Kota Madiun Siapkan Ekosistem Halal Modern, PSC dan PRC Bakal Disulap Jadi Pusat UMKM Halal
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 60
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun mulai serius membangun ekosistem halal sebagai penguatan sektor ekonomi kreatif dan wisata kota. Langkah itu diwujudkan melalui pengembangan kawasan halal di Pahlawan Religi Center (PRC) hingga pemanfaatan Pahlawan Street Center (PSC) untuk berbagai event bertema halal.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, pengembangan ekosistem halal dilakukan seiring meningkatnya posisi Kota Madiun sebagai kota tujuan wisata modern di Jawa Timur.
“Karakter Kota Madiun ini kota wisata buatan, modern, dan ekonomi kreatif. Karena itu kami ingin membangun ekosistem halal di Kota Madiun,” ujarnya.
Menurut Bagus, konsep halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan maupun sekadar kepemilikan sertifikat halal. Lebih dari itu, konsep tersebut dinilai mampu menjadi nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat branding Kota Madiun sebagai kota modern dan ramah wisatawan.
Pemkot Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM kini mulai menyiapkan tahapan pembentukan ekosistem halal tersebut. Salah satu fokus utama pengembangannya berada di kawasan PRC yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata religi.
“Kalau PRC itu nanti menjadi pusat ekosistem halal permanen. Sementara, PSC akan dimanfaatkan sebagai lokasi event dan promosi UMKM halal secara insidental,” imbuhnya.
Bagus menyebut, area yang sebelumnya disewakan secara umum nantinya diprioritaskan untuk UMKM binaan Pemkot Madiun. Dalam berbagai event tertentu, konsep halal juga bakal menjadi tema utama kegiatan di PRC maupun PSC.
“Di PRC dan PSC nanti akan ada tema halal dalam event-event tertentu. Jadi semuanya diarahkan untuk UMKM binaan Kota Madiun,” katanya.
Data pemkot mencatat, sejak 2019 terdapat sekitar 10 ribu warga Kota Madiun yang telah terdaftar memiliki sertifikasi halal. Bahkan pada 2025, Kota Madiun memperoleh penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Jawa Timur terkait pengembangan sertifikasi halal.
Di sisi lain, pemkot juga terus mendorong pelaku UMKM untuk segera mengurus sertifikasi halal. Sertifikasi tersebut dinilai penting karena kini telah menjadi standar produk di tingkat internasional, sekaligus menjamin keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk lokal.
“BPJPH dan Kementerian Agama membuka proses sertifikasi halal. Kami harap pelaku UMKM bisa ikut memanfaatkan, karena ini menjadi standar produk,” tandasnya. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez





