
Sinergia | Kab. Madiun – Menanggapi banyaknya kasus warga tersengat jebakan tikus beraliran listrik di wilayah Madiun dan sekitarnya, pihak PLN Madiun menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik secara aman dan sesuai standar.
Manajer PLN UP3 Madiun Suhandopo bersama dengan Asman Transaksi Energi PLN UP3 Madiun, Umar Sholehen, menekankan bahwa penggunaan aliran listrik untuk jebakan tikus sangat berbahaya dan merupakan tindakan yang bisa mengancam keselamatan jiwa.
“Kami tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak menggunakan listrik sebagai alat jebakan tikus. Ini sangat berisiko dan bisa menyebabkan korban, agar tidak pernah terulang kembali,” ujar Suhandopo saat ditemui, Rabu (21/05/2025).
Ditambahkan Suhandopo, masyarakat umumnya tidak memiliki keahlian teknis dalam kelistrikan, sehingga tindakan semacam itu sangat rentan memicu kecelakaan fatal. Ia menyebut, tindakan tersebut juga tergolong dalam pemanfaatan listrik yang diluar peruntukan.
Dalam rangka pencegahan, pihak PLN Madiun akan memperkuat sinergi dengan aparat kepolisian dan media selama tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penyebaran informasi serta meningkatkan pelayanan sekaligus keselamatan masyarakat dalam pemanfaatan tenaga listrik.
“Kerja sama dengan Polri dan media sangat penting agar kami bisa segera mendapat informasi dari lapangan, sehingga respon pelayanan bisa lebih cepat dan tepat,” jelas Suhandopo.
Selain fokus pada aspek keselamatan, PLN juga akan mempercepat pelayanan sambungan listrik baru serta perbaikan pada sistem Penerangan Jalan Umum (PJU), terutama di titik-titik rawan yang akan diprioritaskan atas rekomendasi dari Pemda dan pihak kepolisian.
Suhandopo bersama Umar berharap, dengan langkah-langkah proaktif dan kolaboratif tersebut, kasus serupa akibat penyalahgunaan listrik tidak lagi terjadi di wilayah kerja PLN UP3 Madiun.
Tova Pradana – Sinergia