Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

1.588 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Ikuti Lomba Geguritan Dan Menulis Aksara Jawa

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 167
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebanyak 1.588 siswa SD-SMP mengikuti lomba di PSC Madiun. (18/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Geguritan dan Nulis Aksara Jawa di Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada Jum’at (18/9/2026). Sekitar 1.588 siswa SD-SMP baik Negeri maupun Swasta antusias mengikuti lomba ini. Kegiatan ini pun dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati yang disambut semangat peserta.

Citra Lestari, salah satu peserta lomba Geguritan mengaku sempat grogi saat hendak tampil karena baru pertama kali mengikuti lomba Geguritan.  Persiapan dilakukan sekitar satu minggu lebih. Ia berlatih di rumah maupun di sekolah dengan bimbingan guru dan kepala sekolah.

“Agak grogi, deg-degan, tapi alhamdulillah lancar. Karena terbiasa  belajar puisi juga di sekolah. Latihan juga didampingi guru dan kepala sekolah,” ujar Citra.

Image Not Found
Peserta lomba geguritan tampil menunjukkan kemampuan berbahasa Jawa. Foto : Kris-Sinergia

Pengalaman serupa dirasakan Lea Kharezisma Putri Prayogo dan Naj’wa Tanzila Mirojatul Jannah, siswi SMP Al Muttaqin yang mengikuti lomba menulis aksara Jawa. Bagi keduanya, ajang tersebut juga menjadi pengalaman pertama mengikuti perlombaan menulis aksara Jawa. Persiapan dilakukan dengan berlatih menulis dan menghafalkan materi agar tulisan lebih rapi serta pengerjaannya semakin lancar.

“Baru pertama. Untuk persiapannya itu latihan nulis terus gitu, sama latihan menghafal. Alhamdulilah dapat soalnya juga tidak susah,” terang Lea.

Sementara itt, bagi Naj’wa membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan diri. Ia mengaku sudah cukup terbiasa menghafalkan aksara Jawa. Dalam lomba tersebut, ia mendapat materi berupa ungkapan Jawa, di antaranya “sepi ing pamrih rame ing gawe” dan “mikul dhuwur mendhem jero.”

“Persiapannya ya menghafalkan, terus belajar nulis terus biar tulisannya nanti terlihat rapi. Jadi nulisnya biar lebih enak gitu kalau udah hafal. Ini tadi soalnya itu dapat yang “Sepi ing pamrih rame ing gawe yang pertama, terus yang kedua mikul dhuwur mendhem jero,” terang Naj’wa.

Meski mengaku soal yang diberikan tidak terlalu sulit, suasana perlombaan tetap membuatnya berdebar. Banyaknya peserta menjadi tantangan tersendiri. “Seru, tapi ndredeg juga soalnya lawannya banyak,” ujar Naj’wa.

Image Not Found
Siswa mengikuti lomba menulis aksara Jawa di kawasan PSC. Foto : Kris-Sinergia

Kegiatan ini tidak sekedar menjadi ajang untuk mencari siswa berprestasi. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali bahasa dan budaya Jawa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, bahwa ini menjadi salah satu upaya menjaga agar bahasa Jawa tetap dikenal dan digunakan generasi muda.

“Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-nguri basa Jawa. Kemudian merasa bangga dengan kebudayaan leluhur kita dan melestarikannya secara berkesinambungan,” jelasnya.

Menurut dia, pelestarian bahasa Jawa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mempraktikkan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka secara langsung.

Antusiasme para peserta, lanjut Lismawati, menjadi hal yang menggembirakan. Sebab, di tengah perkembangan zaman, penggunaan bahasa dan tata krama Jawa menghadapi tantangan tersendiri. Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai unggah-ungguh kepada anak-anak.

“Masalah unggah-ungguh di era sekarang kan juga agak tergeser sedikit. Sehingga kita berkewajiban bagaimana supaya unggah-ungguh anak-anak, tata kramanya itu tetap dijaga,” katanya.

Bagi Lismawati, kemampuan berbahasa Jawa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, atau berbicara. Di dalamnya terdapat nilai kesopanan dan penghormatan terhadap orang lain. Anak-anak diharapkan memahami bahwa generasi muda perlu menghormati orang yang lebih tua dan menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

“Tata kramanya itu juga bisa tetap dijaga. Sehingga tahu yang muda harus menghormati yang lebih tua, dan lain sebagainya. Ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta,” pungkas Lismawati.

Di balik persaingan lomba ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan aksara Jawa dan geguritan. Dari panggung sederhana di tengah kawasan PSC, semangat anak-anak itu menjadi bagian kecil dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenhaj Kota Madiun Bekali 385 Calon Jemaah Haji Estimasi 2027, Persiapan Paspor hingga Fisik Diperkuat

    Kemenhaj Kota Madiun Bekali 385 Calon Jemaah Haji Estimasi 2027, Persiapan Paspor hingga Fisik Diperkuat

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Madiun mulai mempersiapkan calon jemaah haji yang masuk dalam estimasi keberangkatan 1448 H/2027 M. Sebanyak sekitar 385 calon jemaah mengikuti sosialisasi di Asrama Haji Kota Madiun, Selasa (14/7/2026). Kepala Kemenhaj Kota Madiun, Datik Ardiyah, mengatakan sosialisasi tersebut difokuskan pada persiapan sejak dini, terutama menyangkut […]

    Bagikan
  • Polres Madiun Kota Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, Empat Pekerja Diamankan

    Polres Madiun Kota Bongkar Peredaran Rokok Ilegal, Empat Pekerja Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Sat Narkoba dan Sat Reskrim Polres Madiun Kota berhasil mengungkap dugaan praktik peredaran rokok ilegal. Kasus ini terkuak saat petugas Sat Narkoba mendapati mobil yang dicurigai membawa narkotika di wilayah Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada Sabtu (06/12/2025). Dari hasil penggeledahan, petugas malah mendapati paket rokok illegal hendak dikirim melalui jasa […]

    Bagikan
  • Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    Dugaan Rasuah Kolam Renang Desa Sukosari dan Gemarang Menggantung, Muncul Lagi Laporan APBDes Simo

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Perkerjaan rumah tim penyidik Kejari Kab. Madiun kian bertambah pasca laporan APBDes Simo Kec. Balerejo Tahun 2021-2024. Padahal dugaan rasuah dua kasus besar yakni kolam renang di Desa Gemarang, Kec. Gemarang dan Desa Sukosari Kec. Dagangan belum tuntas. Tak pelak desakan dan sindiran muncul agar penyidik Kejari tidak mengantung perkaranya. […]

    Bagikan
  • Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy Play Button

    Geledah Rumah di Jalan Setiyaki Kota Madiun, KPK Sita Mobil Pajero dan Mercy

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah salah satu rumah di Jalan Setiyaki Nomor 26 Kelurahan Oro Oro Ombo Kota Madiun pada Selasa (27/01/2026) malam. Penggeledahan diduga masih terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok fee proyek dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun. Dari informasi yang […]

    Bagikan
  • Api Mendadak Berkobar, Dapur Rumah Warga Kota Madiun Hangus Terbakar

    Api Mendadak Berkobar, Dapur Rumah Warga Kota Madiun Hangus Terbakar

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran terjadi di rumah milik Sri Hartatik warga RT 25 RW 08 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (10/6/2026) petang. Nenek 61 tahun ini langsung berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Sri Hartatik mengaku saat kejadian dirinya baru selesai menggoreng camilan di dapur. Setelah memastikan kompor dalam kondisi mati, […]

    Bagikan
  • Dana Desa 2026 Kabupaten Madiun Capai Rp165 Miliar, Pemanfaatan 70 Persen Tunggu Program Mandatori Pusat

    Dana Desa 2026 Kabupaten Madiun Capai Rp165 Miliar, Pemanfaatan 70 Persen Tunggu Program Mandatori Pusat

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun memastikan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 untuk 198 desa di wilayahnya tetap disalurkan. Namun, sebagian besar penggunaannya masih menunggu kejelasan kebijakan mandatori dari pemerintah pusat. Total anggaran Dana Desa 2026 yang diterima Kabupaten Madiun mencapai sekitar Rp165 miliar. Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran serta […]

    Bagikan
expand_less