Wacana Pemkot Madiun Revitalisasi Bekas Pasar Bunga Akan Disulap Jadi Ruang Publik
- account_circle Kriswanto
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 49
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Kota Madiun — Kawasan di belakang GOR Wilis Kota Madiun yang selama ini terkesan terbengkalai bakal mendapat sentuhan baru. Pemerintah Kota Madiun berencana merevitalisasi area yang dahulu dikenal sebagai bekas pasar bunga tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan ramah bagi masyarakat.
Rencana penataan itu mulai disiapkan setelah Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun meninjau langsung kondisi lokasi beberapa hari lalu. Ia menyebut area tersebut saat ini belum dimanfaatkan secara optimal dan justru terlihat kotor.
“Beberapa hari lalu kami cek langsung. Saya bersepeda bersama Pak Asisten dan Pak Sekda melihat kondisi di lapangan. Tempatnya tidak terpakai dan justru terlihat kotor,” ujarnya.
Menurut Bagus, lokasi di belakang GOR memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ruang aktivitas masyarakat. Letaknya yang strategis dinilai cocok untuk menunjang berbagai kegiatan warga, mulai dari olahraga hingga sekadar bersantai.
“Nanti akan kita revitalisasi. Potensinya sangat besar, terutama untuk masyarakat yang hobinya olahraga ataupun yang ingin bersantai,” tambahnya.
Meski demikian, konsep penataan kawasan tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah kota masih menyiapkan desain dan kajian agar kawasan itu dapat menjadi ruang publik yang representatif dan menarik.
“Konsepnya seperti apa nanti kita tunggu saja. Yang jelas kita menargetkan mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” kata Bagus.
Melalui rencana revitalisasi ini, Pemkot Madiun berharap kawasan yang sebelumnya kurang terawat dapat berubah menjadi ruang publik yang lebih hidup. Selain mempercantik wajah kota, penataan ulang tersebut diharapkan mampu menghadirkan tempat baru bagi warga untuk beraktivitas sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. (Krs)
- Penulis: Kriswanto
- Editor: Diez






