Berita Terkini
Trending Tags

Kirab Boyong Batu Jambangan di Madiun, Warga Desa Kuwu Selamatkan Warisan Leluhur dari Area Pabrik

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 122
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pemerintah Desa Kuwu menggelar ritual kirab boyong batu jambangan dari kawasa proyek menuju punden makam brang kidul. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun– Langkah ratusan warga Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, mengiringi perpindahan sebuah batu kuno pada Kamis (3/7/2026), bukan sekadar prosesi adat. Di balik kirab itu tersimpan ikhtiar masyarakat menjaga jejak sejarah agar tidak hilang di tengah derasnya pembangunan industri.

Batu yang diarak tersebut dikenal sebagai Batu Jambangan, sebuah peninggalan purbakala berupa wadah atau bak air dari batu andesit yang diyakini berasal dari masa kerajaan-kerajaan kuno di Jawa. Dahulu, batu semacam ini digunakan sebagai tempat air suci (tirta) untuk ritual keagamaan maupun bersuci.

Kirab boyong Batu Jambangan melibatkan perangkat desa, BPD, LPMD, RT/RW, petani, pelaku UMKM, lembaga adat, Karang Taruna, hingga seluruh organisasi pencak silat yang ada. Mereka berjalan kaki dari Kantor Desa Kuwu menuju lokasi batu yang berada di kawasan proyek pembangunan pabrik mainan PT. Wahlung Indonesia.

Dari lokasi tersebut, Batu Jambangan kemudian dipindahkan ke kawasan Punden Brang Kidul yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya desa. Pemindahan dilakukan agar benda bersejarah itu tetap terlindungi sekaligus dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Penjabat Kepala Desa Kuwu, Fajar Lumaksono, mengatakan keputusan memindahkan Batu Jambangan muncul setelah lokasi asalnya masuk dalam area pembangunan pabrik. Menurutnya, pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat ingin memastikan peninggalan leluhur itu tetap terjaga.

Image Not Found
Batu Jambangan dipindah ke Punden Brang Kidul. Foto : Tova-Sinergia

“Ini adalah Batu Jambangan, batu bersejarah milik Desa Kuwu. Karena ke depan kawasan ini akan dibangun pabrik, pemerintah desa memboyong batu tersebut ke kompleks Makam Brang Kidul supaya tetap terjaga dan bisa di leluri seluruh masyarakat Desa Kuwu,” ujarnya.

Fajar menuturkan, sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa, Batu Jambangan berada di tengah lahan milik warga. Di kalangan masyarakat, batu tersebut juga menyimpan cerita turun-temurun yang dipercaya berkaitan dengan hasil panen.

Menurut cerita para sesepuh desa, kemunculan Batu Jambangan dipercaya menjadi pertanda musim pertanian yang baik. Sebaliknya, ketika batu itu tidak tampak, hasil panen diyakini tidak sebaik biasanya.

“Selama ini bisa dibilang menjadi tolok ukur pertanian yang ada di Desa Kuwu,” katanya.

Selain alasan pembangunan kawasan industri, pemindahan ke Punden Brang Kidul juga dipilih karena lokasi tersebut merupakan kawasan yang diyakini tidak akan mengalami perubahan fungsi di masa mendatang.

“Kalau di Makam Brang Kidul ini sudah menjadi situs cagar budaya, sehingga ke depannya pasti tidak akan diubah-ubah lagi,” jelas Fajar.

Prosesi kirab sengaja melibatkan seluruh unsur masyarakat sebagai simbol bahwa Batu Jambangan bukan hanya milik pemerintah desa, melainkan menjadi warisan bersama seluruh warga masyarakat Desa Kuwu.

Image Not Found
Warga Desa Kuwu kirab boyong Batu Jambangan bersejarah. Foto : Tova-Sinergia

“Karena Batu Jambangan ini adalah batu bersejarah milik semua warga masyarakat Desa Kuwu. Jadi pemerintah desa, BPD, seluruh lembaga, tokoh masyarakat, dan warga bergotong royong ikut memboyong Batu Jambangan ke Makam Brang Kidul,” ungkapnya.

Ke depan, Pemerintah Desa Kuwu juga membuka peluang menjadikan momen boyong Batu Jambangan sebagai tradisi tahunan. Bentuknya bukan lagi pemindahan, melainkan kegiatan pelestarian seperti pembersihan situs maupun penggantian kain mori sebagai bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur.

Bagi masyarakat Desa Kuwu, kirab tersebut bukan sekadar memindahkan sebongkah batu. Prosesi itu menjadi penanda bahwa pembangunan dan pelestarian sejarah dapat berjalan berdampingan, selama warisan para pendahulu tetap ditempatkan sebagai bagian penting dari identitas desa. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semarak Pencak Silat Bupati Madiun Cup 2025, 470 Pelajar Unjuk Gigi di Kampung Pesilat

    Semarak Pencak Silat Bupati Madiun Cup 2025, 470 Pelajar Unjuk Gigi di Kampung Pesilat

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2025 sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Purnomo Hadi. Ajang bergengsi ini berlangsung selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Mei, di Padepokan Kampung Pesilat dan diikuti oleh 470 pelajar tingkat SD, SMP, hingga […]

    Bagikan
  • Ini Pengakuan Tersangka Pembuang Bayi, Niat Digugurkan

    Ini Pengakuan Tersangka Pembuang Bayi, Niat Digugurkan

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sungguh miris dan tega perbuatan yang dilakukan oleh VVK (25) warga Desa Sumberejo, Kecamatan/ Kabupaten Madiun dan EENO (19) warga Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Bagaimana tidak, kedua sejoli yang menjalin kasih itu membuang buah hatinya yang baru dilahirkan. Kasus ini terkuak setelah jasad sang bayi ditemukan di Sungai […]

    Bagikan
  • Sparta Pena Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Bank Jatim, Manajer: Pokoknya Ada!

    Sparta Pena Siapkan Strategi Rahasia Hadapi Bank Jatim, Manajer: Pokoknya Ada!

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sparta Pena tak ingin kehilangan momentum di Turnamen Mini Soccer U-40 Piala Kapolres Madiun 2026. Menjelang laga krusial melawan Bank Jatim, tim yang diperkuat insan media itu mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mempertahankan posisi puncak klasemen Grup D. Pertandingan Sparta Pena kontra Bank Jatim akan digelar di Lapangan Tri Brata […]

    Bagikan
  • Antisipasi Judol, Ratusan HP Anggota Korem 081/DSJ Diperiksa

    Antisipasi Judol, Ratusan HP Anggota Korem 081/DSJ Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun|Ratusan handphone (HP) milik anggota Korem 081/DSJ mendadak diperiksa, Kamis (16/01/2025) selepas apel pagi. Hal ini sebagai langkah agar tidak kecolongan ada anggota yang bermain judi online. Tak hanya judol, pemeriksaan yang dilakukan juga bertujuan untuk melihat ada tidaknya keterlibatan anggota Korem 081/DSJ dalam pinjaman online (pinjol). “Pengecekan yang kita lakukan ini […]

    Bagikan
  • Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer

    Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jembatan penghubung antara Desa Tempuran dan Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ambrol akibat terjangan arus sungai setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Akibatnya, akses utama warga lumpuh dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif yang lebih jauh. Jembatan yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempuran tersebut diketahui ambruk pada Rabu malam, […]

    Bagikan
  • Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    Sepanjang 2025, 13 ASN Magetan Ajukan Perceraian, Ekonomi Jadi Faktor Utama

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Magetan mencatat sebanyak 13 aparatur sipil negara (ASN) mengajukan perceraian sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasangan memilih untuk rujuk, sedangkan 11 perkara lainnya masih berproses. Analis SDM Aparatur BKPSDM Magetan, Nyta, menyampaikan bahwa persoalan ekonomi menjadi faktor utama penyebab retaknya […]

    Bagikan
expand_less