Berita Terkini
Trending Tags

Petani Magetan Akui Distribusi Pupuk Lebih Mudah, Serapan Capai 60 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Seorang petani tengah menyebarkan pupuk, Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Para petani di Kabupaten Magetan mengaku tahun ini distribusi pupuk subsidi terasa lebih mudah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan oleh Mbah Pangat, salah satu petani di Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan.

“Sekarang lebih gampang, stoknya juga cukup. Kalau harga urea sekitar Rp. 135 ribu, Poska Rp. 140 ribu per sak. Lebih enak dibanding dulu,” ujarnya, Kamis (02/10/2025).

Menurut Mbah Pangat, pembelian pupuk subsidi biasanya dilakukan melalui kelompok tani dengan jatah tertentu. 

“Kalau lewat kelompok tani, biasanya KTP difotokopi dulu untuk pendataan, baru dapat jatah. Kalau non-subsidi bisa langsung beli di kios,” tambahnya.

Pengakuan petani itu sejalan dengan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan. Staf Bidang Sarpras Pupuk, Edy Utomo, menyebut serapan pupuk subsidi hingga September 2025 rata-rata sudah mencapai 60 persen dari total alokasi.

“Alokasi pupuk tahun ini setelah realokasi kedua, Magetan mendapat 23.634 ton urea, 19.569 ton NPK, 24,4 ton NPK formula khusus, dan 10.339 ton pupuk organik. Dari jumlah itu, serapannya sekitar 60 persen,” ungkap Edy.

Ia menambahkan, realokasi sempat menambah pasokan sekitar 300 ton NPK. Meski demikian, tidak ada kendala besar dalam distribusi pupuk di lapangan. 

“Hanya ada kendala teknis kecil, seperti KTP petani yang buram sehingga tidak terbaca sistem. Itu bisa segera diatasi,” jelasnya.

Edy menjelaskan, mekanisme penebusan pupuk kini lebih fleksibel. Petani bisa langsung melakukan pembelian di kios resmi tanpa harus melalui kelompok tani. Adapun sasaran penerima pupuk subsidi sudah ditetapkan untuk sepuluh komoditas, mulai dari padi, jagung, kedelai, tebu, kopi, kakao, cabai, bawang merah, bawang putih, hingga ubi kayu.

“Komoditas lain seperti kubis memang belum terakomodasi, tapi kami sudah melakukan usulan ke kementerian. Mudah-mudahan ke depan bisa dimasukkan,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, petani berharap kelancaran distribusi pupuk terus terjaga, sehingga kebutuhan musim tanam kedua di Magetan tidak terganggu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Strategis 2026, Wali Kota Maidi Targetkan Februari Masuk Lelang

    Proyek Strategis 2026, Wali Kota Maidi Targetkan Februari Masuk Lelang

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Wali Kota Madiun, Maidi menekankan agar seluruh proyek strategis tahun 2026 masuk tahap lelang paling lambat Februari mendatang. Hal itu ditekankan dihadapan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam bimbingan teknis pengadaan barang/jasa pada Selasa (13/01/2026) di aula resto Ayam Pemuda Kota Madiun. Hal itu agar proyek dapat segera dikerjakan tidak mepet […]

    Bagikan
  • Satintelkam Polres Madiun Kota Layani 1.965 Pemohon SKCK

    Satintelkam Polres Madiun Kota Layani 1.965 Pemohon SKCK

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam kurun waktu 3 hari kerja, pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) membludak di Satintelkam Polres Madiun Kota. Hingga hari keempat pada Selasa (16/09/2025) antrian masih nampak di unit pelayanan SKCK di Jalan Sumatera Kota Madiun ini. Peningkatan pemohon SKCK ini imbas pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian […]

    Bagikan
  • KAI Daop 7 Catatkan Kenaikan Penumpang Sekitar 7 Persen

    KAI Daop 7 Catatkan Kenaikan Penumpang Sekitar 7 Persen

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kinerja angkutan penumpang Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang September 2025, tercatat sebanyak 444.491 pelanggan diberangkatkan dari wilayah operasional Daop 7. Angka tersebut naik 7 persen atau setara 28.878 penumpang dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat 415.613 pelanggan. “Peningkatan ini […]

    Bagikan
  • Wali Kota Madiun Serahkan SK Pengangkatan 290 ASN di TPA Winongo

    Wali Kota Madiun Serahkan SK Pengangkatan 290 ASN di TPA Winongo

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Madiun tidak dilakukan di gedung pemerintahan ataupun hotel berbintang. Namun, Wali Kota Madiun, Maidi menyerahkan SK pengangkatan kepada 290 ASN di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo di Kecamatan Manguharjo pada Selasa (03/06/2025).  Rinciannya, 52 SK diberikan kepada Pegawai Negeri […]

    Bagikan
  • Heboh Tahan Ijazah Eks Karyawan, FSPMI Jatim Desak Penindakan Tegas di Pabrik Plastik Madiun

    Heboh Tahan Ijazah Eks Karyawan, FSPMI Jatim Desak Penindakan Tegas di Pabrik Plastik Madiun

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kasus dugaan penahanan ijazah eks karyawan oleh perusahaan plastik CV Sukses Jaya Abadi di Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, terus menuai sorotan. Kali ini, Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Jawa Timur angkat suara dan mendesak pemerintah bertindak tegas. Pengurus DPW FSPMI Jawa Timur, Nuruddin Hidayat, menegaskan praktik […]

    Bagikan
  • Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    Pelajar SMK di Magetan Ditemukan Tewas di Bengawan Madiun, Diduga Terjun dari Jembatan

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pelajar SMK di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjun ke Sungai Bengawan Madiun dari Jembatan Ngujur, Desa Gorang Gareng Taji, Kecamatan Nguntoronadi Kamis (23/4/2026). Korban diketahui bernama Davin Andriano Mustaqin (19), warga Desa Kuwonharjo, Kecamatan Takeran. Peristiwa tersebut terungkap pada Rabu (22/4/2026), dan sempat mengundang perhatian […]

    Bagikan
expand_less