korban kecelakaan lalu lintas. […]

    Bagikan
  • Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    Ayah Korban Penganiayaan Takut Melapor, Ini Kata Praktisi Hukum

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kasus penganiayaan terhadap BA (14), pelajar SMP di Magetan, memasuki fase baru. Hal itu setelah muncul kabar bahwa ayah korban, Sutrisno (40), merasa takut untuk membuat laporan resmi ke polisi. Padahal, video penganiayaan yang dialami anaknya telah beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kemarahan warganet. Korban dipukuli, diikat, hingga […]

    Bagikan
expand_less