Berita Terkini
Trending Tags

Tradisi Katam Qur’an Malam 27 Ramadan di Madiun Tetap Semarak Meski Diguyur Hujan

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 342
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, dalam menggelar tradisi Katam Qur’an pada malam ke-27 Ramadan, (16/3/2026), Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Madiun tak menyurutkan semangat warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, dalam menggelar tradisi Katam Qur’an pada malam ke-27 Ramadan, Senin (16/3/2026).

Tradisi tahunan yang berlangsung di Musola Kendi Al Jabar itu tetap berjalan meriah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari doa bersama hingga arak-arakan simbolis sebagai wujud syukur setelah menuntaskan bacaan Al-Qur’an selama bulan suci.

Meski cuaca kurang bersahabat sejak sore, antusiasme warga tak surut. Mereka tetap hadir membawa berbagai hiasan dan perlengkapan tradisi, menciptakan suasana hangat di tengah guyuran hujan.

“Walaupun hujan tidak reda, alhamdulillah warga tetap antusias. Ini sudah jadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk syukur setelah anak-anak dan warga khatam Al-Qur’an,” ujar salah satu warga, Budi.

Tradisi Katam Qur’an ini bukan sekadar seremoni penutup Ramadan. Bagi warga setempat, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial. Seluruh elemen masyarakat terlibat, saling membantu demi memastikan acara tetap berlangsung.

Menurut Budi, gotong royong menjadi kunci utama keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.

“Selain sebagai bentuk syukur, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan. Warga saling membantu agar tradisi ini terus berjalan setiap tahun,” katanya.

Pelaksanaan tradisi pada malam ke-27 Ramadan juga memiliki makna tersendiri. Malam tersebut diyakini sebagai salah satu waktu istimewa di bulan Ramadan, sehingga momentum khataman Al-Qur’an terasa lebih khidmat.

Warga pun berharap tradisi Katam Qur’an di Musola Kendi Al Jabar tetap lestari di tengah perubahan zaman. Selain menjaga nilai religius, kegiatan ini dinilai penting untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini kepada generasi muda.

Di tengah hujan yang turun tanpa henti, semangat warga menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai kebersamaan tetap hidup, bahkan dalam kondisi yang tak selalu ideal. (Tov)

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Kambing Mati Misterius di Pulung, Kerugian Capai Rp 200 Juta

    Puluhan Kambing Mati Misterius di Pulung, Kerugian Capai Rp 200 Juta

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 228
    • 0Komentar

    KAB. PONOROGO – Puluhan kambing milik warga di RT 2 RW 2, Dukuh Pohijo, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, mati secara misterius dalam satu bulan terakhir. Kejadian ini menyebabkan para peternak mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Salah satu warga, Pandi (50), kehilangan tujuh ekor kambingnya. Empat kambing miliknya mati mendadak tanpa gejala, sementara tiga lainnya […]

    Bagikan
  • Kecelakaan Beruntun di Takeran Magetan, Pemuda 22 Tahun Tewas

    Kecelakaan Beruntun di Takeran Magetan, Pemuda 22 Tahun Tewas

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang merenggut korban jiwa terjadi di depan lapangan Desa Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Selasa pagi (12/5/2026). Ilham M. Budiarto (22), warga Desa Bogem, Kecamatan Kawedanan, meninggal dunia di tempat kejadian setelah terlibat tabrakan antara mobil boks dan dua sepeda motor. Peristiwa nahas tersebut bermula saat korban […]

    Bagikan
  • Operasi Zebra Semeru 2025 di Ponorogo, Tilang Manual Berlaku Lagi

    Operasi Zebra Semeru 2025 di Ponorogo, Tilang Manual Berlaku Lagi

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Polres Ponorogo mengerahkan sekitar 300 personel gabungan dalam Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung selama dua pekan, mulai 17 hingga 30 November 2025. Apel pasukan digelar di halaman Mapolres Ponorogo pada Senin (17/11/2025), melibatkan unsur TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, serta berbagai instansi pendukung lainnya. Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wishnu […]

    Bagikan
  • Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    Skandal Narkoba Guncang Kepolisian Madiun, Empat Oknum Polisi Terlibat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Skandal perkara narkotika mengguncang kepolisian di Madiun. Hal itu setelah Satuan Reserse Narkoba Polres Madiun menangkap seorang pria di wilayah Kabupaten Madiun. Hal mengejutkan terkuak dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh tim penyidik. Seorang oknum anggota Polres Madiun Kota berinisial HD diamankan dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 8,4 gram […]

    Bagikan
  • Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    Siswa SDN 1 Ngrupit Galang Dana untuk Korban Gempa NTT

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo — Puluhan siswa dan guru SD Negeri 1 Ngrupit, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar doa bersama sekaligus penggalangan dana untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat pagi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di masjid yang berada di dekat sekolah, setelah para siswa menjalankan salat dhuha berjamaah. […]

    Bagikan
  • DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    DLHP Magetan Mendapat Teguran KLHK, Disebut Pengelolaan Sampah Masih Open Dumping

    • calendar_month Rabu, 14 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah yang masih menerapkan sistem open dumping. Sebanyak 343 pemerintah kabupaten/kota telah menerima surat teguran, termasuk Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang disebut masih menjalankan sistem tersebut. Namun, klaim itu dibantah oleh Kepala Dinas […]

    Bagikan
expand_less