Berita Terkini
Trending Tags

Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun Capai 25,62 Persen, BPS Akui Masih Temui Penolakan Warga

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sensus Ekonomi 2026 di Kota Madiun capai 25,62 persen. Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sesuai target. Hingga 30 Juni 2026, capaian pendataan telah mencapai 25,62 persen atau melampaui target awal sebesar 25 persen.

Kepala BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, mengatakan proses pendataan yang dimulai secara door-to-door sejak 15 Juni sempat menghadapi tantangan pada masa awal pelaksanaan. Petugas membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem wawancara, penggunaan aplikasi digital, serta kuesioner sensus.

“Alhamdulillah setelah berjalan sekitar 15 hari, sensus sudah berjalan lancar dan capaiannya sesuai target. Per 30 Juni target kami 25 persen, dan realisasinya sudah mencapai 25,62 persen,” ujar Aziz.

Menurutnya, seluruh hasil pendataan dikirim secara langsung menggunakan aplikasi Fasih melalui telepon genggam petugas. Sistem tersebut memungkinkan capaian sensus diperbarui secara real-time begitu data dikirim ke server BPS.

Meski demikian, petugas di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah menyesuaikan waktu kunjungan dengan aktivitas responden yang bekerja. 

“Jadi petugas harus menyesuaikan dengan waktu dari responden. Bisa usai bekerja atau saat libur kerja di akhir pekan. Jadi petugas sensus ini harus benar-benar turun untuk bertemu para responden,” jelasnya.

Selain itu, masih terdapat masyarakat yang belum memahami tujuan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sehingga membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari petugas.

BPS Kota Madiun juga mengakui masih ditemukan penolakan dari sebagian warga. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sebagian masyarakat enggan memberikan informasi karena khawatir data yang disampaikan berkaitan dengan perpajakan maupun alasan privasi.

“Sebagian ada yang menolak karena merasa tidak ingin didata atau khawatir pajaknya naik. Namun setelah diberikan penjelasan, alhamdulillah sebagian besar dapat memahami,” kata Aziz.

BPS menegaskan Sensus Ekonomi 2026 tidak memiliki keterkaitan dengan penarikan pajak maupun pengawasan terhadap pelaku usaha. Pendataan dilakukan semata-mata untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur ekonomi Indonesia.

Aziz menambahkan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan, baik Undang-Undang Statistik maupun regulasi mengenai perlindungan data pribadi. BPS juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan sistem pengelolaan data.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena data individu tidak akan disebarluaskan. Petugas BPS bertugas mencatat, bukan mengawasi,” tegasnya.

Di Kota Madiun, target sasaran Sensus Ekonomi 2026 mencapai sekitar 75.308 unit pendataan. Sasaran tersebut meliputi rumah tangga, berbagai jenis usaha, termasuk usaha di sektor pertanian. Pelaksanaan pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi munculnya petugas sensus palsu, BPS Kota Madiun memperkuat sosialisasi bersama pemerintah daerah mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan hingga RT. Petugas resmi diwajibkan mengenakan rompi berlogo BPS dan Sensus Ekonomi 2026, membawa kartu identitas yang dilengkapi QR Code untuk verifikasi, serta surat tugas resmi. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    Aksi Nyata Hari Bumi, Pemuda Ponorogo Pasang Barikade Sampah di Sungai Tambak Kemangi

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Peringatan Hari Bumi yang jatuh setiap 22 April dimaknai dengan aksi nyata oleh kelompok pemuda di Ponorogo. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kelompok Peduli Sungai (KPS) Tambak Kemangi melakukan pemasangan barikade sampah di aliran sungai kawasan Tambak Kemangi, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo. Aksi yang dilakuka ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari […]

    Bagikan
  • Ini Kesan Kolonel Inf Rama Pratama Sebagai Komandan Korem 081/DSJ

    Ini Kesan Kolonel Inf Rama Pratama Sebagai Komandan Korem 081/DSJ

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sinergia – Kota Madiun | Kolonel Inf Rama Pratama memiliki kesan mendalam selama menjabat sebagai Komandan Korem 081/Dhirot Saha Jaya. Selama hampir 7 bulan bertugas di Korem 081/DSJ, Kolonel Inf Rama Pratama mengaku berat meninggalkan satuan yang telah membesarkan namanya tersebut. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang kuat menjadi hal yang tidak akan terlupakan. “Selama saya […]

    Bagikan
  • Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    Fenomena Kekurangan Murid di SD Negeri Madiun, DPRD: Efek Pilihan Masyarakat ke Madrasah

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Madiun mengalami kekurangan murid. Fenomena ini disorot oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi, yang menilai kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama, khususnya Madrasah Ibtidaiyah (MI). Menurut Slamet, fenomena tersebut bukanlah persoalan serius selama anak-anak […]

    Bagikan
  • BPBD Madiun Bekali 45 Personel Kemampuan Kaji Kebutuhan Pasca Bencana

    BPBD Madiun Bekali 45 Personel Kemampuan Kaji Kebutuhan Pasca Bencana

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun memperkuat kapasitas personelnya dalam menghadapi tahapan pemulihan setelah bencana. Sebanyak 45 anggota BPBD mengikuti pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca bencana (Jitupasna) selama tiga hari, 5-7 Agustus 2026. Pelatihan tersebut ditujukan agar personel BPBD mampu melakukan pendataan dampak bencana secara cepat, akurat, dan terukur. Kemampuan itu […]

    Bagikan
  • Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

    Batu Nisan Makam Ki Ageng Mageti Hilang, Pemkab Magetan Perketat Pengamanan Situs Sejarah

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan– Hilangnya salah satu batu nisan di kompleks Makam Ki Ageng Mageti, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Magetan, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan. Peristiwa tersebut tidak hanya dianggap sebagai kehilangan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya daerah. Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mengungkapkan, berdasarkan […]

    Bagikan
  • KPK Geledah Rumah dr. Yunus Mahatma di Kota Madiun

    KPK Geledah Rumah dr. Yunus Mahatma di Kota Madiun

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Rumah mewah di Jalan Sumatera No. 17 Kota Madiun mendapatkan penjagaan ketat oleh kepolisian pada Kamis (13/11/2025) petang. Dari informasi yang dihimpun, rumah milik dr. Yunus Mahatma, Direktur RSUD dr. Harjono Ponorogo tersebut digeledah oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini bagian tindak lanjut penyelidikan kasus suap dan gratifikasi […]

    Bagikan
expand_less