Penutup Drainase Banyak Dicuri, Pemkab Magetan Geram dan Tempuh Langkah Hukum
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Aksi pencurian besi penutup drainase di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Magetan menjelang Hari Raya Idulfitri memicu keprihatinan pemerintah daerah. Selain merugikan keuangan daerah, hilangnya fasilitas umum tersebut juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Besi penutup drainase yang hilang merupakan bagian dari infrastruktur jalan yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kehilangannya berdampak langsung pada meningkatnya risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas di lokasi dengan kondisi drainase terbuka.
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan bahwa tindakan pencurian fasilitas publik tidak bisa ditoleransi. Ia menilai, perbuatan tersebut merugikan masyarakat luas karena fasilitas yang diambil merupakan hasil pembangunan dari dana publik.
“Ini sangat memprihatinkan. Penutup drainase itu dibangun dari uang rakyat. Ketika dicuri, bukan hanya pemerintah yang dirugikan, tetapi masyarakat pengguna jalan juga ikut terdampak,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari warga. Menindaklanjuti hal tersebut, Suyatni bersama jajaran terkait langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ditemukan beberapa titik penutup drainase yang hilang, salah satunya di ruas jalan depan SMPN Ngariboyo. Di lokasi tersebut, sedikitnya tiga penutup drainase dilaporkan tidak ada di tempat. Temuan serupa juga diduga terjadi di titik lain di wilayah Magetan.
“Setelah kami cek langsung, memang ada beberapa penutup drainase yang hilang. Di depan SMPN Ngariboyo saja ada tiga titik yang sudah tidak ada besinya, dan kemungkinan masih ada di lokasi lain,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi drainase terbuka sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari atau ketika jarak pandang terbatas. Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan adalah potensi gangguan lingkungan.
“Kalau penutupnya hilang, sampah berukuran besar bisa langsung masuk ke saluran. Ini berisiko menyebabkan penyumbatan, genangan, bahkan banjir saat hujan turun,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Magetan, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut dan menindak tegas pelaku. Pengawasan terhadap fasilitas umum juga akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Suyatni juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas publik dengan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
“Kami minta masyarakat lebih waspada. Jika menemukan hal mencurigakan atau aksi pencurian, segera laporkan agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez







