Berita Terkini
Trending Tags

Koper Calon Jamaah Haji Ponorogo Diberi Tanda Unik, dari Boneka hingga Infus agar Tak Tertukar

  • account_circle Ega Patria
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 222
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Koper CJH Ponorogo diberi tanda unik agar tak tertukar saat di Tanah Suci. (24/4/2026), Foto : Ega-Sinergia

Sinergia | Ponorogo – Pemandangan unik terlihat di Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Ponorogo, Jumat (24/4/2026) pagi. Ratusan koper milik Calon Jamaah Haji (CJH) yang dikumpulkan sebelum dikirim ke Embarkasi Surabaya tampak dihiasi beragam penanda unik.

Mulai dari boneka, plastik kresek, kain, bola tenis, hingga gantungan menyerupai infus dipasang di koper para jamaah. Aksesori tersebut sengaja dipasang sebagai penanda agar koper mudah dikenali dan tidak tertukar saat proses perjalanan maupun setibanya di Tanah Suci.

Salah satu calon jamaah haji, Susilah, memilih memasang plastik kresek warna merah di kopernya. Menurutnya, cara itu murah namun efektif.

“Pakai kresek warna merah. Murah, tidak beli, jadi tidak keluar uang. Mudah-mudahan aman, sama suami,” ujar Susilah.

Susilah mengaku telah menunggu selama 14 tahun untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Ia mendaftar haji sejak tahun 2012.

“Sudah 14 tahun menunggu, daftar tahun 2012. Ini persiapan berangkat,” tambahnya.

Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Ponorogo, Marjuni, mengatakan tidak ada aturan khusus terkait penambahan penanda unik di koper jamaah. Namun, hal itu diperbolehkan selama tidak mengganggu identitas resmi koper dan ketentuan barang bawaan.

Menurutnya, penanda tersebut justru sangat membantu jamaah ketika mengambil koper di Arab Saudi.

“Biasanya di lobi hotel koper diturunkan satu per satu. Kalau jamaah sudah menandai sejak awal di tanah air, maka akan memudahkan mereka saat mengambil koper untuk dibawa ke kamar hotel masing-masing,” jelas Marjuni.

Ia menambahkan, tanpa penanda khusus, jamaah berpotensi kesulitan mengenali barang bawaannya, terutama dalam kondisi ramai.

“Tanda itu yang penting tidak mengganggu identitas resmi. Ada yang pakai boneka, kain, dasi, rajut, dan lainnya. Yang penting nyaman dan mudah dikenali,” imbuhnya.

Tahun ini, 564 CJH Ponorogo yang diberangkatkan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Para jamaah dijadwalkan mulai diberangkatkan menuju Embarkasi Surabaya pada Minggu, 26 April 2026 dini hari pukul 01.00 WIB.

Keberadaan penanda unik di koper ini menjadi salah satu cara sederhana namun efektif agar jamaah lebih mudah mengenali barang bawaannya selama menjalankan ibadah haji. (Ega)

Bagikan
  • Penulis: Ega Patria
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    Alokasi Pupuk Subsidi di Magetan Bertambah, HET Turun Ikuti Kebijakan Terbaru Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Magetan kembali bertambah. Tambahan kuota ini diharapkan mampu mengamankan kebutuhan pupuk petani hingga akhir tahun. Hal itu di tengah tingginya tingkat serapan pupuk yang sudah mencapai 85 persen per November. Staf Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pupuk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Edy […]

    Bagikan
  • Bupati Madiun Dorong Harmonisasi Guru dan Kepala Sekolah demi Pendidikan “Bersahaja”

    Bupati Madiun Dorong Harmonisasi Guru dan Kepala Sekolah demi Pendidikan “Bersahaja”

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menegaskan pentingnya hubungan kerja yang harmonis antara kepala sekolah dan guru sebagai fondasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Madiun. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan semakin kompleks dan menuntut para pemimpin sekolah bersikap visioner, proaktif, serta solutif dalam menghadapi perubahan. “Kasek dan guru harus harmonis. Jangan sampai […]

    Bagikan
  • PT. KAI Madiun Siagakan 305 Personil Keamanan Selama Nataru

    PT. KAI Madiun Siagakan 305 Personil Keamanan Selama Nataru

    • calendar_month Senin, 23 Des 2024
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Sinegia | Kota Madiun – PT KAI Daop 7 Madiun mulai melaksanakan posko Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Hal itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dipimpin oleh Suharjono Kepala PT KAI (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun di Kantor PT KAI Daop 7 Madiun, Senin (23/12/2025). Posko […]

    Bagikan
  • Arus Balik Lebaran, Jalur Ponorogo–Madiun Padat Merayap

    Arus Balik Lebaran, Jalur Ponorogo–Madiun Padat Merayap

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Arus balik Lebaran di jalur Ponorogo menuju Kabupaten Madiun terpantau mengalami kepadatan, Selasa (24/3/2026). Tepatnya di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, atau di sekitar Pos Mlilir, ribuan kendaraan roda empat terlihat padat merayap. Kepadatan terjadi akibat tingginya volume kendaraan pemudik yang kembali ke kota asal. Antrean panjang bahkan terpantau mulai dari kawasan […]

    Bagikan
  • Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    Kasus Bayi Alami Luka Bakar di Magetan Belum Temui Titik Terang, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Perkembangan penyelidikan kasus luka bakar yang dialami bayi perempuan berusia tujuh hari di Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, hingga kini masih belum jelas. Laporan yang telah diajukan sejak Februari 2026 itu belum menghasilkan kepastian hukum yang diharapkan pihak keluarga. Karena belum adanya kejelasan, keluarga korban akhirnya mengajukan permohonan pendampingan ke DPC PDI […]

    Bagikan
  • Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    Sebuah Warung di Madiun Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp. 50 Juta

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun – Sebuah warung milik Sujoko, warga Desa Jetis, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, terbakar pada Rabu (19/11) sekitar pukul 19.20 WIB. Api dengan cepat membesar lantaran bangunan warung didominasi material kayu. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Andi Koerniawan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam setelah menerima […]

    Bagikan
expand_less