
Sinergia | Madiun — Pemerintah Kabupaten Madiun memilih mengisi pergantian Tahun Baru dengan doa bersama dan sholawatan di Alun-alun Kabupaten Madiun. Alih-alih pesta kembang api, kegiatan ini digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus doa untuk masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak musibah.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan bahwa doa bersama tersebut diharapkan menjadi ikhtiar spiritual agar masyarakat diberi keselamatan dan kekuatan menghadapi berbagai ujian.
“Insya Allah nanti di alun-alun akan ada sholawatan, sekaligus berdoa agar saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara segera terbebas dari musibah. Semoga yang terinfeksi juga segera teratasi,” ujar Hari Wuryanto Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Madiun tetap menggelar perayaan Tahun Baru, namun dengan konsep yang lebih religius dan sederhana. Menurutnya, pendekatan ini dipilih agar peringatan pergantian tahun tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan juga ruang refleksi bersama.
“Perayaan tetap ada, tetapi bentuknya sholawatan dan doa bersama, bukan kembang api,” tegasnya. Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta komunitas lokal di Alun alun Reksogati Caruban. Pemkab Madiun berharap momentum pergantian tahun ini dapat memperkuat solidaritas sosial dan empati, sekaligus mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru dengan suasana yang lebih khidmat dan penuh kepedulian.(Tov/Krs).