
Sinergia | Kab. Madiun – Upaya meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar di Kabupaten Madiun terus dilakukan. Salah satunya melalui penerapan metode GASING yakni Gampang, Asyik, Menyenangkan yang diperkenalkan kepada para guru di Kecamatan Saradan dan Gemarang.
Metode pembelajaran yang menekankan langkah berhitung cepat dan logis ini diperkenalkan melalui pelatihan pengimbasan di Gedung Korwil 1 Saradan–Gemarang. Guru-guru peserta pelatihan mendapatkan materi dari trainer yang mempraktikkan teknik-teknik berhitung sederhana namun sistematis.
Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Saradan–Gemarang, Maryono, mengatakan pengimbasan GASING diarahkan untuk mengubah cara pandang guru terhadap proses belajar matematika. Ia menekankan bahwa kecemasan siswa terhadap matematika sering muncul dari pola ajar yang menekan, bukan dari materi itu sendiri.
“Harapannya, guru bisa membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan menumbuhkan kepercayaan diri siswa,” ujarnya Sabtu (06/12/2025).
Pelatihan ini juga dipandang sebagai langkah pemerataan kualitas pendidikan di wilayah pinggiran.
Ketua K3S Kecamatan Gemarang, Totok Darminto, menilai metode GASING dapat membantu sekolah-sekolah di daerah pegunungan agar tidak tertinggal dalam kemampuan numerasi. “Dengan pendekatan yang tepat, kemampuan matematika siswa tetap bisa bersaing,” katanya.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Saradan, Moh. Yusro, menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih humanis diperlukan untuk menghilangkan stigma siswa “tidak mampu” hanya karena kesulitan matematika. “Tidak ada anak yang bodoh. Mereka hanya belum mengerti. Tugas guru adalah memastikan setiap murid mendapat kesempatan memahami konsep,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap metode GASING dapat menjadi salah satu strategi memperkuat budaya belajar matematika yang positif. Inisiatif tersebut juga dikaitkan dengan tagline daerah, “Madiun Pandai Berhitung”, yang menargetkan peningkatan kemampuan numerasi secara berkelanjutan.(Tov/Krs)