
Sinergia | Kota Madiun – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun tengah mengajukan rencana pembangunan sebuah jembatan baru pada tahun anggaran 2026. Infrastruktur tersebut direncanakan berada di kawasan Ring Road Barat, tepatnya di sisi Masjid Al-Kautsar, sebagai akses masuk menuju aset milik Pemerintah Kota Madiun di Kelurahan Manguharjo.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Madiun, Agus Tri Sukamto, menjelaskan bahwa hingga kini aset tersebut belum memiliki jalur masuk yang memadai. Karena itu, pembangunan jembatan dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka akses dan mendukung pemanfaatan lahan.
“Memang belum ada akses sama sekali menuju lokasi itu. Jembatan ini diusulkan sebagai pintu masuk agar aset bisa digunakan dengan optimal,” paparnya, Rabu (26/11/2025).
Agus menampik anggapan bahwa pembangunan jembatan bakal menjadi proyek pemborosan. Menurutnya, keberadaan jembatan justru menjadi fasilitas pendukung apabila pemerintah memutuskan pembangunan fasilitas baru di atas lahan tersebut.
“Dalam pembahasan kemarin, ada dua opsi pemanfaatan lahan. Bisa untuk sekolah rakyat atau pertanian terpadu. Semua masih menunggu arahan dari Pak Wali,” jelasnya.
Terkait kebutuhan anggaran, Agus menyebut nilainya belum dapat dipastikan karena desain jembatan masih menyesuaikan kondisi titik aset. Ia mengungkapkan kemungkinan struktur jembatan perlu dibuat miring agar sesuai kontur dan posisi lahan. Meski begitu, estimasi biaya awal berada di kisaran Rp 1–2 miliar.
Lebar jembatan diperkirakan 5–7 meter dengan panjang sekitar 10–15 meter. “Desain sudah ada, hanya keputusan final tetap berkaitan dengan anggaran. Panjangnya sudah fix, yang berpengaruh ke biaya adalah lebarnya,” pungkasnya. (Sur/Krs)