Berita Terkini
Trending Tags

Minyak Goreng Mahal dan Langka, Pelaku UMKM Ngawi Terpaksa Menaikkan Harga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 307
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
UMKM Ngawi terdampak mahal dan langkanya minyak goreng, (23/4/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Ngawi – Lonjakan harga minyak goreng yang diiringi kelangkaan pasokan di pasaran memberikan tekanan serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Untuk menjaga keberlangsungan usaha, para pelaku UMKM akhirnya menyesuaikan harga jual produk, meski konsekuensinya berisiko ditinggalkan pelanggan.

Kondisi ini terlihat di sentra keripik tempe Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi. Para perajin mengaku biaya produksi meningkat tajam akibat kenaikan harga minyak goreng yang menjadi bahan utama. Sejak awal Maret 2026, harga minyak goreng melonjak dari Rp 320 ribu menjadi Rp 370 ribu per kardus berisi 18 kilogram. Di sisi lain, stok di pasaran juga semakin sulit didapat.

Salah satu perajin, Endita, menyebut kebutuhan minyak goreng untuk produksinya bisa mencapai 10 kardus per hari. Situasi ini membuat beban operasional meningkat drastis.

“Kenaikan paling terasa di minyak goreng. Kami harus mencari cara agar tetap produksi, akhirnya harga jual dinaikkan sekitar seribu rupiah per kemasan, sementara ukuran tidak berubah,” jelasnya, Kamis (23/4/2026).

Tak hanya minyak goreng, bahan baku lain seperti kedelai dan plastik juga mengalami kenaikan harga. Dengan kondisi tersebut, para perajin menilai penyesuaian harga menjadi satu-satunya pilihan, karena pengurangan ukuran produk dinilai kurang efektif.

“Ya jumlah yang beli turun kalau harganya naik. tetapi mau gimana lagi kalau biaya produksi juga naik. Itu terpaksa kami ambil biar tidak makin rugi,”pungkasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang makanan di kawasan street food Alun-alun Ngawi. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng, terutama jenis curah yang kini semakin langka di pasaran. Pedagang, Iik Sri Sunarti, mengatakan kenaikan harga jual tidak bisa dihindari.

“Sekarang mencari minyak curah sangat sulit, bahkan MinyaKita juga tidak tersedia. Mau tidak mau, harga kami naikkan sekitar seribu rupiah,” ujarnya.

Para pelaku UMKM berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan harga sekaligus memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran. Pasalnya, komoditas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha mereka sehari-hari. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Ponorogo Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Kandang Sapi di Ponorogo Ludes Terbakar

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sebuah kandang sapi milik Kasman (65), warga Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Ponorogo, terbakar hebat pada Jumat malam (03/10/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan melalap kandang yang lokasinya berada persis di samping rumah korban. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung bergotong royong memadamkan api dengan peralatan seadanya. […]

    Bagikan
  • Kemenag Kota Madiun Gelar Seleksi Tahap I Petugas Haji 2026

    Kemenag Kota Madiun Gelar Seleksi Tahap I Petugas Haji 2026

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Madiun menggelar Seleksi Tahap I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan PPIH Kloter untuk musim haji 1447 H/2026. Kegiatan seleksi berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kota Madiun pada Kamis (04/12/2025). Kepala Kantor Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, menjelaskan bahwa mekanisme seleksi ini […]

    Bagikan
  • Angin Kencang  Terjang Sejumlah Desa di Madiun, BPBD Lakukan Assessment

    Angin Kencang  Terjang Sejumlah Desa di Madiun, BPBD Lakukan Assessment

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun pada Kamis (12/2/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga di beberapa titik lokasi. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 15.20 WIB […]

    Bagikan
  • Marak Virus Super Flu, Dinkes Madiun Pastikan Belum Ada Temuan Kasus

    Marak Virus Super Flu, Dinkes Madiun Pastikan Belum Ada Temuan Kasus

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus super flu atau Influenza A H3N2 di wilayahnya. Otoritas kesehatan menilai situasi masih aman dan terkendali. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya kasus super flu di masyarakat. “Sampai saat […]

    Bagikan
  • Kejari Kota Madiun Tetapkan Tersangka LKK Manguharjo, Kerugian Negara Senilai Rp 207 Juta

    Kejari Kota Madiun Tetapkan Tersangka LKK Manguharjo, Kerugian Negara Senilai Rp 207 Juta

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun menetapkan satu tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Lembaga Keuangan Kelurahan (LKK) Manguharjo periode 2017–2022. Suyatno selaku Ketua LKK Manguharjo ditetapkan tersangka usai tim penyidik pidana khusus (pidsus) mengantongi alat bukti yang cukup. Penetapan tersangka tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Kota […]

    Bagikan
  • Disperindag Akui Terkendala Regulasi untuk Ambil Alih Kios Kosong Pasar Baru Magetan

    Disperindag Akui Terkendala Regulasi untuk Ambil Alih Kios Kosong Pasar Baru Magetan

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Sepinya lantai dua Pasar Baru Magetan tidak hanya merugikan pedagang, tetapi juga berdampak pada capaian retribusi daerah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan mengaku sudah berulang kali melayangkan teguran kepada pedagang, namun penertiban kios terbengkalai terbentur aturan. Kepala Bidang Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menjelaskan bahwa seluruh kios (bedak) di Pasar […]

    Bagikan
expand_less