Lantai Dua Pasar Baru Magetan Sepi, Disperindag Sebut Bukan Karena Infrastruktur
- account_circle Kusnanto
- calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
- visibility 27
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Lantai dua Pasar Baru Magetan tampak kian muram. Deretan los yang digembok rapat hingga kios kosong tanpa penghuni menjadi pemandangan sehari-hari. Aktivitas jual beli pun nyaris tak terlihat, membuat kawasan yang seharusnya menjadi pusat perdagangan justru seperti mati suri.
Kondisi ini bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga memberi kesan kumuh pada bangunan. Dari pantauan lapangan, sejumlah sudut pasar tampak kotor, dinding rusak, hingga fasilitas yang kurang terawat.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menegaskan bahwa sepinya lantai dua bukan disebabkan faktor infrastruktur. Menurutnya, pemerintah daerah sudah melakukan perbaikan besar-besaran hingga tahap keempat pada tahun 2023.
“Sebelum pandemi, memang kios di lantai dua sisi barat sudah banyak yang kosong. Setelah rehabilitasi terakhir, akses jalan, tangga, hingga zonasi sudah kita tata ulang dan lebih bersih. Namun kenyataannya, hanya sekitar 30 persen pedagang yang kembali beroperasi, sisanya masih kosong,” jelas Kiki.
Ia mengungkapkan, ada beberapa alasan mengapa pedagang enggan kembali. Pertama, kondisi ekonomi yang lesu membuat mereka kesulitan bangkit. Kedua, sebagian pedagang pakaian dan konveksi sudah kalah bersaing dengan penjualan online. Ketiga, banyak kios yang sudah tidak aktif bahkan sejak sebelum pandemi, sehingga butuh biaya besar jika ingin kembali buka.
“Kita sudah beri teguran soal tunggakan dan tawarkan opsi alih fungsi dagangan, tapi responsnya masih rendah. Jadi masalahnya bukan di pasar atau infrastrukturnya, melainkan pada kemampuan pedagang untuk memulai usaha lagi,” tambahnya.
Meski begitu, Disperindag berharap lantai dua Pasar Baru Magetan tetap bisa bergeliat kembali. Fasilitas yang sudah lebih representatif diharapkan dapat menarik pedagang maupun pembeli agar tidak terus terjebak dalam sepi.
Kusnanto – Sinergia
- Penulis: Kusnanto


