Berita Terkini
light_mode
Trending Tags

Walikota Madiun Maidi Dibawa KPK Usai Diperiksa di Polres Madiun

  • account_circle Tova Pradana
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 38
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Walikota Madiun Maidi keluar dari ruangan pemeriksaan Mako Polres Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Sinergia | Madiun — Wali Kota Madiun Maidi dibawa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai menjalani pemeriksaan selama berjam-jam di Markas Polres Madiun, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Kota Madiun.

Pantauan di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 WIB. Ia tampak mengenakan masker putih, topi, dan jaket berwarna navy. Tanpa memberikan pernyataan kepada awak media, Maidi hanya melambaikan tangan sebelum masuk ke kendaraan yang telah menunggunya.

Tak hanya Maidi, sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun serta pihak swasta juga terlihat digiring ke dalam beberapa mobil oleh penyidik KPK. Total terdapat enam unit kendaraan yang meninggalkan Mapolres Madiun.

Pemeriksaan oleh tim penyidik KPK dilakukan sejak Senin pagi dengan memanfaatkan sejumlah ruangan di Polres Madiun. KPK meminjam fasilitas tersebut untuk kepentingan pemeriksaan perkara OTT yang menjerat Wali Kota Madiun.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indranatanegara membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan tersebut. Ia mengatakan, tim KPK mulai melakukan pemeriksaan sejak pagi hari.

“Benar, sekitar pukul 08.30 WIB KPK mendatangi Polres Madiun untuk melakukan pemeriksaan,” ujar AKBP Kemas kepada wartawan.

Image Not Found
Walikota Madiun Maidi keluar dari ruangan pemeriksaan Mako Polres Madiun. Foto : Tova-Sinergia

Menurut Kapolres, pihak Polres Madiun memfasilitasi empat ruangan yang digunakan KPK selama proses pemeriksaan berlangsung. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci materi pemeriksaan karena sepenuhnya menjadi kewenangan lembaga anti rasuah tersebut.

“Kami hanya memfasilitasi tempat di lingkungan Satreskrim Polres Madiun, total ada empat ruangan,” kata AKBP Kemas.

Hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum Maidi maupun pihak-pihak lain yang turut dibawa usai pemeriksaan tersebut.(Tov/Krs).

Bagikan
  • Penulis: Tova Pradana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 1 Ponorogo, Untuk Bangun Cafe Sekolah

    Dugaan Pungli Berkedok Sumbangan di SMKN 1 Ponorogo, Untuk Bangun Cafe Sekolah

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Dunia pendidikan di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa hari terakhir sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini menyusul viralnya unggahan mengenai dugaan pungutan liar (Pungli) berkedok sumbangan di SMKN 1 Ponorogo. Dalam unggahan tersebut, sekolah disebut meminta wali murid memberikan sumbangan sebesar Rp. 1,4 juta untuk siswa baru kelas X. Unggahan […]

    Bagikan
  • Tim Gibran Center Tinjau SPPG Lembeyan Kulon, Tindak Lanjuti Dugaan Kasus Keracunan MBG

    Tim Gibran Center Tinjau SPPG Lembeyan Kulon, Tindak Lanjuti Dugaan Kasus Keracunan MBG

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Tim Gibran Center Magetan melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, pada Senin (27/10/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari dugaan kasus keracunan makanan yang sebelumnya menimpa sejumlah siswa di wilayah tersebut. Namun, dalam kunjungan tersebut, tim Gibran Center belum diizinkan untuk melihat secara […]

    Bagikan
  • Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    Pemasungan ODGJ Masih Terjadi, Dinkes Magetan Lakukan Pendekatan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih terjadi di Kabupaten Magetan. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, hingga Juli 2025 terdapat sepuluh ODGJ yang dipasung oleh keluarganya karena dianggap membahayakan lingkungan sekitar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Magetan, Suwantiyo, menjelaskan sepuluh ODGJ tersebut berada di enam kecamatan, […]

    Bagikan
  • Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    Polsek Geger Bekali Tim lapangan Respon Cepat Penanganan Awal Kejadian Lewat Coaching Clinic

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab.Madiun — Penanganan awal sebuah peristiwa kerap menentukan arah sebuah kasus. Polsek Geger pun menjadikan prioritas lewat coaching clinic First Responder yang melatih 65 petugas garda terdepan di Kecamatan Geger, Madiun, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 65 peserta dari unsur keamanan dan masyarakat mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memperkuat respons cepat terhadap insiden di lapangan. […]

    Bagikan
  • Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    Libatkan Ojol, Pemkot Madiun Perkuat Pengawasan Peredaran Rokok Ilegal

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun menggelar sosialisasi barang kena cukai pada Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini melibatkan para pengemudi ojek online (ojol) se-Madiun Raya sebagai langkah memperluas pemahaman tentang peredaran barang ilegal, terutama rokok tanpa cukai. Acara tersebut dihadiri Wali Kota Madiun Maidi, Wakil Wali Kota, Sekda Kota Madiun, serta narasumber dari Bea […]

    Bagikan
  • Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    Gas Elpiji 3 Kg Langka di Magetan, Warga Kelimpungan Harga Tembus Rp. 26 Ribu

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Magetan dalam tiga hari terakhir. Tabung gas berwarna hijau itu mendadak sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya melambung tinggi, bahkan mencapai Rp. 26 ribu per tabung jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Situasi ini menimbulkan keresahan […]

    Bagikan
expand_less