
Sinergia | Ngawi – Dugaan keracunan makanan dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur hingga kini belum ada kejelasan. Termasuk soal hasil uji laboratorium sampel makanan MBG yang disantap para siswa. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi menegaskan, instansinya tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada publik.
Kepala Dinkes Ngawi, Heri Nur Fahrudin, menyatakan peran Dinkes dalam kasus tersebut sebatas penanganan kesehatan korban dan pelaksanaan tugas teknis di lapangan. Sementara itu, kewenangan penyampaian hasil uji laboratorium sepenuhnya berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sejak awal kami sampaikan, Dinas Kesehatan tidak memiliki kewenangan untuk mengumumkan hasil uji laboratorium dugaan keracunan MBG. Kewenangan itu ada di Badan Gizi Nasional,” kata Heri, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, dalam setiap kejadian dugaan keracunan makanan, Dinkes bertanggung jawab memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat. Selain itu, petugas juga melakukan pengambilan sampel makanan untuk kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya.
“Kami fokus pada penanganan siswa yang terdampak dan pengambilan sampel untuk diuji. Soal hasilnya nanti seperti apa, itu disampaikan oleh pihak yang berwenang,” ujarnya.
Heri menambahkan, khusus pada program MBG yang berada dalam koordinasi BGN, telah ada kesepakatan lintas instansi terkait mekanisme penyampaian informasi ke masyarakat. Dari kesepakatan tersebut, hanya Koordinator Wilayah BGN Ngawi yang berhak menyampaikan hasil uji laboratorium.
“Dalam koordinasi yang kami lakukan, sudah disepakati bahwa pengumuman hasil uji lab disampaikan oleh BGN. Bukan oleh Dinkes maupun Satgas di daerah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Dinkes Ngawi tidak memiliki kewenangan untuk menafsirkan maupun menarik kesimpulan atas hasil uji laboratorium. Peran Dinkes hanya sebatas pelaporan kondisi kesehatan korban serta dukungan teknis selama proses penanganan.
Sementara itu, Dinkes Ngawi memastikan sedikitnya 220 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Mantingan yang sempat mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis. Kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan masih dalam pemantauan petugas kesehatan. (Nan/Krs)