Longsor Beruntun di Banaran, Tiga Rumah Terisolasi dan Akses Jalan Terputus
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 51
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo menjadi wilayah paling terdampak bencana tanah longsor dalam beberapa hari terakhir. Hujan deras yang mengguyur sejak awal April memicu longsor beruntun di kawasan perbukitan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat, Desa Banaran menjadi titik dengan kejadian terbanyak, yakni sembilan kasus longsor dari total 25 kejadian yang terjadi di Ponorogo dalam kurun waktu 1 hingga 5 April 2026.
Kalaksa BPBD Ponorogo, Masun, mengatakan longsor di Banaran menyebabkan sedikitnya tiga rumah warga terisolasi akibat akses jalan yang terputus tertimbun material tanah.
“Di Banaran yang paling parah. Ada sekitar tiga rumah yang terisolasi karena jalan akses tertutup longsor,” ujarnya.
Menurutnya, wilayah tersebut memang dikenal sebagai kawasan rawan longsor. Pergerakan tanah kerap terjadi setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur dalam durasi lama.
“Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu dan hampir setiap musim hujan terjadi longsor di titik tersebut,” jelasnya.
Berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada tahun 2021, terdapat sekitar 17 rumah warga di Desa Banaran yang berada di zona rawan longsor dan direkomendasikan untuk direlokasi.
Rumah-rumah tersebut tersebar di beberapa titik lereng, mulai dari bagian atas, tengah, hingga bawah. Namun hingga saat ini, sebagian warga masih bertahan di lokasi tersebut. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez






