Berita Terkini
Trending Tags

Simbol Kedermawanan, Bupati Magetan Andum Kereweng Kepada Warga

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 92
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Tradisi andum kereweng bersama Bupati Magetan. Foto : Kusnanto – Sinergia

Sinergia | Magetan – Tradisi andum kereweng selalu tidak terlewatkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Magetan. Tradisi ini menjadi sorotan utama masyarakat, bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena makna sosial dan moral yang dikandungnya.

Pada Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 tahun ini tradisi andum kereweng kembali digelar di kompleks Makam Eyang Ronggo Galih, Desa Durenan, Senin (06/10/2025). 

Dalam prosesinya, potongan kecil tanah liat atau kereweng, oleh Bupati dibagikan kepada warga yang hadir. Warga yang mendapatkannya dapat menukarnya dengan makanan yang telah disediakan.

Sekilas terlihat sederhana, namun kereweng tersebut memiliki makna mendalam. Sebuah simbol kedermawanan dan kepedulian sosial yang diwariskan turun-temurun oleh para leluhur Magetan.

“Kereweng adalah pesan moral bahwa pemimpin sejati harus dermawan, dekat dengan rakyat, dan menebar manfaat bagi sesama,” tutur Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti usai mengikuti prosesi ziarah leluhur.

Menurut Bupati, andum kereweng bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk nyata dari semangat berbagi rezeki dan meneguhkan hubungan antara pemimpin dan masyarakat. Nilai itu menjadi fondasi penting dalam perjalanan Magetan yang telah menginjak usia 350 tahun.

Tradisi ini juga menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, keikhlasan dan kepedulian sosial merupakan warisan luhur yang perlu terus dijaga. Dalam konteks kekinian, andum kereweng mengajarkan bahwa kedermawanan tidak selalu diwujudkan dengan harta, tetapi bisa melalui niat tulus untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan terhadap sesama.

Selain pelaksanaan tradisi, kegiatan juga diisi dengan pembagian bantuan sembako bagi warga penerima manfaat yang membutuhkan. Momentum tersebut memperkuat makna andum kabecikan, menebar kebaikan sebagaimana dicontohkan para leluhur Magetan.

Di tengah derasnya arus modernitas, andum kereweng masih tetap bertahan sebagai simbol kebersamaan dan ketulusan hati bagi masyarakat Magetan. Dari sepotong tanah liat, tumbuh pesan abadi tentang pentingnya berbagi dan saling peduli, menjadi warisan berharga yang tak lekang oleh waktu.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Madiun Sabet Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award 2025 Kemendagri

    Kota Madiun Sabet Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award 2025 Kemendagri

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Sinergia | Jakarta – Tidak salah jika kini menyebut Kota Madiun sebagai kota kreatif dan inovatif. Apalagi, berbagai inovasi terus dimunculkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu pun dibuktikan dengan diraihnya penghargaan sebagai Kota Sangat Inovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2025. Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri itu berlangsung di Jakarta, Rabu (10/12/2025). ‘’Setiap […]

    Bagikan
  • Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    Jelang HUT RI Tren Mendaki ke Gunung Lawu Meningkat, Rental Peralatan Panen Penyewa

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Fenomena fear of missing out (FOMO) rupanya merambah dunia pendakian. Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia dan libur panjang sekolah, jalur pendakian Gunung Lawu via Magetan dipadati pendaki tektok atau naik turun dalam sehari tanpa menginap. Lonjakan pendaki ini tak lepas dari tren media sosial yang memicu banyak remaja untuk “ikut-ikutan” […]

    Bagikan
  • Magetan Kukuhkan 235 Koperasi Merah Putih, Wujud Dukung Asta Cita Presiden

    Magetan Kukuhkan 235 Koperasi Merah Putih, Wujud Dukung Asta Cita Presiden

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Magetan – Komitmen Pemerintah Kabupaten Magetan dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan ditegaskan lewat pengukuhan 235 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Senin (21/07/2025), di Pendopo Surya Graha. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya di bidang pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari tingkat desa. […]

    Bagikan
  • Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    Tambang Ilegal di Jenangan Ponorogo Rusak Lahan dan Bantaran Sungai

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Aktivitas pertambangan ilegal di Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mulai dikeluhkan masyarakat. Selain merusak lahan perkebunan warga, aktivitas tersebut juga diduga mengganggu bantaran sungai akibat pengurukan yang dijadikan akses keluar masuk truk tambang. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, area pertambangan ilegal berada di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan. Sejumlah titik lahan […]

    Bagikan
  • Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Penuhi Kuota, Beberapa Mundur Alasan Keluarga

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Jumlah peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo belum mencapai kuota maksimal meski kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai. Dari total target 125 siswa, baru 119 anak yang tercatat aktif mengikuti MPLS hari pertama, Jumat (01/08/2025). Menurut Kepala SR Ponorogo, Devit Tri Candrawati, beberapa siswa dari jenjang SD dan SMP […]

    Bagikan
  • Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    Terungkap Fakta Penusukan di Ngawi, Pemilik Angkringan Ternyata Pelaku, Bukan Saksi

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Misteri kasus penusukan yang menewaskan Andik Kristanto (39), warga Desa Gelung, Kecamatan Paron, Ngawi, akhirnya terungkap. Polisi memastikan tersangka bukan orang asing seperti yang sempat dikabarkan, melainkan Andika Rangga Pratama, pemilik angkringan tempat kejadian berlangsung. Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadhi, mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan Jumat (29/08/2025) dini hari sekitar […]

    Bagikan
expand_less