Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Bupati Madiun Meminta OPD Perbaiki Kinerja dan Memperkuat Kolaborasi
- account_circle Ndor
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kab Madiun – Tidak terasa satu tahun pasangan Harmonis, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wabup Madiun Purnomo Hadi memegang kendali pemerintahan di bumi kampung pesilat. Dua jagoan Harmonis itu dilantik Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2025 lalu.
Kini tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Madiun dirayakan. Namun tidak dengan seremoni mewah, melainkan refleksi sederhana yang dikemas dalam makan sahur bersama dengan semua OPD di Pendopo Muda Graha, Jumat, (20/02/2026) dini hari.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengakui berbagai capaian telah diraih. Paling tidak ada sekitar 28 penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi berhasil dikantongi. Namun dia menegaskan, angka tersebut belum membuatnya berpuas diri.
“Sudah ada yang bisa kita lakukan, ada juga yang belum maksimal. Insyaallah ke depan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya kalem.
Refleksi, menurut dia, bukan sekadar perayaan. Momentum itu menjadi bahan evaluasi bagi seluruh OPD untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat kolaborasi. Hari Wur sapaan akrab Bupati Madiun menekankan pentingnya keselarasan dengan pemerintah pusat agar parameter keberhasilan lebih mudah dicapai. “Kalau kita linier dengan pusat, target-target pembangunan akan lebih terukur,” katanya.
Sementara itu, satu tahun pasangan Hari Wur dan dr Pur mendapat penilaian dari akademisi Kampus Stainu, Nuryanto. Dia menyebut ada beberapa sisi yang patut dicermati selama satu tahun Kabupaten Madiun dikendalikan pasangan Harmonis Bersahaja.
“Yang jelas saya melihatnya dibutuhkan sebuah perencanaan strategis dalam setiap pengambilan keputusan. Ini yang sangat penting,” ujarnya.
Dikatakan, ada beberapa aspek yang bisa diterapkan dari perencanaan strategis itu. Di mana pemerintah daerah membuat rencana untuk mencapai tujuan pembangunan daerah.

Kemudian aspek pengorganisasian. Seorang pemimpin daerah mengatur sumber daya manusia, keuangan, dan infrastruktur untuk mencapai tujuan sebagaimana visi dan misi yang sudah disampaikan sejak awal kepemimpinannya.
“Lalu aspek Pengawasan dan Evaluasi. melakukan memantau dan mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tegas Nuryanto.
Tak kalah penting yaitu adanya Pengambilan Keputusan dimana Pemimpin daerah membuat keputusan yang tepat dan cepat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan. “Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen kepala daerah dapat meningkatkan kualitas pemerintahan dan mencapai tujuan pembangunan daerah” pungkas Nuryanto. (Ndor/kris)
- Penulis: Ndor
- Editor: Kris


