Selasa, 3 Nov 2026
Trending Tags

1.588 Siswa SD-SMP di Kota Madiun Ikuti Lomba Geguritan Dan Menulis Aksara Jawa

  • account_circle Kriswanto
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 259
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Sebanyak 1.588 siswa SD-SMP mengikuti lomba di PSC Madiun. (18/9/2026), Foto : Kris-Sinergia

Sinergia | Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pendidikan menyelenggarakan Geguritan dan Nulis Aksara Jawa di Kawasan Pahlawan Street Center (PSC) pada Jum’at (18/9/2026). Sekitar 1.588 siswa SD-SMP baik Negeri maupun Swasta antusias mengikuti lomba ini. Kegiatan ini pun dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati yang disambut semangat peserta.

Citra Lestari, salah satu peserta lomba Geguritan mengaku sempat grogi saat hendak tampil karena baru pertama kali mengikuti lomba Geguritan.  Persiapan dilakukan sekitar satu minggu lebih. Ia berlatih di rumah maupun di sekolah dengan bimbingan guru dan kepala sekolah.

“Agak grogi, deg-degan, tapi alhamdulillah lancar. Karena terbiasa  belajar puisi juga di sekolah. Latihan juga didampingi guru dan kepala sekolah,” ujar Citra.

Image Not Found
Peserta lomba geguritan tampil menunjukkan kemampuan berbahasa Jawa. Foto : Kris-Sinergia

Pengalaman serupa dirasakan Lea Kharezisma Putri Prayogo dan Naj’wa Tanzila Mirojatul Jannah, siswi SMP Al Muttaqin yang mengikuti lomba menulis aksara Jawa. Bagi keduanya, ajang tersebut juga menjadi pengalaman pertama mengikuti perlombaan menulis aksara Jawa. Persiapan dilakukan dengan berlatih menulis dan menghafalkan materi agar tulisan lebih rapi serta pengerjaannya semakin lancar.

“Baru pertama. Untuk persiapannya itu latihan nulis terus gitu, sama latihan menghafal. Alhamdulilah dapat soalnya juga tidak susah,” terang Lea.

Sementara itt, bagi Naj’wa membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan diri. Ia mengaku sudah cukup terbiasa menghafalkan aksara Jawa. Dalam lomba tersebut, ia mendapat materi berupa ungkapan Jawa, di antaranya “sepi ing pamrih rame ing gawe” dan “mikul dhuwur mendhem jero.”

“Persiapannya ya menghafalkan, terus belajar nulis terus biar tulisannya nanti terlihat rapi. Jadi nulisnya biar lebih enak gitu kalau udah hafal. Ini tadi soalnya itu dapat yang “Sepi ing pamrih rame ing gawe yang pertama, terus yang kedua mikul dhuwur mendhem jero,” terang Naj’wa.

Meski mengaku soal yang diberikan tidak terlalu sulit, suasana perlombaan tetap membuatnya berdebar. Banyaknya peserta menjadi tantangan tersendiri. “Seru, tapi ndredeg juga soalnya lawannya banyak,” ujar Naj’wa.

Image Not Found
Siswa mengikuti lomba menulis aksara Jawa di kawasan PSC. Foto : Kris-Sinergia

Kegiatan ini tidak sekedar menjadi ajang untuk mencari siswa berprestasi. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal kembali bahasa dan budaya Jawa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengatakan, bahwa ini menjadi salah satu upaya menjaga agar bahasa Jawa tetap dikenal dan digunakan generasi muda.

“Tujuannya agar anak-anak, generasi muda kita, tetap nguri-nguri basa Jawa. Kemudian merasa bangga dengan kebudayaan leluhur kita dan melestarikannya secara berkesinambungan,” jelasnya.

Menurut dia, pelestarian bahasa Jawa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk mempraktikkan sekaligus menunjukkan kemampuan mereka secara langsung.

Antusiasme para peserta, lanjut Lismawati, menjadi hal yang menggembirakan. Sebab, di tengah perkembangan zaman, penggunaan bahasa dan tata krama Jawa menghadapi tantangan tersendiri. Lomba tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali nilai unggah-ungguh kepada anak-anak.

“Masalah unggah-ungguh di era sekarang kan juga agak tergeser sedikit. Sehingga kita berkewajiban bagaimana supaya unggah-ungguh anak-anak, tata kramanya itu tetap dijaga,” katanya.

Bagi Lismawati, kemampuan berbahasa Jawa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, atau berbicara. Di dalamnya terdapat nilai kesopanan dan penghormatan terhadap orang lain. Anak-anak diharapkan memahami bahwa generasi muda perlu menghormati orang yang lebih tua dan menerapkan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

“Tata kramanya itu juga bisa tetap dijaga. Sehingga tahu yang muda harus menghormati yang lebih tua, dan lain sebagainya. Ini juga memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta,” pungkas Lismawati.

Di balik persaingan lomba ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk berkenalan lebih dekat dengan aksara Jawa dan geguritan. Dari panggung sederhana di tengah kawasan PSC, semangat anak-anak itu menjadi bagian kecil dari upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya. (Krs)

Bagikan
  • Penulis: Kriswanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mutasi Segera ! Tahun 2025 ada 4 Pejabat Pensiun, dan 4 OPD Dijabat Bukan Definitif

    Mutasi Segera ! Tahun 2025 ada 4 Pejabat Pensiun, dan 4 OPD Dijabat Bukan Definitif

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 369
    • 1Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Gerbong mutasi dalam waktu dekat sudah siap dirombak Baperjakat. Apalagi tahun 2025, terdapat nama sejumlah pejabat pada eselon 2 yang memasuki masa pensiun ataupun dinas dan camat yang terpaksa di isi pejabat pelaksana tugas (Plt). Bupati Madiun Hari Wuryanto memberi sinyal jika seluruh OPD sudah masuk ke dalam radar dan […]

    Bagikan
  • Disapu Angin Kencang, Atap Puluhan Rumah Warga Porak Poranda

    Disapu Angin Kencang, Atap Puluhan Rumah Warga Porak Poranda

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Hujan deras disertai angin kencang melanda Desa/Kecamatan Kare Kabupaten Madiun Jumat Sore ( 7/2/2025). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan atap puluhan rumah warga porak – poranda.  Salah seorang warga menjelaskan angin kencang berhembus dari arah utara ke selatan secara tiba-tiba.Hal itu membuat sebagian warga khususnya para lansia ketakutan berimbas pada rumahnya.  […]

    Bagikan
  • Lisdyarita Dorong Perempuan Isi Jabatan Strategis Eselon II dan III Pemkab Ponorogo

    Lisdyarita Dorong Perempuan Isi Jabatan Strategis Eselon II dan III Pemkab Ponorogo

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2026
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berupaya meningkatkan keterwakilan perempuan dalam jabatan struktural di lingkungan birokrasi. Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita ingin membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk menduduki jabatan strategis, khususnya pada level eselon II dan III. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG) di lingkungan pemerintahan daerah. Lisdyarita menilai, […]

    Bagikan
  • Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    Udara Dingin di Magetan Bukan Karena Apelion, BMKG Jelaskan Penyebab Sebenarnya

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Udara dingin yang menyelimuti Kabupaten Magetan dan sejumlah wilayah di Selatan Indonesia dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian warga. Suhu udara terasa jauh lebih sejuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, bahkan pada siang hari. Sementara saat malam dan dini hari, hawa dingin semakin menusuk tulang. Banyak masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan Apelion, yaitu […]

    Bagikan
  • Harga Mawar di Magetan Melonjak Lebih dari 100 Persen Jelang Ramadan

    Harga Mawar di Magetan Melonjak Lebih dari 100 Persen Jelang Ramadan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Menjelang datangnya bulan Ramadan, para petani mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidorejo menikmati masa panen yang membawa berkah besar. Permintaan yang meningkat tajam sejak pertengahan Januari membuat harga mawar meroket lebih dari 100 persen dibanding hari-hari biasa. Kenaikan harga ini dipicu tradisi masyarakat yang memerlukan bunga mawar untuk ziarah dan berbagai […]

    Bagikan
  • Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    Magetan Siapkan 235 Koperasi Desa Merah Putih, Target Beroperasi dalam Tiga Bulan

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menargetkan pembentukan 235 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa dan kelurahan rampung dalam tiga bulan ke depan. Program ini menjadi tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam prioritas nasional pembangunan ekonomi desa. Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan percepatan […]

    Bagikan
expand_less