Berita Terkini
Trending Tags

Harga Sayur Anjlok Usai Nataru, Diduga Dampak Libur Program MBG

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • visibility 156
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Penurunan harga sayur di berbagai pasar tradisional Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Sinergia | Magetan – Penurunan harga sayur secara drastis di berbagai pasar tradisional Kabupaten Magetan setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu juga diduga belum beroperasinya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selama dua pekan terakhir, sebagian besar komoditas sayuran mengalami koreksi harga yang cukup besar. Kondisi ini dirasakan pedagang dan petani sebagai pukulan berat, terutama karena bertepatan dengan musim panen.

Hasil pantauan di Pasar Sayur Magetan, Jumat (9/1/2026), seledri turun dari Rp20.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, kapri merosot dari Rp70.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, daun sawi jatuh dari Rp8.000 menjadi Rp2.000 per kilogram, cabai rawit turun dari Rp85.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, cabai merah keriting bergerak dari Rp50.000 ke Rp30.000 per kilogram, bawang merah turun menjadi Rp25.000 per kilogram, dan tomat anjlok ke Rp6.000 per kilogram.

Para pedagang mengaku kejatuhan harga tidak terlepas dari absennya pembelian dari program MBG. Selama ini, MBG menjadi salah satu penyangga permintaan yang cukup stabil bagi pasokan sayuran lokal.

“Hampir semua harga jatuh. Salah satu penyebabnya karena program MBG berhenti saat liburan kemarin,” ungkap Wahyu Ningsih, pedagang sayur, yang merasakan penurunan omzet secara signifikan.

Image Not Found
Penurunan harga bumbu dapur di pasar tradisional Kabupaten Magetan, Foto : Kusnanto-Sinergia

Pedagang lainnya, Madinah, menyampaikan bahwa stok sayur justru melimpah karena panen raya, namun permintaan tidak sebanding.

“Barang banyak masuk karena musim panen, sementara pembeli justru menurun drastis,” tuturnya.

Sejumlah pedagang menilai, jika pemerintah tidak memikirkan mekanisme penyangga ketika MBG tidak berjalan, maka kejadian seperti ini akan terus berulang setiap libur panjang.

“Kalau program berhenti begitu saja, harga pasti jatuh duluan. Petani tidak punya banyak pilihan selain menjual dengan harga apa adanya,” ujar Ahnul Firdaus, pedagang cabai, yang selama dua minggu terakhir merugi karena harga terus turun.

Dengan dimulainya kembali proses belajar mengajar, pelaku pasar berharap permintaan akan naik kembali. Namun kejatuhan harga selama dua pekan terakhir menjadi peringatan penting bahwa tanpa perencanaan transisi, program sebesar MBG justru berpotensi menciptakan ketidakstabilan pasar. Program yang bertujuan melindungi petani dan pedagang kecil justru berisiko menimbulkan goncangan harga apabila tidak dikelola secara terencana.(Nan/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    Harga Beras di Madiun Stabil Meski Isu Oplosan Merebak

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Di tengah merebaknya isu beras oplosan di sejumlah daerah, harga beras di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, masih terpantau stabil. Baik beras kualitas medium maupun premium belum menunjukkan lonjakan signifikan di tingkat eceran. Pedagang beras di Kecamatan Geger, Muhammad Allan Irnanda Yusuf, menyatakan harga beras medium bertahan di angka Rp13.500 per […]

    Bagikan
  • Festival Pamelo 2026, Dorong Semangat Petani dan Promosi Wisata Daerah

    Festival Pamelo 2026, Dorong Semangat Petani dan Promosi Wisata Daerah

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Magetan menggelar Festival Pamelo 2026 yang dikemas dalam bentuk kontes buah pamelo. Kegiatan ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah untuk memperkuat posisi jeruk pamelo sebagai komoditas unggulan sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, […]

    Bagikan
  • Lebih Segar dan Murah, Wisata Petik Melon dan Kelengkeng di Magetan Ramai Diserbu Pengunjung

    Lebih Segar dan Murah, Wisata Petik Melon dan Kelengkeng di Magetan Ramai Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tren wisata petik buah semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan pengalaman memanen buah langsung dari kebun, konsep ini juga menjadi pilihan karena buah yang didapat lebih segar dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan membeli di toko maupun pasar modern. Fenomena tersebut terlihat di Jatera Agro, kawasan agrowisata milik BUMDesa Karya Maju […]

    Bagikan
  • Souvenir Frozen Food Jadi Tren Baru di Pernikahan, Pengusaha Ponorogo Bagikan Dimsum untuk Tamu

    Souvenir Frozen Food Jadi Tren Baru di Pernikahan, Pengusaha Ponorogo Bagikan Dimsum untuk Tamu

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Souvenir pernikahan umumnya berupa barang kenangan seperti kipas, gelas, atau gantungan kunci. Namun, sebuah resepsi pernikahan di Kabupaten Ponorogo menghadirkan konsep berbeda dengan membagikan paket frozen food kepada para tamu undangan. Inovasi tersebut dilakukan oleh Asri Ananda (52), pengusaha frozen food asal Desa Siman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Dalam resepsi pernikahan […]

    Bagikan
  • Menyambut Idul Fitri, Pemkot Madiun Gelar Festival Nasi Pecel

    Menyambut Idul Fitri, Pemkot Madiun Gelar Festival Nasi Pecel

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Menyambut Idul Fitri, Pemerintah Kota Madiun menggelar Festival Nasi Pecel yang menjadi salah satu daya tarik utama kota ini. Kota Madiun yang dikenal dengan julukan “Kota Pecel” tidak pernah lepas dari makanan khas tersebut. Untuk memperkuat eksistensi nasi pecel yang sudah menjadi ikon kuliner, festival ini digelar dengan tujuan memperkenalkan […]

    Bagikan
  • Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    Konvoi Ugal-Ugalan, Polres Ngawi Amankan Puluhan Pemuda serta Sepeda Motor Tak Sesuai Standar

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Suasana jalan raya di wilayah Kabupaten Ngawi mendadak gaduh saat sekelompok pemuda melakukan konvoi ugal-ugalan yang meresahkan pengguna jalan lainnya. Aksi itu terjadi pada Minggu malam (15/06/2025) dan langsung ditindak oleh jajaran Polres Ngawi yang saat itu tengah menggelar patroli dalam rangka Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Petugas dengan sigap […]

    Bagikan
expand_less