Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer
- account_circle Ega Patria
- calendar_month Senin, 20 Apr 2026
- visibility 135
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Jembatan penghubung antara Desa Tempuran dan Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ambrol akibat terjangan arus sungai setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Akibatnya, akses utama warga lumpuh dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Jembatan yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempuran tersebut diketahui ambruk pada Rabu malam, 15 April 2026 lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Debit air Sungai Tempuran yang meningkat drastis mengikis pondasi jembatan hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.
Jembatan dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 4 meter itu merupakan akses vital warga untuk menuju sekolah, lahan pertanian, serta pusat ekonomi.
Infrastruktur yang dibangun sejak tahun 1980 itu juga belum pernah mengalami perbaikan besar.
Salah satu warga, Katemin, mengaku kaget saat hendak melintas dan mendapati jembatan sudah dalam kondisi ambrol.
“Ini saya baru tahu mau lewat, ternyata kok sudah ambrol. Kalau harus memutar ya cukup jauh, lebih dari dua kilometer,” ujar Senin (20/4/2026).
Kepala Desa Tempuran, Tri Wahyono, mengatakan putusnya jembatan ini sangat berdampak bagi aktivitas warga, terutama karena jalur tersebut merupakan penghubung utama antar desa.
“Ini merupakan jalur vital antara Desa Sriti dan Tempuran, Kecamatan Sawoo. Kalau memutar memang cukup jauh. Untuk anak-anak harus menempuh jalur yang lebih aman, tapi jaraknya bisa sekitar lima kilometer. Sedangkan petani biasanya lewat jalan perkebunan, memutar sekitar satu kilometer dengan berjalan kaki,” jelasnya.
Saat ini, warga terpaksa menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, baik dengan membangun jembatan darurat maupun melakukan perbaikan permanen agar akses kembali normal. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Arrachmando





