Berita Terkini
Trending Tags

Jembatan Antar Desa di Sawoo Ambrol, Warga Harus Putar Hingga 5 Kilometer

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kondisi jembatan penghubung Desa Tempuran dan Sriti tampak terputus total, Foto : Ega

Sinergia | Ponorogo – Jembatan penghubung antara Desa Tempuran dan Desa Sriti, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, ambrol akibat terjangan arus sungai setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Akibatnya, akses utama warga lumpuh dan memaksa masyarakat mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Jembatan yang berada di Dusun Krajan, Desa Tempuran tersebut diketahui ambruk pada Rabu malam, 15 April 2026 lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Debit air Sungai Tempuran yang meningkat drastis mengikis pondasi jembatan hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.

Jembatan dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 4 meter itu merupakan akses vital warga untuk menuju sekolah, lahan pertanian, serta pusat ekonomi.

Infrastruktur yang dibangun sejak tahun 1980 itu juga belum pernah mengalami perbaikan besar.

Salah satu warga, Katemin, mengaku kaget saat hendak melintas dan mendapati jembatan sudah dalam kondisi ambrol.

“Ini saya baru tahu mau lewat, ternyata kok sudah ambrol. Kalau harus memutar ya cukup jauh, lebih dari dua kilometer,” ujar Senin (20/4/2026).

Kepala Desa Tempuran, Tri Wahyono, mengatakan putusnya jembatan ini sangat berdampak bagi aktivitas warga, terutama karena jalur tersebut merupakan penghubung utama antar desa.

“Ini merupakan jalur vital antara Desa Sriti dan Tempuran, Kecamatan Sawoo. Kalau memutar memang cukup jauh. Untuk anak-anak harus menempuh jalur yang lebih aman, tapi jaraknya bisa sekitar lima kilometer. Sedangkan petani biasanya lewat jalan perkebunan, memutar sekitar satu kilometer dengan berjalan kaki,” jelasnya.

Saat ini, warga terpaksa menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat, baik dengan membangun jembatan darurat maupun melakukan perbaikan permanen agar akses kembali normal. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Arrachmando

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Ponorogo Nonaktifkan Sementara Kabag Keuangan DPRD Usai Jadi Tersangka Korupsi 

    Pemkab Ponorogo Nonaktifkan Sementara Kabag Keuangan DPRD Usai Jadi Tersangka Korupsi 

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akan memberhentikan sementara Kepala Bagian Keuangan Sekretariat DPRD Ponorogo, Fuad Safrowi (FS). Hal itu pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan (TP) pimpinan dan anggota DPRD Ponorogo tahun anggaran 2023–2026 oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo. Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo, Agus Sugiarto, mengatakan […]

    Bagikan
  • Teror Kobra di Permukiman Warga, Puluhan Bayi Ular Dievakuasi Damkar Madiun

    Teror Kobra di Permukiman Warga, Puluhan Bayi Ular Dievakuasi Damkar Madiun

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Madiun mengevakuasi puluhan bayi ular kobra dari kawasan permukiman warga di Perumahan Green Indah, Kelurahan Nglames, Kabupaten Madiun, Jumat (23/1/2026). Proses evakuasi berlangsung cukup lama lantaran sarang ular berada di bawah gorong-gorong saluran pembuangan air di dalam kompleks perumahan. Ular-ular tersebut diketahui baru menetas […]

    Bagikan
  • Jadi Plt Wali Kota, Ini Arahan Bagus Panuntun kepada ASN Pemkot Madiun

    Jadi Plt Wali Kota, Ini Arahan Bagus Panuntun kepada ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kinerja Pemerintahan Kota Madiun tengah disorot setelah operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (19/01/2026) lalu. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa telah menunjuk Wakil Wali Kota Madiun, F Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun. Bagus menegaskan […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Amankan PSK Jaringan Online, Satu Waria Diduga Positif HIV

    Satpol PP Madiun Amankan PSK Jaringan Online, Satu Waria Diduga Positif HIV

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Madiun mengamankan sejumlah pekerja seks komersial (PSK) dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar pada Rabu malam (09/04/2025). Operasi dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, dan sebuah hotel di Kecamatan Mejayan. Dari hasil razia, petugas mengamankan […]

    Bagikan
  • Jemaah Haji Tertua Asal Madiun Meninggal Dunia di Mekkah

    Jemaah Haji Tertua Asal Madiun Meninggal Dunia di Mekkah

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun— Kabar duka datang dari Tanah Suci menjelang kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Madiun. Suparlan Marto Dikromo, jemaah haji tertua dari daerah tersebut, wafat di Rumah Sakit Abeer, Mekkah, pada Jumat (20/6) pukul 18.45 waktu Arab Saudi. Suparlan (90), jemaah asal Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, sempat menjalani perawatan intensif selama sepekan setelah […]

    Bagikan
  • Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    Viral Nota Mahal di Telaga Sarangan, Wisatawan Keluhkan Harga Tak Wajar

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Telaga Sarangan Magetan Jawa Timur kembali menjadi perbincangan publik. Bukan soal keindahan alamnya, namun harga makanan minuman yang dinilai tidak wajar. Hal itu pun viral di media social usai salah satu wisatawan membagikan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan saat bertransaksi di salah satu warung sekitar telaga di lereng Gunung Lawu tersebut. […]

    Bagikan
expand_less