5 Korban Keracunan MBG Jalani Perawatan Intensif di RSUD Caruban, Dinkes Uji Sampel Sisa Makanan
- account_circle Tova Pradana
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- visibility 37
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sinergia | Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun terus menindaklanjuti kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Desa Klecorejo, Kecamatan Mejayan. Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun memastikan penanganan cepat telah diberikan sejak kejadian berlangsung pada Kamis (27/11/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Heri Setyana, menjelaskan sebanyak 51 siswa sempat mendapatkan perawatan di puskesmas. Dari jumlah tersebut, 8 anak dirujuk ke RSUD Caruban, sementara 43 lainnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Selain delapan anak yang dirujuk, ada satu anak lagi yang datang ke RSUD Caruban dengan keluhan serupa, seperti mual, muntah, hingga diare,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Dari total sembilan anak yang dirawat di RSUD Caruban, empat di antaranya telah diperbolehkan pulang. Lima siswa masih menjalani perawatan inap, namun kondisi mereka dilaporkan mulai membaik. Di sisi lain, Dinas Kesehatan juga melakukan pengambilan sampel makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk diuji guna memastikan penyebab pasti keracunan.
“Kami sudah mengambil sisa makanan MBG dan hari ini sudah dikirim ke Surabaya. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” kata Heri. Ia menambahkan, evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) SPPG Cinta Anak Klecorejo selaku penyedia makanan MBG untuk 31 sekolah juga telah dilakukan. Pemeriksaan meliputi proses memasak, waktu pendistribusian, hingga waktu konsumsi oleh siswa. “Kami belum bisa menarik kesimpulan penyebab keracunan. Semua masih menunggu hasil laboratorium,” tegasnya.(Tov/Krs).
- Penulis: Tova Pradana


