Berita Terkini
Trending Tags

Viral Soal Beras Premium Oplosan, Pedagang di PBM Keluhkan Sepi Pembeli

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
  • visibility 56
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Dinas Perdagangan Kota Madiun gelar sidak di Pasar Besar Madiun, Foto : Kriswanto – Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Ramainya informasi terkait beras premium yang diduga oplosan menjadi keresahan tersendiri bagi pedagang di Pasar Besar Madiun (PBM). Mereka merasakan dampak turun minat pembeli terhadap beras kualitas premium. Bahkan, sepekan terakhir tidak konsumen yang membeli beras tersebut.

“Sudah seminggu ini tidak ada yang beli. Memang jarang yang minat tetapi biasanya masih ada yang beli. Soalnya kalau tidak laku tidak bisa kembali ke supplier,” ujar Chesya Jasmin, pedagang PBM saat dikonfirmasi Kamis (17/07/2025).

Dinas Perdagangan Kota Madiun bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Polres Madiun Kota melakukan pemantauan terhadap beras premium di pasar tradisional di Kota Madiun. Pedagang berharap dengan pemantauan tersebut dapat memastikan jika beras premium yang beredar tidak termasuk beras oplosan.

“Ya mudah-mudahan dari pemantauan dinas ini bisa menyakinkan masyarakat kalau yang di pasar ini benar-benar beras premium. Sebelum adanya berita beras premium oplosan itu biasanya bisa menjual 3-5 pack. Tetapi saat ini belum ada yang beli. Ini juga stok lama belum berani ambil lagi,” ungkap Chesya.

Disperdag Kota Madiun Pantau di Pasar, Pastikan Beras Premium Sesuai Ketentuan

Siti Nurjanah, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperdag Kota Madiun mengatakan pemantauan ini dilakukan terhadap merk-merk beras premium yang masuk daftar diduga oplosan. Namun, hasil temuan memastikan jika kualitas beras premium sesuai dengan ketentuan.

“Ini tadi kita sudah buka kemasan dan dilakukan pengecekan langsung terhadap kualitas berasnya. Sejauh ini beras premium sesuai dengan ketentuan. Termasuk beratnya juga kita ukur sesuai dengan packing-nya,” terangnya.

Pemantaun beras premium ini tidak hanya dilakukan di PBM, namun juga menyasar pasar tradisional lain seperti Pasar Sleko maupun Pasar Srijaya. Tidak menutup kemungkinan juga menyasa ke pasar-pasar modern di Kota Madiun.

“Juga ada beberapa merk lain beras premium yang beredar di pasar besar ini juga kita cek. Semoga tidak ada terkait beras premium yang terindikasi oplosan di pasar-pasar Kota Madiun. Upaya pemantauan ini juga menyangkut perlindungan terhadap konsumen,” pungkas Siti.

Pengawasan terhadap bahan kebutuhan pokok ini akan rutin dilakukan Disperdag Kota Madiun bersama instansi terkait. Jika terdapat indikasi, konsumen atau masyarakat bisa segera melaporkan.

Kriswanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Residivis di Ngawi Kembali Berulah, Curi Uang dan Dua Motor sebelum Dilumpuhkan Polisi

    Residivis di Ngawi Kembali Berulah, Curi Uang dan Dua Motor sebelum Dilumpuhkan Polisi

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Seorang residivis pencurian di Kabupaten Ngawi kembali ditangkap setelah melakukan serangkaian aksi kriminal, mulai dari pencurian uang puluhan juta rupiah hingga dua unit sepeda motor. Pelaku bernama Samidi (50), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, terpaksa ditembak kakinya oleh polisi karena melawan saat pengembangan kasus untuk menunjukkan lokasi barang bukti. Peristiwa penembakan […]

    Bagikan
  • Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    Bulog Madiun Siap Salurkan 9.500 Ton Beras SPHP untuk Tekan Inflasi di Semester II 2025

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali digulirkan untuk semester II tahun 2025. Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyampaikan bahwa penugasan SPHP telah turun dengan target volume sebesar 1,318 juta ton secara nasional untuk periode Juli hingga Desember 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.500 ton dialokasikan untuk […]

    Bagikan
  • Empat Pejabat Bersaing Rebut Kursi Sekda Kabupaten Madiun

    Empat Pejabat Bersaing Rebut Kursi Sekda Kabupaten Madiun

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Empat pejabat internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi melaju ke tahap lanjutan seleksi terbuka pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Mereka dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Panitia Seleksi Terbuka dan Kompetitif Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Senin (2/2/2026). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun, Heru Kuncoro, mengatakan awalnya […]

    Bagikan
  • Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    Apel Terakhir Bersama ASN, Eddy Supriyanto Apresiasi Kinerja ASN Pemkot Madiun

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar apel kerja yang dihadiri oleh seluruh ASN maupun non-ASN. Apel tersebut berlangsung di stadion wilis Kota Madiun yang dipimpin langsung oleh Pj Walikota Madiun, Eddy Supriyanto pada Senin (17/2/2025). Apel ini merupakan yang terakhir bagi dirinya, sekaligus menjadi momen perpisahan dengan para ASN dan masyarakat Kota […]

    Bagikan
  • Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    Serangan Hama Potong Leher, Petani Magetan Panen Dini dan Merugi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Serangan penyakit padi “potong leher” menghantam lahan pertanian di Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Akibatnya, para petani terpaksa melakukan panen dini dengan hasil yang sangat minim. Dari puluhan karung gabah yang biasa mereka panen, kini hanya tersisa satu hingga dua karung per petak lahan. Petani mengaku rugi besar akibat serangan jamur […]

    Bagikan
  • TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    TPP ASN Kota Madiun Belum Cair 2 Bulan, Ini Penyebabnya! Pemkot Janji Bayar Rapel Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun belum cair selama dua bulan terakhir. Keterlambatan ini dipastikan bukan karena masalah anggaran, melainkan faktor administratif menyusul status kepala daerah yang kini diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Sekretaris Daerah Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, menjelaskan bahwa pencairan […]

    Bagikan
expand_less