Pemkab Ponorogo Percepat Penanganan Jembatan Akses Ngrayun–Panggul
- account_circle Ega Patria
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 30
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Ponorogo — Pemerintah Kabupaten Ponorogo mempercepat langkah penanganan jembatan penghubung Kecamatan Ngrayun dengan wilayah Panggul, Trenggalek, melalui rapat koordinasi khusus dan pengajuan program Jembatan Garuda.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan percepatan dilakukan menyusul masih terputusnya akses warga akibat rusaknya jembatan di Dusun Purworejo, Desa Gedangan.
“Kita fokuskan dulu rapat percepatan. Ini sudah lama, jadi harus segera dicarikan solusi,” ujar Lisdyarita, rabu(18/2/2026).
Jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah Kecamatan Ngrayun dengan Kecamatan Panggul, sekaligus jalur vital menuju pusat pendidikan, ekonomi, dan layanan kesehatan.
Fokus Koordinasi Lintas Sektor
Menurut Lisdyarita, Pemkab saat ini tengah mematangkan skema penanganan melalui rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan koordinasi dengan unsur TNI.
“Kita juga akan diskusi dengan Dandim, barangkali bisa lewat program Jembatan Garuda. Apalagi ada instruksi presiden, akses sekolah harus diprioritaskan,” katanya.
Ia mengakui, kerusakan jembatan di Ngrayun tidak sepenuhnya disebabkan bencana alam, sehingga penanganannya tidak bisa langsung menggunakan skema darurat. Meski demikian, Pemkab tetap berupaya mencari jalur percepatan.
“Kita coba usulkan supaya bisa masuk skema bantuan yang memungkinkan penanganan lebih cepat,” ujarnya.
Selain jalur Jembatan Garuda, Pemkab juga menyiapkan pengajuan bantuan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai alternatif pendanaan.
“Ini juga sedang kami siapkan. Intinya, kita dorong semua jalur yang memungkinkan agar warga tidak terus menunggu,” kata Lisdyarita.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah menargetkan pengajuan pembangunan empat jembatan gantung Garuda dan lima jembatan tipe Aramco di sejumlah wilayah .
Lisdyarita menegaskan, percepatan pembangunan jembatan menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan masa depan masyarakat, khususnya pelajar yang setiap hari harus melintasi jembatan darurat.
“Kami mengupayakan yang tercepat. Ini bukan sekadar proyek, tapi menyangkut pendidikan, kesehatan, dan keselamatan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkab juga meminta OPD terkait segera melengkapi data teknis, status lahan, dan administrasi aset agar pengajuan bantuan tidak terkendala.
Melalui rapat percepatan dan koordinasi lintas pemerintahan, Pemkab Ponorogo berharap pembangunan jembatan permanen di jalur Ngrayun–Panggul dapat segera terealisasi dan mengakhiri keterisolasian warga.
Bagi warga Dusun Purworejo, jembatan bukan sekadar bangunan fisik. Ia adalah jalan menuju pendidikan, kesehatan, dan masa depan.
Tanpa jembatan permanen, mereka hanya memiliki satu pilihan: terus bertaruh nyawa di atas seutas harapan.
Melalui rapat percepatan dan upaya masuk program Jembatan Garuda, warga berharap akses Ngrayun–Panggul segera pulih dan kehidupan kembali berjalan normal tanpa rasa waswas.(ega).
- Penulis: Ega Patria
- Editor: Kris/Byg


