Baru 2 Bulan Menjabat! Kajari Magetan Dipromosikan ke Kejagung Usai Bongkar Kasus Korupsi Pokir DPRD
- account_circle Kusnanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 66
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Magetan – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Sabrul Iman, mendapat promosi jabatan. hal itu tak lama setelah berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi dana pokok pikiran (pokir) DPRD Magetan periode 2020–2024. Dalam perkara tersebut, Ketua DPRD Magetan, Suratno, bersama lima orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan pada Kamis (23/4/2026).
Sabrul kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar di Aula Sasana Adhyaksa, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Senin (27/4/2026), dan dipimpin oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Agus Sahat.
Kenaikan jabatan ini tergolong cepat, mengingat Sabrul baru sekitar dua bulan menjabat sebagai Kajari Magetan sejak dilantik pada 23 Februari 2026. Meski singkat, di bawah kepemimpinannya Kejari Magetan mampu mengungkap kasus korupsi pokir yang menyeret pimpinan DPRD setempat bersama lima tersangka lainnya.
Posisi Kajari Magetan kini diisi oleh Soekesto Ariesto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Aceh Jaya. Ia resmi dilantik untuk melanjutkan kepemimpinan di Kejari Magetan.
Selain pergantian Kajari Magetan, sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan Kejati Jawa Timur juga turut dilantik. Di antaranya Wakil Kepala Kejati Jawa Timur Luhur Istigfar, Asisten Intelijen Prie Wijeksono, serta Asisten Tindak Pidana Khusus IG Punia Atmaja NR, bersama beberapa kepala kejaksaan negeri di daerah lain.
Dalam sambutannya, Agus Sahat menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja serta efektivitas institusi.
“Ini adalah amanah sekaligus kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi peluang untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi institusi dan negara,” ujarnya.
Ia juga meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing, memahami karakteristik wilayah tugas, serta membangun komunikasi yang baik. Penanganan perkara, lanjutnya, harus tetap menjadi prioritas utama.
Agus menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.
“Jangan sampai ada kompromi terhadap pelanggaran atau praktik yang dapat merusak nama baik institusi. Integritas harus dijaga,” tegasnya.
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dalam memperkuat struktur kepemimpinan sekaligus menjaga konsistensi penegakan hukum, khususnya dalam penanganan kasus korupsi yang menjadi sorotan publik.
Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Magetan, Moh. Andy Sofyan, memastikan bahwa Kajari yang baru telah mulai bertugas sejak Selasa (28/4/2026). Ia menegaskan seluruh aktivitas kelembagaan tetap berjalan normal, termasuk proses penyidikan perkara yang tengah berlangsung.
“Benar, Kajari baru sudah dilantik dan mulai hari ini resmi bertugas di Magetan,” ujarnya. (Kus)
- Penulis: Kusnanto
- Editor: Diez





