Pemerintah Siapkan Stimulus Dongkrak Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 90
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 di tengah tantangan global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga perlambatan daya beli masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam diskusi antara Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso bersama Plt Wali Kota F Bagus Panuntun, Sekretaris Daerah, dan perwakilan OPD Pemkot Madiun di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Kamis (28/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyoroti pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap selaras dengan target nasional di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Susiwijono mengatakan pemerintah saat ini tengah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan mulai digulirkan pada Juni 2026. Langkah itu dilakukan untuk menjaga konsumsi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.
“Kuartal pertama pertumbuhan nasional cukup tinggi, 5,61 persen. Alhamdulillah Kota Madiun juga selalu di atas pertumbuhan provinsi maupun nasional. Nah, bulan depan kami sedang menyiapkan kebijakan untuk mendorong kuartal dua,” ujarnya.
Menurutnya, stimulus yang disiapkan antara lain perpanjangan kebijakan work from home (WFH), diskon tarif transportasi seperti tiket pesawat dan kereta api, hingga percepatan pencairan gaji ke-13 ASN pada awal Juni.
“Jadi memang kita dorong semua target program yang di pusat itu juga sampai ke daerah,” katanya.
Ia mengakui kondisi ekonomi global saat ini masih menjadi tantangan bagi Indonesia, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang berdampak pada biaya impor, harga kebutuhan, dan aktivitas industri di daerah.
Karena itu, pemerintah mendorong daerah untuk memperkuat sektor ekonomi berbasis potensi lokal agar tetap mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut, Pemkot Madiun juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif.
Susiwijono menilai Kota Madiun memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
“Kota Madiun potensinya luar biasa, terutama dari sektor tourism, pariwisata, ekonomi kreatif, dan beberapa sektor jasa yang cocok untuk didorong,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun mengatakan berbagai agenda dan event yang digelar mulai Juni mendatang diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, momentum peringatan Hari Jadi Kota Madiun ke-108 hingga berbagai kegiatan wisata akan dimaksimalkan untuk menjaga daya beli dan memperkuat ekonomi lokal.
“Banyaknya kegiatan di bulan Juni ini tentunya nanti akan membuat perputaran ekonomi semakin besar. Apalagi nanti ada stimulan-stimulan dari pemerintah pusat, khususnya agar pelaku ekonomi di Kota Madiun mendapat dampak,” kata Bagus.
Pemkot Madiun juga menyiapkan konsep wisata baru berbasis identitas daerah sebagai strategi jangka panjang menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
“Tentunya target kita perputaran ekonomi di Juni nanti bisa berdampak bagi masyarakat Kota Madiun. Event-event banyak kita libatkan pelaku UMKM dan Ekraf lokal untuk turut berpartisipasi,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor riil, membuka peluang usaha baru, sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi nasional maupun global. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





