
Sinergia | Kab.Madiun — Memasuki hari kedua rangkaian Bhakti Sosial Terpadu (BST), Pemerintah Kabupaten Madiun meninjau sejumlah program layanan publik dan pembangunan fisik di Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kamis (27/11/2025). Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Madiun Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, Forkopimda, serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan dimulai dengan apel pelatihan perlindungan masyarakat (Linmas). Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memperkuat kapasitas Linmas dalam menangani keamanan lingkungan, kedaruratan bencana, hingga potensi gangguan sosial. Pelatihan tersebut sekaligus menjadi evaluasi kesiapsiagaan Linmas sebagai garda terdepan penanganan awal berbagai peristiwa di tingkat desa.
Usai apel, rombongan bergerak menuju sejumlah titik pembangunan fisik. Salah satu yang ditinjau adalah proyek jambanisasi dan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik (IPAL). Program ini mencakup pembangunan saluran, instalasi pengolahan, hingga edukasi teknologi pengolahan limbah yang melibatkan pendanaan dan partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah menargetkan program ini dapat meningkatkan sanitasi dasar sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan hidup warga Muneng.
Dalam BST ini, Pemkab Madiun juga melaksanakan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah agar memiliki tempat tinggal yang aman, sehat, dan memenuhi standar dasar hunian. Pemerintah berharap intervensi ini dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Ditemui di sela kunjungan, Bupati Madiun menilai Desa Muneng memiliki posisi strategis karena berada di jalur penghubung Ngawi–Madiun. Menurutnya, lokasi tersebut menghadirkan peluang ekonomi bagi warga, terutama dalam sektor perdagangan dan jasa.
“Sektor pertanian juga cukup bagus. Hanya ada usulan terkait peningkatan jalan usaha tani, dan Insya Allah akan kita tindaklanjuti karena akses itu penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Hari Wuryanto.
Di bidang kesehatan, Bupati menyebut Desa Muneng mencatat indikator yang relatif baik. Angka stunting berada di kisaran dua kasus, sementara kasus demam berdarah nihil. Ia juga menyinggung tentang Program Kesehatan Gratis (PKG) yang sudah berjalan cukup lama. Tahun ini, Dinas Kesehatan menargetkan capaian peserta PKG mencapai 36 persen dari total penduduk Kabupaten Madiun.(Tov/Krs).