Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Longsor di Kawasan Wisata Telaga Sarangan, Tutup Akses Jalan

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 27
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Peristiwa tanah longsor di jalur utama objek wisata telaga sarangan, Foto Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Hujan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan Telaga Sarangan sejak Rabu sore (14/1/2026) hingga Kamis dini hari memicu terjadinya tanah longsor di jalur utama objek wisata tersebut. Peristiwa yang terjadi menjelang subuh itu diduga kondisi tanah tebing sudah jenuh air dan diperparah hembusan angin kencang.

Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sarangan, Supriyanto, menjelaskan bahwa longsor bermula dari aliran air deras dari area atas tebing. Arus tersebut mengikis tanah hingga menyebabkan batu besar yang sebelumnya menggantung akhirnya terlepas.

Menurutnya, hujan tanpa jeda dari sore hingga pagi membuat struktur tanah tidak mampu menahan tekanan air.

“Sejak sore hujan tak berhenti dan angin juga cukup kuat. Air yang mengalir dari atas membuat tanah tergerus dan batu yang menggantung akhirnya ikut jatuh,” tutur Supriyanto, Kamis (15/1/2026).

Tebing yang runtuh memiliki ketinggian sekitar empat meter. Sementara material longsor menutup sebagian badan jalan hingga sekitar dua meter dari bibir tebing. Kondisi ini membuat jalur menuju Telaga Sarangan sempat tidak dapat dilewati.

Supriyanto menegaskan bahwa peristiwa tersebut hanya berdampak pada akses jalan. “Tinggi tebingnya sekitar empat meter dan materialnya masuk ke badan jalan. Untuk sementara, kendaraan belum bisa melintas,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa tidak ada bangunan maupun warung di area wisata yang terdampak. “Tidak ada warung atau bangunan warga yang terkena. Dampaknya murni pada tertutupnya jalur menuju lokasi,” imbuhnya.

Image Not Found
Peristiwa tanah longsor di jalur utama objek wisata telaga sarangan, Foto Kusnanto-Sinergia

Upaya pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh pihak terkait, mulai dari masyarakat sekitar, BPBD, TNI-Polri, hingga Perhutani. Penanganan cepat diperlukan mengingat dalam waktu dekat Telaga Sarangan memiliki agenda larungan.

“Nanti penanganannya dilakukan bersama sejumlah pihak agar akses pengunjung bisa segera kembali normal,” kata Supriyanto.

Terkait batu besar yang jatuh bersama material longsor sebenarnya sudah menimbulkan kekhawatiran sejak beberapa hari sebelumnya. Supriyanto menyatakan bahwa kejadian ini justru menghilangkan potensi bahaya yang berisiko mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Batu itu sebenarnya sudah berbahaya sejak beberapa hari. Dengan jatuh sekarang, risiko di jalur wisata ini justru berkurang,” pungkasnya.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    Pemkab Madiun Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Minimal Pendaftar 4 Orang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun resmi membuka seleksi terbuka dan kompetitif untuk pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda). Seleksi ini diumumkan melalui Pengumuman Nomor: 051/402.201/PANSEL/2026 dan dibuka sejak 13 Januari hingga 28 Januari 2026. Seleksi tersebut digelar sebagai upaya Pemkab Madiun untuk mengisi jabatan strategis Sekretaris Daerah secara […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    Kota Madiun Masuk Daftar Daerah Darurat Sampah, Pemkot Genjot Inovasi Pengelolaan Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun masuk dalam daftar daerah dengan status darurat sampah nasional. Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 2567 Tahun 2025. Status darurat ini diberikan kepada daerah yang tidak memiliki tempat pemrosesan akhir (TPA), masih melakukan open dumping, memiliki nilai Adipura […]

    Bagikan
  • Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    Kasus Getok Harga Diklaim Ulah Segelintir Pedagang, Paguyuban Sarangan Minta Pemerintah Lebih Tegas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Paguyuban Pedagang Wisata Sarangan menanggapi viralnya keluhan wisatawan terkait dugaan praktik getok harga kuliner di kawasan Telaga Sarangan. Ketua Paguyuban, Sudardi, menekankan bahwa kasus tersebut tidak mencerminkan perilaku mayoritas pedagang. Sudardi menjelaskan bahwa terdapat sekitar 500 pedagang yang beraktivitas di kawasan wisata Sarangan. Ia menilai permasalahan harga seperti yang ramai dibicarakan […]

    Bagikan
  • Alasan Keperluan Bisnis, 4 WNA Dideportasi Imigrasi Madiun

    Alasan Keperluan Bisnis, 4 WNA Dideportasi Imigrasi Madiun

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Sebanyak 4 Warga Negara Asing Sepanjang tahun 2024 dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun. Ke empat WNA itu yakni dari 2 Warga Negara Malaysia, 1 Warga Negara Korea Selatan, dan 1 Warga Negara Ukraina Kasubsi Informasi dan Komunikasi Aditya Yusuf membeberkan modus pelanggaran penyalahgunaan izin yang dilakukan […]

    Bagikan
  • Pastikan Keamanan Ibadah Natal, Polisi Sterilisasi Gereja di Ponorogo

    Pastikan Keamanan Ibadah Natal, Polisi Sterilisasi Gereja di Ponorogo

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Menjelang perayaan Natal, aparat gabungan melakukan sterilisasi di seluruh gereja yang ada di Kabupaten Ponorogo. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani saat menjalankan ibadah Natal. Proses sterilisasi dilakukan oleh petugas Samapta Polres Ponorogo dengan menyisir setiap sudut gereja secara menyeluruh. Petugas menggunakan metal detector serta kaca inspeksi […]

    Bagikan
  • Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong”  photo_camera 4

    Gempa Pacitan Terasa hingga Madiun, Menara Masjid di Kincang Wetan Dilaporkan “Ndoyong” 

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang berpusat di wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat (6/2/2026) dini hari, dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Madiun. Getaran yang terjadi sekitar pukul 01.06 WIB sempat membuat sebagian warga panik dan keluar rumah. Di Kabupaten Madiun, gempa dilaporkan berdampak pada sebuah menara masjid di Desa […]

    Bagikan
expand_less