Berita Terkini
Trending Tags

Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 31 menit yang lalu
  • visibility 24
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Jibom Gegana evakuasi granat diduga sisa perang. (5/8/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat fragmentasi yang diduga masih aktif di lokasi proyek pembangunan fasilitas olahraga desa, Rabu (5/8/2026). Benda berbahaya tersebut ditemukan seorang pekerja saat meratakan tanah uruk yang berasal dari bongkaran sebuah rumah lama.

Setelah menerima laporan warga, aparat Polsek Maospati bersama Polres Magetan langsung mengamankan lokasi dan menutup area proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih menjelaskan, penemuan granat bermula dari laporan pekerja proyek yang menemukan benda mencurigakan saat proses pengurukan lahan yang akan dibangun menjadi tempat olahraga desa.

“Begitu ada laporan dari warga mengenai benda yang diduga bahan peledak, kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Tim Gegana yang memiliki Unit Jibom. Selanjutnya kami bersama Polres mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang masuk ke area penemuan,” ujarnya.

Menurut Vista, tanah yang digunakan untuk menguruk lokasi proyek berasal dari bekas rumah milik Aris (55), warga Desa Pandeyan. Saat tanah diratakan menggunakan pacul, pekerja menemukan benda menyerupai besi yang belakangan diketahui merupakan granat.

“Informasinya lokasi ini akan dibangun menjadi tempat olahraga. Tanah dipindahkan dari bekas rumah ke lokasi proyek, kemudian saat diratakan ditemukan benda tersebut oleh salah satu pekerja,” tambahnya.

Image Not Found
Granat aktif ditemukan di lokasi proyek di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Pekerja yang menemukan granat, Maeran, mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa benda yang dicangkulkan dan sempat dipegangnya merupakan granat aktif. Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah batu atau besi biasa yang ikut terbawa dalam tanah uruk.

“Saya meratakan tanah, sempat kena cangkul. Saya pegang karena saya kira batu atau besi biasa. Bahkan sempat saya geser dan lempar sedikit karena tidak tahu kalau itu granat. Setelah teman bilang bentuknya seperti granat, kami langsung melapor ke kepala dusun lalu diteruskan ke Babinsa dan polisi,” tuturnya.

Untungnya granat tersebut tidak meledak meski sempat terkena cangkul dan dipindahkan oleh pekerja.

Operator Jibom Gegana Surabaya, Aipda Gunanto, memastikan benda yang ditemukan merupakan granat militer jenis fragmentasi yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II dan kondisinya masih aktif.

“Ini granat militer jenis granat fragmentasi dan masih aktif. Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur,” jelasnya.

Gunanto mengingatkan bahwa granat tersebut memiliki daya ledak yang sangat berbahaya. Selain mampu merusak bangunan di sekitar titik ledakan, serpihan granat juga dapat menyebabkan korban jiwa.

“Daya ledaknya cukup besar. Serpihannya bisa mengenai orang dan mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Karena itu proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur,” tegasnya.

Usai granat berhasil diamankan, garis polisi di lokasi mulai dibuka. Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak, terutama di lokasi bekas bangunan lama atau area yang pernah menjadi kawasan bersejarah. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan warga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Guru PPPK Kabupaten Madiun Ikuti Pembinaan, Sekda Tekankan Adaptasi Digital dan Inovasi

    Ratusan Guru PPPK Kabupaten Madiun Ikuti Pembinaan, Sekda Tekankan Adaptasi Digital dan Inovasi

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Sebanyak 470 guru ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) angkatan 2022 dari jenjang SD dan SMP Negeri di Kabupaten Madiun mengikuti kegiatan pembinaan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Selasa (12/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto, menekankan pentingnya profesionalisme, inovasi, dan kemampuan literasi digital […]

    Bagikan
  • Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    Mimpi Takraw Putri Magetan yang Gagal Mengudara, Kalah Sebelum Bertanding

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Semangat mereka sudah membuncah sejak Februari. Enam kali latihan dalam sepekan, tas sudah dikemas, hotel di Malang sudah dipesan. Namun semua itu sirna hanya karena satu surat keputusan. Tim sepak takraw putri Kabupaten Magetan batal berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Bukan karena gagal seleksi atau […]

    Bagikan
  • Puluhan Personel Korem 081/DSJ Jalani Tes Urine, Hasil Negatif Narkotika

    Puluhan Personel Korem 081/DSJ Jalani Tes Urine, Hasil Negatif Narkotika

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Puluhan personel Korem 081/DSJ menjalani tes urine. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan dalam penyalahgunaan Narkoba. Sebelumnya dalam sosialisasi tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Danrem 081/Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa peredaran Narkoba di Indonesia saat ini menjadi ancaman nyata dan telah masuk ke […]

    Bagikan
  • Satpol PP Madiun Gembleng 30 Anggota Satlinmas, Bekali Kemampuan Ketertiban hingga Pertolongan Darurat

    Satpol PP Madiun Gembleng 30 Anggota Satlinmas, Bekali Kemampuan Ketertiban hingga Pertolongan Darurat

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar pembinaan bagi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari desa-desa se-Kabupaten Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 Juni 2026, di Markas Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim di Madiun. Sebanyak 30 anggota Satlinmas mengikuti pembinaan yang […]

    Bagikan
  • Pertamina Patra Niaga Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Imlek dan Ramadan 2026

    Pertamina Patra Niaga Tambah 1,09 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur Jelang Imlek dan Ramadan 2026

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi selama libur panjang Imlek dan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Perusahaan menambah lebih dari 1 juta tabung LPG 3 kilogram untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Libur panjang berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu (14/2/2026) hingga Selasa […]

    Bagikan
  • Ilut Belum Ditemukan, Sang Ibu : Anak Saya Masih Hidup

    Ilut Belum Ditemukan, Sang Ibu : Anak Saya Masih Hidup

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pencarian Ilut Apriliani, remaja penyandang disabilitas yang dilaporkan hilang di hutan Desa Lembean Wetan, Kecamatan Lembean, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus dilakukan hingga Minggu (11/5/2025). Memasuki hari ketiga, keberadaan Ilut masih belum diketahui meskipun ratusan personel gabungan telah dikerahkan. Sekitar 200 petugas dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga menyisir hutan […]

    Bagikan
expand_less