Berita Terkini
Trending Tags

Penemuan Granat Aktif di Magetan, Diduga Sisa Perang Dunia II

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 59
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tim Jibom Gegana evakuasi granat diduga sisa perang. (5/8/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Warga Desa Pandeyan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, dikejutkan dengan penemuan sebuah granat fragmentasi yang diduga masih aktif di lokasi proyek pembangunan fasilitas olahraga desa, Rabu (5/8/2026). Benda berbahaya tersebut ditemukan seorang pekerja saat meratakan tanah uruk yang berasal dari bongkaran sebuah rumah lama.

Setelah menerima laporan warga, aparat Polsek Maospati bersama Polres Magetan langsung mengamankan lokasi dan menutup area proyek untuk mencegah masyarakat mendekat. Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Jawa Timur kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Kapolsek Maospati AKP Vista Dwi Pujiningsih menjelaskan, penemuan granat bermula dari laporan pekerja proyek yang menemukan benda mencurigakan saat proses pengurukan lahan yang akan dibangun menjadi tempat olahraga desa.

“Begitu ada laporan dari warga mengenai benda yang diduga bahan peledak, kami langsung melaporkan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan Tim Gegana yang memiliki Unit Jibom. Selanjutnya kami bersama Polres mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang masuk ke area penemuan,” ujarnya.

Menurut Vista, tanah yang digunakan untuk menguruk lokasi proyek berasal dari bekas rumah milik Aris (55), warga Desa Pandeyan. Saat tanah diratakan menggunakan pacul, pekerja menemukan benda menyerupai besi yang belakangan diketahui merupakan granat.

“Informasinya lokasi ini akan dibangun menjadi tempat olahraga. Tanah dipindahkan dari bekas rumah ke lokasi proyek, kemudian saat diratakan ditemukan benda tersebut oleh salah satu pekerja,” tambahnya.

Image Not Found
Granat aktif ditemukan di lokasi proyek di Magetan. Foto : Kus-Sinergia

Pekerja yang menemukan granat, Maeran, mengaku sama sekali tidak menyadari bahwa benda yang dicangkulkan dan sempat dipegangnya merupakan granat aktif. Awalnya ia mengira benda tersebut hanyalah batu atau besi biasa yang ikut terbawa dalam tanah uruk.

“Saya meratakan tanah, sempat kena cangkul. Saya pegang karena saya kira batu atau besi biasa. Bahkan sempat saya geser dan lempar sedikit karena tidak tahu kalau itu granat. Setelah teman bilang bentuknya seperti granat, kami langsung melapor ke kepala dusun lalu diteruskan ke Babinsa dan polisi,” tuturnya.

Untungnya granat tersebut tidak meledak meski sempat terkena cangkul dan dipindahkan oleh pekerja.

Operator Jibom Gegana Surabaya, Aipda Gunanto, memastikan benda yang ditemukan merupakan granat militer jenis fragmentasi yang diperkirakan merupakan peninggalan Perang Dunia II dan kondisinya masih aktif.

“Ini granat militer jenis granat fragmentasi dan masih aktif. Kami evakuasi ke Surabaya untuk dimusnahkan sesuai prosedur,” jelasnya.

Gunanto mengingatkan bahwa granat tersebut memiliki daya ledak yang sangat berbahaya. Selain mampu merusak bangunan di sekitar titik ledakan, serpihan granat juga dapat menyebabkan korban jiwa.

“Daya ledaknya cukup besar. Serpihannya bisa mengenai orang dan mengakibatkan luka berat bahkan meninggal dunia. Karena itu proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati sesuai prosedur,” tegasnya.

Usai granat berhasil diamankan, garis polisi di lokasi mulai dibuka. Meski demikian, aparat mengimbau masyarakat agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa amunisi atau bahan peledak, terutama di lokasi bekas bangunan lama atau area yang pernah menjadi kawasan bersejarah. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keselamatan warga. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    Lupa Matikan Kompor, Rumah Mbah Siman Dilalap Si Jago Merah

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun  – Kebakaran melanda rumah sekaligus toko kelontong milik Siman (76) dan Sutari (75) di Jalan Gajah Mada, Kota Madiun, pada Senin (17/2/2025) sekitar pukul 10.58 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Damkar Kota Madiun menerjunkan 2 unit mobil penembak dan 2 unit mobil suplai dalam peristiwa ini. Kobaran api […]

    Bagikan
  • PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Se-Kota Madiun Gelar Manasik Haji, Tanamkan Keimanan Sejak Dini

    PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Se-Kota Madiun Gelar Manasik Haji, Tanamkan Keimanan Sejak Dini

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha, sebanyak 639 anak dari 11 lembaga PAUD Aisyiyah se-Kota Madiun mengikuti kegiatan Manasik Haji pada Rabu (04/06/2025) di Pahlawan Religi Center (PRC). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan sejak usia dini serta mengenalkan rukun Islam kelima, yaitu menunaikan ibadah haji. Didampingi […]

    Bagikan
  • Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    Jika Nekad Beroperasi, Satpol PP Pemkab Madiun Ancam Segel PT Wah Lung Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Ndor
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Dugaan pembangkangan terhadap perintah pemerintah daerah mencuat dalam aktivitas pembangunan yang dilakukan PT Wah Lung Indonesia di Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun. Satpol PP bahkan mengancam siap menyegelnya. Kepala Satpol PP Kabupaten Madiun, Imam Nurwedi, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. “Nanti kami akan turun untuk memastikan kondisi […]

    Bagikan
  • Meningkatkan Literasi Anak Kota Madiun Melalui Program Empok Remen

    Meningkatkan Literasi Anak Kota Madiun Melalui Program Empok Remen

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka kegiatan pembudayaan gemar membaca, Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat menggelar kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak. Hal itu juga guna meningkatkan literasi di Kota Madiun. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program kerja 100 hari Walikota Madiun, dengan salah satu program unggulannya yaitu Madiun […]

    Bagikan
  • Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    Pencarian Bocah 4 Tahun Hilang di Madiun Belum Membuahkan Hasil, Radius Diperluas

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Upaya pencarian terhadap Rizuka Putra Ramadhan (4), bocah yang dilaporkan hilang di Desa Tulung, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hingga Selasa (14/4/2026) siang masih belum membuahkan hasil. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, relawan, hingga Brimob terus menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban. Kapolsek Saradan, AKP Sukoco, mengatakan pencarian dilakukan […]

    Bagikan
  • Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    Peluncuran IPKD MCP 2025, Wali Kota Madiun Komitmen Mewujudkan Kota Anti Korupsi

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota dan Wakil Walikota Madiun mengikuti Peluncuran Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) Monitoring Center for Prevention (MCP) Tahun 2025 secara virtual pada Rabu (5/2/2025) di gedung GCIO Kota Madiun. Peluncuran ini juga di ikuti 38 Provinsi, 419 Kabupaten dan 93 Kota yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). […]

    Bagikan
expand_less