Kamis, 15 Okt 2026
Trending Tags

Harga Sayur Anjlok Usai Nataru, Diduga Dampak Libur Program MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 224
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penurunan harga sayur di berbagai pasar tradisional Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penurunan harga sayur secara drastis di berbagai pasar tradisional Kabupaten Magetan setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu juga diduga belum beroperasinya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama dua pekan terakhir, sebagian besar komoditas sayuran mengalami koreksi harga yang cukup besar. Kondisi ini dirasakan pedagang dan petani sebagai pukulan berat, terutama karena bertepatan dengan musim panen.

Hasil pantauan di Pasar Sayur Magetan, Jumat (9/1/2026), seledri turun dari Rp20.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, kapri merosot dari Rp70.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, daun sawi jatuh dari Rp8.000 menjadi Rp2.000 per kilogram, cabai rawit turun dari Rp85.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, cabai merah keriting bergerak dari Rp50.000 ke Rp30.000 per kilogram, bawang merah turun menjadi Rp25.000 per kilogram, dan tomat anjlok ke Rp6.000 per kilogram.

Para pedagang mengaku kejatuhan harga tidak terlepas dari absennya pembelian dari program MBG. Selama ini, MBG menjadi salah satu penyangga permintaan yang cukup stabil bagi pasokan sayuran lokal.

“Hampir semua harga jatuh. Salah satu penyebabnya karena program MBG berhenti saat liburan kemarin,” ungkap Wahyu Ningsih, pedagang sayur, yang merasakan penurunan omzet secara signifikan.

Image Not Found
Penurunan harga bumbu dapur di pasar tradisional Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Pedagang lainnya, Madinah, menyampaikan bahwa stok sayur justru melimpah karena panen raya, namun permintaan tidak sebanding.

“Barang banyak masuk karena musim panen, sementara pembeli justru menurun drastis,” tuturnya.

Sejumlah pedagang menilai, jika pemerintah tidak memikirkan mekanisme penyangga ketika MBG tidak berjalan, maka kejadian seperti ini akan terus berulang setiap libur panjang.

“Kalau program berhenti begitu saja, harga pasti jatuh duluan. Petani tidak punya banyak pilihan selain menjual dengan harga apa adanya,” ujar Ahnul Firdaus, pedagang cabai, yang selama dua minggu terakhir merugi karena harga terus turun.

Dengan dimulainya kembali proses belajar mengajar, pelaku pasar berharap permintaan akan naik kembali. Namun kejatuhan harga selama dua pekan terakhir menjadi peringatan penting bahwa tanpa perencanaan transisi, program sebesar MBG justru berpotensi menciptakan ketidakstabilan pasar. Program yang bertujuan melindungi petani dan pedagang kecil justru berisiko menimbulkan goncangan harga apabila tidak dikelola secara terencana.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bak Time Square New York! Kawasan PSC Kota Madiun Dihiasi Videotron hingga Video Mapping

    Bak Time Square New York! Kawasan PSC Kota Madiun Dihiasi Videotron hingga Video Mapping

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ribuan orang memadati kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada Rabu (31/12/2025) untuk menanti momen pergantian tahun baru. Pemandangan berbeda disuguhkan Pemerintah Kota Madiun dalam menyambut tahun baru 2026. Kawasan PSC bak ubahnya seperti Time Square New York, dengan hiasan lampu hingga videotron 3 dimensi. Bahkan, Balai Kota Madiun pun dihiasi […]

    Bagikan
  • Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    Enam Ribu Santri Ponpes Darul Huda Mayak Dipulangkan Dengan 70 Bus

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Sekitar enam ribu santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipulangkan ke daerah asal masing-masing pada Sabtu (7/3/2026). Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan menyiapkan puluhan armada bus. Sejak pagi hari, para santri tampak bersiap meninggalkan kompleks pondok. Mereka mengemas pakaian serta buku ke dalam tas […]

    Bagikan
  • Noah Angkat Pesona Alam Ponorogo Lewat Project Side/B

    Noah Angkat Pesona Alam Ponorogo Lewat Project Side/B

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pesona alam Bumi Reog kembali menjadi sorotan nasional. Kali ini giliran grup band Noah yang mempromosikan keindahan Ponorogo melalui project Side/B di kanal YouTube resmi mereka, NOAH OFFICIAL. Dalam episode ketujuh berjudul NOAH SIDE/B – Sally Sendiri (Eps. 7 Watu Semaur, Ponorogo), Ariel, Lukman, dan David menjelajahi dua destinasi wisata. Mereka […]

    Bagikan
  • Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    Pemkab Magetan Relokasi Dua Pasar Hewan, Target Rampung 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan mulai memindahkan Pasar Hewan Pahingan di Maospati. Pekerjaan awal sudah berjalan di lahan baru yang berada di belakang Puskesmas Maospati, dengan target penyelesaian pertengahan Desember 2025. Kabid Pasar Disperindag Magetan, Kiki Indriyani, menyebut seluruh perizinan sudah beres, termasuk kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKR). Anggaran pembangunan tahap awal mencapai […]

    Bagikan
  • Resah, Seorang Kades Laporkan Oknum LSM Atas Dugaan Pemerasan Ke Polres Madiun

    Resah, Seorang Kades Laporkan Oknum LSM Atas Dugaan Pemerasan Ke Polres Madiun

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 226
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Madiun mengaku resah dengan oknum anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), wartawan, dan Ormas. Pasalnya mereka kerap mendatangi kantor desa dengan upaya mencari cari kesalahan kinerja pemerintah di desa hingga berujung pada praktik pemerasan.  Seperti yang dialami Kepala Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun Suyadi. Karena […]

    Bagikan
  • Putra-Putri Magetan Gerakkan Perubahan Sosial, Migunani Foundation Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

    Putra-Putri Magetan Gerakkan Perubahan Sosial, Migunani Foundation Jangkau Ratusan Penerima Manfaat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Inisiatif anak muda di Kabupaten Magetan terus menunjukkan kiprah nyata dalam mendorong perubahan sosial. Yayasan Migunani Marang Sesami atau Migunani Foundation, yang digagas putra-putri daerah, kini berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat dengan jangkauan nasional. Berbasis di Kecamatan Maospati, Migunani Foundation telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 400 orang. Gerakan ini […]

    Bagikan
expand_less