Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 45
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo.
Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari petugas kelurahan, aparat kepolisian, hingga TNI. Kegiatan dipusatkan di bantaran sungai Jalan Insinyur Juanda sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperingati Hari Bumi.
Barikade dibuat dari bahan bekas seperti ban mobil, rantai motor, dan botol air mineral. Meski sederhana, inovasi ini dinilai efektif untuk menahan sampah yang terbawa arus sungai agar tidak menyebar ke hilir.
Barikade tersebut dipasang melintang dan mengapung di aliran sungai. Fungsinya sebagai penyekat sampah, sehingga ketika sampah menumpuk, petugas dapat dengan mudah menarik salah satu sisi barikade untuk kemudian mengumpulkan dan membuang sampah ke tempat pembuangan.
Anggota KPS Pepeling Tambak Kemangi, Adi Saputra, mengatakan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sungai yang mulai tercemar sampah, bahkan hingga berdampak pada lahan pertanian warga.
“Tujuan pemasangan barikade ini untuk menahan sampah agar tidak menyebar ke mana-mana, terutama agar tidak sampai ke area persawahan. Karena sudah ada keluhan dari petani terkait sampah yang terbawa aliran air,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahan yang digunakan berasal dari barang bekas karena sebagian besar anggota komunitas merupakan pengumpul sampah, sehingga memanfaatkan apa yang tersedia.
Selain menjaga kebersihan sungai dan ekosistemnya, aliran sungai di kawasan tersebut juga berperan penting dalam mengairi puluhan hektare sawah di Kelurahan Tonatan dan Bangunsari.
Lurah Tonatan, Agoes Sudibyo, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri mendukung penuh inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Harapannya, sampah yang terbawa arus air, terutama saat hujan deras, bisa terfilter. Sehingga sungai di sekitar sini tetap bersih dan tidak mengganggu pengairan,” jelasnya.
Melalui aksi ini, para pemuda berharap langkah sederhana yang mereka lakukan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan. Selain itu, mereka juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai. (Ega)
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Diez





