Penyaluran Bantuan Pangan Bulog Madiun Baru 29,41 Persen, Kota Madiun Tuntas 100 Persen
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Realisasi penyaluran bantuan pangan oleh Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madiun hingga pertengahan April 2026 baru mencapai 29,41 persen. Meski demikian, capaian di masing-masing daerah menunjukkan progres yang berbeda, dengan Kota Madiun telah tuntas 100 persen.
Pimpinan Perum Bulog Kancab Madiun, Agung Sarianto, menjelaskan bahwa distribusi bantuan pangan masih terus berjalan dan ditargetkan rampung pada Mei mendatang.
“Untuk total penyaluran di wilayah kerja kami saat ini baru 29,41 persen. Tapi untuk Kota Madiun sudah 100 persen, sedangkan Kabupaten Madiun sudah 64,56 persen. Untuk Ngawi memang belum mulai salur,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di tiga wilayah yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi mencapai 291.753 orang. Rinciannya, Kota Madiun sebanyak 14.726 penerima, Kabupaten Madiun 110.124 penerima, dan Ngawi 166.903 penerima.
Dalam program ini, setiap penerima mendapatkan bantuan untuk alokasi dua bulan, yakni Februari dan Maret. Setiap bulan, penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng, sehingga total yang diterima sekaligus adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.
“Total yang akan disalurkan di seluruh wilayah kerja kami mencapai 5.835 ton beras dan 1.167 kiloliter minyak goreng,” jelas Agung.
Ia menambahkan, distribusi bantuan dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemda, sampai ke desa. Di titik salur juga melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa,” katanya.
Terkait sasaran penerima, Bulog menggunakan data dari pemerintah pusat yang bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga bantuan difokuskan kepada masyarakat kurang mampu.
Agung juga mengimbau agar bantuan yang diterima tidak diperjualbelikan, melainkan dimanfaatkan langsung oleh penerima untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami harapkan bantuan ini benar-benar dikonsumsi sendiri dan tidak dijual, agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dengan sisa waktu hingga Mei, Bulog optimistis penyaluran bantuan pangan di wilayah Madiun dan sekitarnya dapat segera dituntaskan sesuai target. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





