
Sinergia | Magetan – Jumlah wisatawan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur diklaim mengalami peningkatan pada 2025. Namun, hal itu tidak berdampak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata yang tidak mampu memenuhi target yang ditetapkan. PAD sektor pariwisata di Magetan pada 2025 ini mencapai Rp. 20,2 miliar dari target Rp. 21,2 miliar.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan, Eka Radityo, mengakui bahwa target PAD 2025 memang cukup tinggi sehingga tidak berhasil dipenuhi.
“Kalau dibanding target, memang belum tercapai. Targetnya besar, dan sudah kami upayakan semaksimal mungkin. Namun secara capaian, tahun 2025 tetap lebih baik dibanding tahun 2024,” jelasnya, Senin (5/1/2026).
Ia menerangkan bahwa selama tiga tahun terakhir yakni 2023, 2024, hingga 2025 capaian PAD pariwisata selalu berada pada rentang Rp. 20 miliar lebih. Meskipun target 2025 tak terpenuhi, pada 2026 Pemkab Magetan kembali menaikkan target PAD menjadi Rp. 23,4 miliar.
“Tahun 2026 targetnya kembali naik, jadi kami harus menyiapkan evaluasi dan strategi baru. Harapannya kunjungan meningkat, pelaku usaha mendapat dampak positif, dan pendapatan daerah ikut tumbuh,” kata Eka.
Evaluasi kinerja, penguatan event, peningkatan kualitas layanan destinasi, hingga pengembangan paket wisata lintas lokasi disebut menjadi fokus yang akan digarap untuk mengejar target tersebut.
Eka optimistis, jika kondisi ekonomi masyarakat membaik dan koordinasi antar pelaku pariwisata semakin solid, maka target PAD 2026 bukan hal mustahil untuk dicapai.(Nan/Krs).