10 Hari Operasi Patuh Semeru di Madiun, 1.421 Pelanggar Ditindak dan 12 Kecelakaan Terjadi
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 50
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Sebanyak 1.421 pelanggaran lalu lintas terjaring selama 10 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di wilayah hukum Polres Madiun. Di tengah ribuan pelanggaran tersebut, polisi juga mencatat 12 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 18 orang mengalami luka ringan.
Data Satlantas Polres Madiun mencatat, penindakan sejak 26 Oktober hingga 4 November 2026 didominasi pelanggaran yang terekam melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), yakni sebanyak 1.366 kasus. Pelanggaran terbanyak berupa pengendara tidak menggunakan helm dan pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman.
Sementara itu, 55 pelanggaran lainnya ditindak melalui tilang manual. Rinciannya, 35 pengendara kedapatan melawan arus dan 20 lainnya melanggar ketentuan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Kasatlantas Polres Madiun AKP Dristica Brian Arya Leviantona mengatakan, penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Untuk penegakan hukumnya, kami berbasis ETLE sebanyak 1.366 pelanggaran dan tilang manual berfokus pada melawan arus sebanyak 35 pelanggaran dan TNKB,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Selain pelanggaran, selama periode operasi tersebut polisi mencatat 12 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu, sebanyak 18 orang mengalami luka ringan. Tidak ada korban meninggal dunia dalam seluruh kejadian tersebut.
Berdasarkan lokasi, kecelakaan paling banyak terjadi di jalan kabupaten dengan tujuh kejadian. Kemudian empat kejadian di jalan nasional dan satu kejadian di jalan desa.

Dristica menyebut, kecelakaan terjadi pada waktu yang bervariasi. Namun, beberapa insiden berlangsung pada pagi hari saat masyarakat berangkat sekolah dan bekerja, serta malam hari ketika pengendara pulang beraktivitas.
“Alhamdulillah, selama Operasi Patuh Semeru tidak ada kejadian kecelakaan yang menonjol. Waktunya random, tetapi ada beberapa kejadian pada malam hari saat pulang kerja maupun pagi ketika masyarakat berangkat sekolah dan bekerja,” jelasnya.
Menjelang berakhirnya Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Madiun akan mengintensifkan sosialisasi keselamatan berkendara. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah antisipasi menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Polisi mengingatkan masyarakat agar tertib berlalu lintas bukan semata-mata karena adanya operasi kepolisian. Kesadaran menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain harus menjadi kebiasaan dalam berkendara.
“Harapannya, masyarakat tidak tertib hanya karena ada operasi kepolisian. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dan kesadaran setiap pengguna jalan,” tandasnya.(Tov).
- Penulis: Tova Pradana
- Editor: Krz/Byg





