Panik! Bocah 9 Tahun di Ngawi Tak Bisa Lepas Resleting, Begini Cara Damkar Menanganinya
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ngawi – Seorang anak berinisial L (9), warga Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, harus menjalani penanganan darurat setelah alat kelaminnya terjepit resleting celana yang ia kenakan. Kejadian tersebut membuat korban menangis histeris karena menahan sakit.
Insiden bermula saat orang tua korban mendapati putranya tak mampu melepaskan resleting yang menjepit bagian sensitif. Panik, keluarga kemudian membawa L ke Puskesmas Widodaren dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) Ngawi untuk mendapatkan bantuan. Upaya awal melepas resleting, bahkan setelah sebagian celana dipotong, tidak berhasil karena penjepitan sudah terlalu kuat.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkar Ngawi, Rochmat Angga Permadi, membenarkan adanya laporan yang masuk ke Pos Barat terkait permintaan pertolongan tersebut. Ia menyebut petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak. Penanganan dilakukan dengan sangat hati-hati karena bagian yang terjepit merupakan area yang sensitif, sehingga tidak boleh ditarik sembarangan,” jelasnya.
Proses pembebasan resleting dilakukan menggunakan peralatan sederhana. Petugas perlahan membuka struktur kawat pada resleting dengan tang, agar tekanan yang menjepit kulit bisa berkurang tanpa menambah luka.
Setelah sekitar satu jam, resleting akhirnya berhasil dilepas. Korban kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan oleh tenaga medis Puskesmas untuk memastikan tidak terjadi cedera serius.
Rochmat mengimbau warga, khususnya yang memiliki anak kecil dan remaja, agar lebih berhati-hati saat menggunakan pakaian beresleting. Ia menyarankan untuk memastikan resleting dikenakan dengan benar atau memilih pakaian yang lebih aman.
“Kami mengingatkan agar lebih waspada ketika memakai celana beresleting, terutama pada anak-anak,” tutupnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez






