Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Sakit, Mbok Yem Turun Lebih Awal dari Gunung Lawu

  • account_circle Sinergia Mediatama
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Mbok Yem saat di tandu turun gunung lawu karena sakit, Foto : Istimewa

Sinergia | Kab. Magetan – Bagi pendaki di Gunung Lawu pada Ramadhan tahun ini akan terasa berbeda. Pasalnya, Mbok Yem memilih turun dari Gunung Lawu lebih awal. Biasanya, Mbok Yem baru turun menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dari foto dan video yang beredar di media sosial, Mbok Yem atau Wakiyem nampak ditandu oleh beberapa orang saat turun dari gunung pada Selasa (4/3/2025) atau bertepatan dengan hari keempat bulan Ramadan. Sejumlah pria bergantian menandunya dari warung di Hargo Dalem, Gunung Lawu, melalui jalur Cemorosewu.

Momen turunnya Mbok Yem ini diabadikan dalam sebuah video singkat yang diunggah melalui akun TikTok @Akuessa.

“4 Maret 2025 Mbok Yem turun gunung, sehat selalu Mbok Yem. Semua pendaki menantikan kehadiran Mbok Yem kembali di warung tertinggi di Indonesia,” tulis pemilik akun tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di TikTok, Esa Adi Prasetya, pemilik akun, mengungkapkan bahwa sebagian besar orang yang menandu Mbok Yem adalah pendamping yang diminta oleh anaknya untuk membantu perjalanan turun.

“Saya kemarin ikut mendampingi. Selain pendamping, ada juga dua relawan dari PGL yang turut membantu. Total ada enam orang yang menemani perjalanan turun Mbok Yem,” kata Esa pada Rabu (5/3/2025).

Menurutnya, Mbok Yem mulai mengeluh sakit sejak awal Februari 2025. Kondisi fisiknya menurun, tubuhnya lemas, dan mengalami pembengkakan di kaki yang diduga akibat asam urat.

Menurut informasi, meskipun Mbok Yem turun untuk menjalani perawatan, warungnya tetap beroperasi seperti biasa. Dua orang yang biasanya membantu Mbok Yem di warung kini mengambil alih tugas melayani para pendaki.

“Warung tetap buka seperti biasa. Ada dua orang yang biasa membantu Mbok Yem tetap melayani pembeli di atas,” pungkasnya.

Tim Liputan – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Sinergia Mediatama

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    Ini Catatan Penting Dibalik Raihan Predikat Kabupaten Layak Anak 2025 bagi Magetan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kabupaten Magetan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Madya pada 2025. Penghargaan diberikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bertepatan Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2025. Namun baru pada tanggal 20 November 2025 piagam dari Pemerintah Provinsi baru diberikan kepada Kabupaten Magetan melalui Dinas PPKB PP dan PA. […]

    Bagikan
  • Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

    Serabi Tradisional Ponorogo Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Di tengah maraknya kuliner modern yang terus bermunculan, kue tradisional serabi Ponorogo masih bertahan dan tetap diminati masyarakat. Cita rasa khas yang gurih serta proses pembuatan yang masih mempertahankan cara tradisional menjadi daya tarik utama kuliner legendaris ini. Salah satu sentra serabi tradisional berada di Kerun Ayu, Desa Ploso Jenar, Kecamatan […]

    Bagikan
  • Diduga Laka Tunggal, Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Semak-Semak Bersama Motornya 

    Diduga Laka Tunggal, Perempuan 19 Tahun Ditemukan Tewas di Semak-Semak Bersama Motornya 

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Seorang perempuan muda berusia 19 tahun ditemukan tewas di semak-semak pinggir Jalan Raya Saradan–Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (27/06/2025) pagi. Di dekat jasad korban, ditemukan sepeda motor jenis matik dalam kondisi rusak. Polisi menduga korban tewas akibat kecelakaan tunggal. Korban diketahui bernama Jepi Novia, warga Desa Durenan, Kecamatan Gemarang. […]

    Bagikan
  • PSHT Pusat Madiun Perkuat Peran Kehumasan Sajikan Informasi yang Akurat

    PSHT Pusat Madiun Perkuat Peran Kehumasan Sajikan Informasi yang Akurat

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Di era digitalisasi serta keterbukaan publik, penyajian informasi yang akurat dan akuntabel sangatlah penting. Hal itu tentu bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada publik agar tidak termakan berita bohong atau hoaks. Disinilah peran humas sebuah organisasi sangat penting sebagai corong informasi. Dalam upaya memperkuat peran humas, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) […]

    Bagikan
  • CJH Ponorogo Bertolak ke Tanah Suci, 414 Jamaah Diberangkatkan Tahap Pertama

    CJH Ponorogo Bertolak ke Tanah Suci, 414 Jamaah Diberangkatkan Tahap Pertama

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Suasana haru menyelimuti halaman Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jumat (16/05/2025), saat ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Bumi Reog resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci. Sebanyak 414 jemaah tergabung dalam tiga kelompok terbang (kloter) diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya dengan menggunakan 10 armada bus. Pelepasan diwarnai tangis haru saat para jemaah berpamitan dengan […]

    Bagikan
  • 2 Hari Tidak Ada Kabar, Pria 31 Tahun di Kota Madiun Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

    2 Hari Tidak Ada Kabar, Pria 31 Tahun di Kota Madiun Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Warga Jalan Tawang Jaya RT 21 RW 06, Kota Madiun, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berusia 31 tahun meninggal dunia di dalam rumahnya, Kamis (17/9/2026). Agus Sutiyoso diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut. Penemuan jasad bermula setelah keluarga korban yang berada di Semarang meminta warga untuk mengecek kondisinya karena […]

    Bagikan
expand_less