Berita Terkini
Trending Tags

Peringati Bulan Suro, Prosesi Jamasan Burung Perkutut Penuh Makna Filosofi

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
  • visibility 30
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Proses jamasan perkutut katuranggan, Foto : Surya – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah atau bagi orang Jawa dikenal bulan Suro, komunitas Pecinta Burung Perkutut (Pecintut) Kota Madiun menggelar serangkaian acara budaya yang sarat makna. Kegiatan utama berupa jamasan atau ritual memandikan burung perkutut katuranggan, serta pameran dan pelepasan burung, dilaksanakan pada Jumat (27/06/2025) di Jalan Makam Tentara, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Dalam prosesi jamasan tersebut, sekitar 15 burung perkutut katuranggan dimandikan secara khusus dengan tata cara mirip penjamasan pusaka, untuk membersihkan energi negatif dan menumbuhkan energi positif yang selaras dengan pemiliknya.

Wali Kota Madiun, Maidi, turut hadir dan secara simbolis membuka kegiatan dengan membunyikan gong. Ia menyampaikan apresiasi atas pelestarian budaya lokal yang semakin menggeliat di tengah masyarakat.

“Karena salah satu visi-misi saya adalah menjadikan Madiun sebagai kota berbudaya, maka semua budaya yang ada kita giatkan. Budaya jamasan perkutut ini bagus, apalagi dilaksanakan tepat di momen Satu Suro. Kegiatan seperti ini harus kita besarkan agar menjadi agenda tahunan,” ungkap Maidi.

Sementara itu panitia acara, Ki Wisnu Sejati, menjelaskan bahwa jamasan burung perkutut bukan sekadar tradisi, melainkan juga bentuk pelestarian nilai-nilai filosofis Jawa. Menurutnya, burung perkutut memiliki beragam jenis katuranggan seperti Songgo Ratu, Sriwiti, hingga Wisnu Murti, yang masing-masing mencerminkan karakter dan perjalanan hidup manusia.

“Jamasan ini rutin kita adakan setiap Satu Suro, dan tahun ini adalah yang kedua kalinya. Tema yang kita usung adalah ‘Madiun Berbudaya’ dengan nuansa Mataraman. Burung perkutut bukan hanya hewan peliharaan biasa, tetapi dipercaya membawa filosofi dan keberuntungan, terutama bagi masyarakat Jawa,” jelasnya.

Selain jamasan, rangkaian kegiatan juga mencakup pelepasan burung perkutut ke alam bebas sebagai upaya pelestarian, pameran burung katuranggan, serta ritual selamatan sebagai bentuk syukur dan pelestarian budaya.

Acara ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dan mendapat sambutan antusias dari warga. Diharapkan, kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi salah satu ikon budaya Kota Madiun.

Surya – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Batak Madiun Raya Desak Bitner Cabut Gugatan Kasus Pedagang Sayur

    Pemuda Batak Madiun Raya Desak Bitner Cabut Gugatan Kasus Pedagang Sayur

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Sejumlah warga Batak yang tergabung dalam Pemuda Batak Bersatu Se Madiun Raya mendatangi Kantor Desa Pesu Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan, pada Senin (10/2/2025) pukul 10.00 WIB.  Kedatangan perwakilan warga Batak yang tinggal di Magetan, Madiun, Ponorogo dan Ngawi ini bermaksud untuk memberikan dukungan kepada pemerintah Desa Pesu dan juga para […]

    Bagikan
  • Kota Madiun Jadi Rujukan, Wali Kota Pare-Pare Studi Banding Tata Kota dan Pemerintahan

    Kota Madiun Jadi Rujukan, Wali Kota Pare-Pare Studi Banding Tata Kota dan Pemerintahan

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun kembali menjadi rujukan studi banding bagi kota lain. Kali ini, Wali Kota Pare-Pare Tasming Hamid bersama Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Pare-Pare melakukan kunjungan kerja ke Kota Madiun, Senin (05/05/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam menata kota dan […]

    Bagikan
  • Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    Damkar dan Relawan Evakuasi Kambing Tercebur ke Sumur Sedalam 13 Meter

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seekor kambing milik Katiyem (70), warga Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, tercebur ke dalam sumur sedalam kurang lebih 13 meter. Kambing tersebut biasanya dilepasliarkan di area belakang rumah yang berpagar. Namun, pada Senin (27/10/2025) siang, kambing itu ditemukan dalam kondisi lemas di dasar sumur. “Biasanya memang dilepasliarkan di belakang rumah. […]

    Bagikan
  • Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    Kemeriahan Festival Jenang Candi 2025, Dari Arak-Arakan Gunungan Hingga Rebutan di Pasar Londo

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Desa Candirejo, Magetan, dipenuhi lautan manusia pada Minggu (14/9/2025). Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti Andum Berkah Festival Jenang Candi 2025, sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti. Acara dimulai dengan arak-arakan gunungan berisi jenang candi, sayur-mayur hasil bumi, dan kerajinan kulit khas Magetan. Gunungan itu diarak keliling desa sebelum akhirnya dibawa ke Pasar […]

    Bagikan
  • CoE Magetan 2026 Dikecam, Jumlah Event Anjlok, Inovasi Mandek, Komunitas Merasa Dimatikan

    CoE Magetan 2026 Dikecam, Jumlah Event Anjlok, Inovasi Mandek, Komunitas Merasa Dimatikan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Peluncuran Calendar of Events (CoE) Magetan 2026 yang digelar meriah di Festival Plaza Ndoyo, Kamis (11/12/2025), justru memicu gelombang kritik dari publik dan pelaku wisata. Di tengah panggung seni, happening art bertema Samata Samapita, hingga parade musik keroncong yang digelar selama tiga hari, substansi kalender event dinilai jauh dari memuaskan. Sorotan […]

    Bagikan
  • Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    Ops Sikat 2025, Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Curanmor

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kepolisian Resor (Polres) Madiun Kota berhasil mengungkap dua kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukumnya. Dua kasus tersebut terjadi di lokasi berbeda, yakni di Hotel Liyasa, Kelurahan Josenan, dan Hotel Raya Kusuma, Kelurahan Patihan, Kota Madiun. Kasatreskrim Polres Madiun Kota, IPTU Agus Riadi, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil […]

    Bagikan
expand_less