Selasa, 27 Okt 2026
Trending Tags

Siswa Keracunan, Dinkes Madiun Akui Makanan Basi, Hasil Uji Lab Negatif Bakteri

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 274
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, dr Heri Setyana, Foto : Tova Pradana – Sinergia

Sinergia | Kab. Madiun – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun akhirnya buka suara terkait hasil uji laboratorium sisa makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Anak, Desa Klecorejo. Sampel makanan yang diuji terkait kasus puluhan siswa yang mengalami mual dan muntah usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, Dinkes mengklaim makanan yang dikonsumsi para siswa dinyatakan negatif dari kandungan mikrobiologi maupun bahan kimia berbahaya.

“Tidak ditemukan toksin maupun kandungan kimia yang bersifat meracuni makanan tersebut,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Madiun, dr. Heri Setyana, saat dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025).

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan sebanyak 51 siswa penerima MBG mengalami keluhan mual hingga muntah setelah menyantap menu nasi goreng dengan topping jagung dan telur goreng suwir. Puluhan siswa tersebut sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas dan di Rumah Sakit.

dr Heri menyebut pihaknya masih akan melakukan kajian lanjutan untuk menelusuri penyebab pasti munculnya keluhan tersebut. Menurutnya, gejala mual dan muntah tidak selalu disebabkan oleh keracunan makanan.

“Kondisi seperti ini bisa dipengaruhi banyak faktor. Selain dugaan keracunan, bisa juga karena alergi makanan atau kondisi pencernaan anak yang kurang baik saat merespons makanan yang disajikan,” jelasnya.

Dinkes Kabupaten Madiun juga mengakui bahwa saat pengambilan sampel, secara organoleptik yakni pemeriksaan melalui aroma dan tekstur makanan tersebut terindikasi sudah tidak layak konsumsi.

“Secara organoleptik, pemeriksaan fisik dan penciuman memang terkesan seperti sudah basi. Namun setelah diuji di laboratorium, hasilnya tetap negatif,” kata Heri.

Sementara itu, hingga saat ini SPPG Cinta Anak Klecorejo masih belum diperbolehkan beroperasi. Operasional baru dapat kembali dilakukan setelah memperoleh rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta diterbitkannya Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi. (Tov/Krs)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Dapur MBG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis

    Tiga Dapur MBG Polres Magetan Kembali Beroperasi, Ribuan Pelajar Terima Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Magetan kembali mengoperasikan layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sempat berhenti selama masa libur sekolah. Kembalinya operasional dapur gizi ini ditujukan untuk memastikan ribuan pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya kembali memperoleh asupan makanan bergizi sejak hari pertama […]

    Bagikan
  • Kehadiran Becak Listrik, Bupati Madiun : Transportasi Ramah Lingkungan dan Kesejahteraan Abang Becak photo_camera 4

    Kehadiran Becak Listrik, Bupati Madiun : Transportasi Ramah Lingkungan dan Kesejahteraan Abang Becak

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Masyarakat Kabupaten Madiun menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan bantuan berlangsung di Pendopo Ronggo Jumeno, Minggu (8/2/2026). Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengemudi becak […]

    Bagikan
  • Banyak yang Belum Tahu! Surga Alam Ini Ternyata Ada di Tulungagung

    Banyak yang Belum Tahu! Surga Alam Ini Ternyata Ada di Tulungagung

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Sinergia | Tulungagung – Ranu Gumbolo di Dusun Bantengan, Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit masyarakat. Danau alami yang dikelilingi hutan pinus ini menawarkan suasana sejuk dan pemandangan yang menarik bagi pengunjung. Lokasinya berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat kota Tulungagung, dan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih […]

    Bagikan
  • Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    Keseruan Bermain Sambil Belajar di Kids Library Demangan

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tak salah jika Kota Madiun menjadi Kota yang ramah anak. Bagaimana tidak, anak-anak tidak akan bingung untuk memilih tempat untuk bermain atau pun sambil belajar. Ya, di sudah Taman Hijau Demangan, Pemerintah Kota Madiun telah menyediakan fasilitas umum yakni Kids Library. Fasilitas itu merupakan ruang perpustakaan yang dirancang khusus untuk […]

    Bagikan
  • Tiga Mobil Ready, Satu Mangkrak, Ancaman Kebakaran Menghantui Warga Madiun di 15 Kecamatan

    Tiga Mobil Ready, Satu Mangkrak, Ancaman Kebakaran Menghantui Warga Madiun di 15 Kecamatan

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Warga di bumi kampung pesilat patut was was jika terjadi kebakaran. Pemicunya jumlah unit mobil pemadam kebakaran yang jauh dari kata ideal. Hingga saat ini Kabupaten Madiun hanya memiliki 4 unit mobil damkar, tragisnya salah satu di antaranya mangkrak dan mati pajak. Tiga unit mobil yang ready berada di sekitar […]

    Bagikan
  • KUA-PPAS Terlambat, Penyusunan R-APBD 2026 Magetan Hanya Ada Waktu 10 Hari

    KUA-PPAS Terlambat, Penyusunan R-APBD 2026 Magetan Hanya Ada Waktu 10 Hari

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Magetan untuk tahun anggaran 2026 berlangsung tidak seperti biasanya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses pembahasan bisa memakan waktu berbulan-bulan, kali ini DPRD dan Pemerintah Kabupaten Magetan hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk merampungkannya. Ketua DPRD Magetan, Suratno, menjelaskan bahwa keterbatasan waktu […]

    Bagikan
expand_less