Berita Terkini
Trending Tags

DPRD Magetan Bentuk Tim Verifikasi Tambang Galian C di Sayutan, Operasional Diminta Ditunda

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 157
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
DPRD Magetan fasilitasi audiensi warga dan tambang. (3/6/2026), Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Aspirasi ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, yang menuntut penutupan tambang galian C akhirnya difasilitasi DPRD Magetan melalui forum audiensi yang digelar di ruang Badan Musyawarah (Banmus) Rabu (3/6/2026).

Audiensi tersebut mempertemukan perwakilan warga dengan pimpinan DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta pihak pengelola tambang yang menjadi objek penolakan masyarakat. 

Dalam forum tersebut, masing-masing perwakilan warga menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka rasakan sejak adanya aktivitas pertambangan. Keluhan yang disampaikan mulai dari kekhawatiran kerusakan lingkungan, dampak terhadap jalan desa, hingga potensi terganggunya sumber daya alam di sekitar kawasan tambang.

Wakil Ketua DPRD Magetan, Puthut Pujiono, mengatakan audiensi tersebut merupakan bentuk komitmen DPRD dalam menerima dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, DPRD bergerak cepat memfasilitasi pertemuan dengan menghadirkan seluruh pihak yang memiliki kewenangan dan keterkaitan dengan persoalan tambang.

“Hari ini DPRD memfasilitasi aspirasi masyarakat Sayutan. Semua pihak yang berkompeten sudah hadir, mulai dari OPD terkait, masyarakat hingga pihak perusahaan tambang. Dari hasil pertemuan disepakati akan dibentuk tim yang nantinya turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan mencari solusi yang dapat diterima semua pihak,” ujar Puthut.

Hasil audiensi menghasilkan kesepakatan penting berupa penghentian sementara operasional tambang hingga tim yang dibentuk pemerintah daerah melakukan pemeriksaan lapangan. Tim tersebut nantinya melibatkan unsur legislatif, eksekutif, serta Inspektorat Tambang dari Pemprov Jawa Timur.

Menurut Puthut, tim akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap lokasi pertambangan, termasuk kesesuaian titik tambang dengan dokumen perizinan yang telah diterbitkan. Langkah ini dinilai penting mengingat kewenangan perizinan pertambangan berada di tingkat yang lebih tinggi, sementara pemerintah daerah hanya memberikan rekomendasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kesepakatannya, tambang belum boleh beroperasi sebelum tim dari kabupaten turun ke lapangan bersama Inspektorat Tambang. Nanti akan dijelaskan secara detail mengenai denah lokasi dan kesesuaian dengan izin yang dimiliki perusahaan,” katanya.

Puthut juga menjelaskan bahwa secara tata ruang, kawasan pertambangan di Kabupaten Magetan telah ditentukan pemerintah. Dari sejumlah wilayah yang sebelumnya masuk dalam kawasan pertambangan, saat ini hanya tersisa dua kecamatan yang diperbolehkan, yakni Kecamatan Parang dan Kecamatan Karas.

Meski secara lokasi dan dokumen perizinan dinilai telah memenuhi ketentuan, DPRD tetap memandang penting adanya dialog karena muncul penolakan dari masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, keputusan akhir akan mempertimbangkan hasil verifikasi lapangan serta masukan dari seluruh pihak yang terlibat.

Sementara itu, DPRD Magetan mengapresiasi langkah warga yang memilih menyampaikan aspirasi secara langsung ke gedung dewan. Menurut Puthut, DPRD terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun usulan terkait kebijakan publik.

“Kami justru senang masyarakat datang menyampaikan aspirasi. DPRD membuka pintu seluas-luasnya. Ini rumah rakyat, sehingga siapa pun yang memiliki keluhan atau masukan bisa datang dan kami akan berusaha memfasilitasinya,” tegasnya.

Dengan terbentuknya tim verifikasi tersebut, polemik tambang galian C di Desa Sayutan untuk sementara memasuki tahap evaluasi. Warga berharap hasil pemeriksaan nantinya dapat memberikan kepastian terhadap tuntutan mereka, sekaligus menjawab berbagai kekhawatiran terkait dampak lingkungan yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bazar Ramadhan, Korem 081/DSJ Sediakan Sembako Murah untuk Masyarakat

    Bazar Ramadhan, Korem 081/DSJ Sediakan Sembako Murah untuk Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 25 Mar 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Korem 081/Dhirotsaha  Jaya Madiun menggelar Bazar Ramadhan yang diselenggarakan di Pahlawan Business Center (PBC) pada, Selasa (25/03/2025). Kegiatan bazar ini juga diselenggarakan serentak di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia.  “Bazar ini melibatkan berbagai pihak, seperti jajaran UMK Kodim, Bulog, PPI, […]

    Bagikan
  • Fraksi Banteng Moncong Putih Sindir OPD Lamban Dukung Program Bupati

    Fraksi Banteng Moncong Putih Sindir OPD Lamban Dukung Program Bupati

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kab Madiun menyindir OPD yang terkesan tidak mendukung visi misi pemerintah daerah. Ketua Fraksi PDIP Budi Wahono menyoroti lambannya realisasi sejumlah program prioritas yang sebelumnya dijanjikan kepala daerah. Dia menilai beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) terkesan tidak mendukung penuh arah kebijakan bupati. “Kami pertanyakan realisasi program […]

    Bagikan
  • Satgas Pangan Polres Ngawi Awasi Peredaran Beras, Pastikan Tak Ada Kecurangan

    Satgas Pangan Polres Ngawi Awasi Peredaran Beras, Pastikan Tak Ada Kecurangan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ngawi – Menyikapi maraknya isu dugaan pengoplosan beras, pengurangan timbangan, dan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Ngawi bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Tim menyasar sejumlah titik distribusi bahan pokok, termasuk pasar tradisional hingga toko retail modern di Kabupaten Ngawi. Pengecekan dilakukan di […]

    Bagikan
  • Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    Peternak Sapi Perah Tak Merasakan Dampak PMK, Permintaan Susu Segar Meningkat

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Madiun – Wabah virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) tidak begitu dirasakan dampaknya bagi peternak sapi perah di Kabupaten Madiun. Justru permintaan susu segar saat momen Imlek dan Isra’ Mi’raj meningkat dibanding hari biasanya.  Seperti yang dialami oleh kelompok peternak sapi perah Nedyo Rahayu di Desa Kresek, Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun […]

    Bagikan
  • Bus Mogok Diseruduk Truk Boks di Madiun, Sopir Truk Boks Tewas Terjepit

    Bus Mogok Diseruduk Truk Boks di Madiun, Sopir Truk Boks Tewas Terjepit

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Nasional Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Selasa (7/4/2026) siang. Sebuah bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang tengah mogok ditabrak truk boks dari arah belakang. Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Kejadian ini melibatkan bus Sumber Selamat bernopol W […]

    Bagikan
  • Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    Perubahan KUA-PPAS 2025 Magetan Diteken, Dinilai Minim Pembahasan dan Terburu-buru

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2025 akhirnya disahkan dalam rapat paripurna DPRD Magetan, Kamis (18/09/2025). Penandatanganan dilakukan bersama oleh Bupati Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan pimpinan dewan. Namun, di balik pengesahan itu muncul kritik. Proses pembahasan dinilai terlalu cepat dan minim uji publik. Bahkan, […]

    Bagikan
expand_less