Kamis, 5 Nov 2026
Trending Tags

RAPBD Magetan 2027 Tertekan Transfer Pusat, Belanja Infrastruktur Baru 27,56 Persen

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 22
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Rapat Paripurna DPRD magetan tahun 2026

Sinergia | Magetan – Keterbatasan fiskal akibat penyesuaian dana transfer pemerintah pusat berdampak pada penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Magetan 2027. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan program prioritas pembangunan dan pelayanan masyarakat tetap menjadi perhatian.

Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan hal tersebut dalam jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap RAPBD 2027. Penyesuaian pendapatan dan belanja daerah dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, tanpa mengabaikan sasaran pembangunan dalam RPJMD.

“Penyesuaian anggaran dilakukan dengan mengacu pada kebijakan dana transfer dari pemerintah pusat. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya mencapai sasaran strategis dan indikator kinerja utama yang telah ditetapkan,” jelas Nanik.

Salah satu tantangan dalam RAPBD 2027 adalah proporsi belanja infrastruktur yang baru mencapai 27,56 persen. Angka tersebut masih di bawah target 40 persen. Sementara belanja pegawai mencapai 36,12 persen, dan belanja pendidikan sebesar 29,94 persen atau telah melampaui ketentuan minimal 20 persen.

Pemkab Magetan berkomitmen meningkatkan alokasi infrastruktur secara bertahap, dengan memprioritaskan kebutuhan mendesak, pelayanan dasar, serta kondisi keuangan daerah.

“Prioritas belanja akan disusun berdasarkan pemenuhan standar pelayanan minimal, kebutuhan dasar masyarakat, kondisi infrastruktur, serta target kinerja pembangunan,” tegasnya.

Image Not Found
Rapat Paripurna DPRD magetan tahun 2026

Di sisi pendapatan, pemerintah daerah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak, pemutakhiran data, serta evaluasi tarif pajak dan retribusi. Target PAD dari Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu pada 2027 dipatok Rp 21 miliar.

Hingga 22 Oktober 2026, realisasi PAD kedua destinasi wisata tersebut mencapai Rp 14,9 miliar atau 73,83 persen dari target Perubahan APBD 2026 sebesar Rp 20,3 miliar.

Sejumlah program prioritas tetap diakomodasi, mulai dari beasiswa keluarga miskin, revitalisasi Pasar Sayur Magetan, modernisasi pariwisata, pengelolaan sampah, hingga peningkatan akses air minum aman.

Pemkab juga mengalokasikan Rp 1,4 miliar untuk beasiswa bagi 235 mahasiswa dari keluarga miskin. Sementara pembangunan rumah sakit di Kecamatan Panekan ditargetkan beroperasi pada 2028.

Di sektor pertanian, penguatan irigasi, jalan usaha tani, sumurisasi, dan pipanisasi menjadi perhatian untuk mendukung produktivitas serta mengantisipasi wilayah rawan krisis air.

Pemkab Magetan juga menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 4 miliar untuk penanganan bencana, dengan kemungkinan penyesuaian apabila terjadi eskalasi bencana.

Nanik menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penyusunan RAPBD 2027 diarahkan agar lebih terukur, efektif, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.

Jawaban bupati tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan RAPBD 2027 bersama DPRD Kabupaten Magetan sebelum memasuki proses selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.(Kus).

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Krz/Byg

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    Polisi Ungkap Tabrak Lari di Magetan, Pelaku Diamankan Kurang dari 12 Jam

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Kecelakaan tabrak lari yang menewaskan satu pejalan kaki di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, pada Rabu (18/6/2025) pukul 04.45 WIB berhasil diungkap kurang dari 12 jam oleh Satlantas Polres Magetan. Korban atas nama GN (73), warga Dusun Genggong, Desa Randugede meninggal dunia dalam peristiwa itu. Sementara SYN (65), warga […]

    Bagikan
  • Dishub Kota Madiun Kembali Lelang Pengelolaan Parkir, Berhasilkah ?

    Dishub Kota Madiun Kembali Lelang Pengelolaan Parkir, Berhasilkah ?

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Perhubungan Kota Madiun tengah berfikir keras terkait persoalan pengelolaan parkir tepi jalan. Beberapa tahun terakhir, proses lelang parkir tepi jalan umum selalu gagal. Sesuai rencana, Dishub bakal kembali melakukan lelang tahun 2026 ini. “Saat ini sedang proses persiapan untukk lelang. Dokumen-dokumen sedang kami siapkan dan koordinasi dengan instansi terkait,” […]

    Bagikan
  • Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    Papan Nama Stasiun Magetan Rusak, DPUPR : Kalau Ingin Diungkap, Menjadi Ranah Penegak Hukum

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Kerusakan papan nama “STASIUN MAGETAN” di area depan stasiun yang viral di media sosial akhirnya mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magetan menduga kerusakan tersebut akibat aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab. Video kondisi papan nama yang rusak sebelumnya ramai beredar di […]

    Bagikan
  • Tega! Bayi Ditemukan Terlantar di Sawah Hanya Berbalut Jaket dan Kardus

    Tega! Bayi Ditemukan Terlantar di Sawah Hanya Berbalut Jaket dan Kardus

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun — Warga Desa Sumbergandu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga baru berusia sekitar 40 hari. Saat ditemukan kondisinya terlantar di tengah pematang sawah. Bayi malang tersebut ditemukan pada Selasa pagi, 15 April 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Bayi itu ditemukan oleh seorang warga yang tengah […]

    Bagikan
  • DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    DPRD Desak Dinsos Madiun Melek Data Soal Peringkat Kedua ODGJ Pasung di Jatim

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – DPRD Kabupaten Madiun mendesak Dinas Sosial (Dinsos) setempat segera menuntaskan pemutakhiran data orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih dipasung. Langkah ini dinilai penting agar kondisi riil kasus pasung di Kabupaten Madiun bisa diketahui secara jelas. Desakan itu muncul setelah data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyebut Kabupaten Madiun menempati posisi […]

    Bagikan
  • Modus Adopsi, Polres Ngawi Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Antar Provinsi

    Modus Adopsi, Polres Ngawi Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Antar Provinsi

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Satreskrim Polres Ngawi berhasil membongkar praktik kelam perdagangan orang di wilayah Jawa Timur dan DKI Jakarta. Sindikat jual beli bayi berkedok adopsi legal itu menyerat empat orang sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan Kapolres Ngawi, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon dalam konferensi pers pada Jumat (30/5/2025). Kasus ini bermula dari laporan seorang perangkat […]

    Bagikan
expand_less