Berita Terkini
Trending Tags

BPBD Madiun Bekali 45 Personel Kemampuan Kaji Kebutuhan Pasca Bencana

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 46
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Pelatihan Jituspasna oleh BPBD Kabupaten Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun memperkuat kapasitas personelnya dalam menghadapi tahapan pemulihan setelah bencana. Sebanyak 45 anggota BPBD mengikuti pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) selama dua hari, 7-8 Agustus 2026.

Pelatihan tersebut ditujukan agar personel BPBD mampu melakukan pendataan dampak bencana secara cepat, akurat, dan terukur. Kemampuan itu dinilai penting untuk memastikan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dihitung secara tepat setelah bencana terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun melalui Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Dwi Susilowati, mengatakan Jitupasna menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia BPBD.

“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi dampak bencana, menghitung kerusakan dan kerugian, serta menyusun kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah,” kata Dwi.

Image Not Found
Peserta memperoleh pengalaman dan ilmu untuk menangani bencana. Foto : Tova-Sinergia

Menurutnya, pelatihan tidak hanya dilakukan dalam bentuk pemberian materi, tetapi juga praktik lapangan. Kegiatan lapangan dilaksanakan di Desa Sumber, Kecamatan Dukun, dan Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Kedua wilayah memiliki pengalaman dalam penanganan pasca bencana, khususnya dampak erupsi Gunung Merapi. Peserta dapat melihat secara langsung proses identifikasi kerusakan, penghitungan kerugian, hingga penyusunan kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Peserta memperoleh pengalaman yang lebih nyata dan dapat menerapkan ilmu tersebut saat menangani bencana di Kabupaten Madiun,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, BPBD Kabupaten Madiun menggandeng CV Greenterra Mapindo Yogyakarta sebagai pemateri. Narasumber dan fasilitator yang terlibat memiliki kompetensi serta pengalaman di bidang kebencanaan.

Dwi menjelaskan, kemampuan Jitupasna dibutuhkan karena Kabupaten Madiun memiliki sejumlah potensi bencana. Di antaranya banjir, tanah longsor, angin kencang atau puting beliung, kekeringan, hingga kebakaran permukiman dan lahan.

Banjir, misalnya, dapat mengganggu permukiman, fasilitas umum, lahan pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat dalam waktu singkat. Sementara tanah longsor berpotensi mengancam keselamatan warga dan memutus akses transportasi, khususnya di wilayah perbukitan.

Adapun kekeringan dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih dan sektor pertanian. Sedangkan kebakaran pada musim kemarau berpotensi menimbulkan kerusakan fisik, dampak lingkungan, hingga kerugian ekonomi.

“Jika data kerusakan dan kebutuhan akibat bencana tidak segera dihimpun, proses pemberian bantuan dan pemulihan dapat terhambat,” tambah Dwi.

Karena itu, hasil pengkajian pascabencana harus dilakukan secara cepat dan tepat. Data tersebut menjadi salah satu pijakan pemerintah dalam menentukan langkah penanganan serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Image Not Found
45 personel BPBD Madiun ikuti pelatihan Jitupasna. Foto : Tova-Sinergia

BPBD Kabupaten Madiun berharap 45 peserta pelatihan dapat menerapkan kemampuan yang diperoleh dalam tugas di lapangan. Mereka diharapkan mampu menghasilkan data kerusakan dan kebutuhan yang akurat sehingga proses pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Semoga melalui pelatihan Jitupasna ini, BPBD Kabupaten Madiun memiliki SDM yang semakin siap dan profesional dalam mendukung penanganan pascabencana serta pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana,” pungkasnya. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    Demam Korea Makin Panas, Aston Madiun Hadirkan The K-Groove: Korean Night Party.

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Di tengah demam budaya Korea yang kian menguat di Indonesia, Aston Madiun Hotel & Conference Center menghadirkan event ‘The K-Groove: Korean Night Party’, Jum’at (30/1) malam. Acara itu bukan sekadar makan malam biasa, namun menjadi ajang kumpul komunitas K-Pop terbesar di Madiun. Hotel bintang empat itu menghadirkan transformasi suasana hotel dengan […]

    Bagikan
  • Stok Hewan Kurban di Kabupaten Madiun Surplus, DKPP Siagakan Tim Pemeriksa

    Stok Hewan Kurban di Kabupaten Madiun Surplus, DKPP Siagakan Tim Pemeriksa

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kabupaten Madiun dipastikan mengalami surplus ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 2026. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mencatat populasi sapi, kambing, dan domba masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 54 hari ke depan. Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun, drh. Harris Imballo R. Siregar, mengatakan berdasarkan neraca potensi […]

    Bagikan
  • RPH Kota Madiun Segera Pindah ke Lokasi Baru, Fasilitas Lebih Modern dan Higienis

    RPH Kota Madiun Segera Pindah ke Lokasi Baru, Fasilitas Lebih Modern dan Higienis

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memastikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) akan dipindahkan dari Jalan Kaswari. Bangunan lama yang berada di tengah kawasan padat penduduk dianggap tidak lagi memenuhi standar kebersihan maupun estetika. Sebagai gantinya, Pemkot menyiapkan lahan baru di area belakang Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yang berlokasi di […]

    Bagikan
  • Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    Deretan Pejabat dan Pengusaha Diperiksa KPK dalam Kasus Wali Kota Madiun Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai memeriksa sejumlah saksi dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, Selasa (24/2/2026). Pemeriksaan dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun, Jalan Salak, Kota Madiun, Jawa Timur. Dalam agenda pemeriksaan perdana tersebut, penyidik lembaga antirasuah memanggil sejumlah pihak dari unsur swasta […]

    Bagikan
  • BST Desa Nampu, Bupati dan Wabup Madiun Serahkan Bibit Mangga dan Alpukat

    BST Desa Nampu, Bupati dan Wabup Madiun Serahkan Bibit Mangga dan Alpukat

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Bhakti Sosial Terpadu (BST) kembali digelar di Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun pada 14-15 Oktober 2025. Program andalan pasangan Harmonis berupa satu rumah satu pohon produktif menjadi magnet dan cukup ditunggu oleh masyarakat. Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, malam itu menyerahkan secara simbolis ratusan […]

    Bagikan
  • Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    Momen Ramadhan dan Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun Fluktuatif

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Momen Bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri, beberapa bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami perubahan harga yang cukup signifikan. Seperti di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang merah yang kembali naik dalam sepekan terakhir. Berdasarkan informasi dari pedagang, harga bawang merah yang semula Rp. 38.000 per kilogram kini mencapai […]

    Bagikan
expand_less