Rabu, 21 Okt 2026
Trending Tags

Lima Rumah Rusak di Magetan Terdampak Cuaca Ekstrim

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 170
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
BPBD Magetan tengah mengecek kerusakan rumah akibat angin kencang, Foto : Istimewa

Sinergia | Magetan – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Magetan dalam empat hari terakhir menyebabkan lima rumah roboh dan rusak berat. Peristiwa tersebut terjadi di tiga kecamatan, yaitu Ngariboyo, Poncol, dan Magetan. Meski menimbulkan kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan menjelaskan, cuaca ekstrem di awal musim hujan menjadi penyebab utama kerusakan bangunan. “Curah hujan tinggi dan kondisi rumah yang sudah lapuk membuat sebagian bangunan tidak mampu menahan tekanan angin,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Seperti di Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, pada Jumat (24/10/2025) lalu/ rumah milik Sumarno (47) di RT 003 RW 005 roboh di bagian utama dan rusak sedang di bagian dapur. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp. 15 juta. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang menerima laporan bergerak ke lokasi melakukan asesmen, pendataan, serta menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan selimut. Hingga Sabtu pagi, pembersihan puing masih berlangsung melibatkan BPBD, TNI, Polri, perangkat kelurahan, dan warga sekitar. Keluarga terdampak sementara mengungsi ke rumah tetangga.

Sebelumnya, empat rumah lain juga terdampak hujan dan angin kencang di wilayah berbeda. 22 Oktober 2025, rumah milik Jumiran (60) di Dukuh Natah, Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, roboh pada bagian dapur. Kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta. BPBD bersama TNI dan Polri membantu pembersihan serta menyalurkan bantuan logistik.

23–24 Oktober 2025, di Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, hujan deras memicu tanah longsor di empat titik, merusak beberapa rumah warga, termasuk milik Sirin (65). BPBD bersama Dinas Sosial dan aparat gabungan menyalurkan bantuan berupa sembako dan terpal. Di Kelurahan Alastuwo, wilayah sekitar Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, satu rumah roboh total akibat hujan berkepanjangan dan pohon tumbang.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkimtan) telah mengoordinasikan bantuan rehabilitasi. Total, enam keluarga terdampak kini mengungsi ke rumah saudara atau tetangga sambil menunggu proses pemulihan.

BPBD Magetan mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan dan perkotaan. “Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi bangunan, terutama yang sudah tua atau retak, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban,” tutupnya.

Kusnanto – Sinergia

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mess Pekerja Proyek di Ponorogo Terbakar

    Mess Pekerja Proyek di Ponorogo Terbakar

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab. Ponorogo – Sebuah mess atau tempat tinggal sementara untuk pekerja proyek pembuatan beton di Jalan Teratai, Kelurahan Purbosuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, hangus terbakar pada Rabu (16/07/2025) petang. Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan yang mayoritas terbuat dari seng. Bangunan yang diketahui milik Sutono (50), warga Wonogiri, Jawa Tengah, tersebut […]

    Bagikan
  • Dosen IPB Dampingi Peternak Domba Kenali Kecacingan hingga Uji Ekstrak Akasia

    Dosen IPB Dampingi Peternak Domba Kenali Kecacingan hingga Uji Ekstrak Akasia

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Sinergia | Bogor — Kecacingan menjadi salah satu persoalan yang dapat menggerus produktivitas dan efisiensi usaha peternakan domba. Gangguan parasit yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menyebabkan pertumbuhan ternak melambat, pemanfaatan pakan tidak optimal, masa pemeliharaan lebih panjang, hingga meningkatkan biaya produksi. Untuk membantu peternak mengenali gangguan tersebut sekaligus mencari alternatif pengendalian, dosen IPB University […]

    Bagikan
  • Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    Menelusuri Keindahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Madiun (1)

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Pemerintah Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan bagi masyarakat melalui pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Beberapa RTH yang telah di bangun Pemerintah Kota Madiun, antara lain RTH Nusa Penida, RTH Kanigoro Selo, dan RTH Telaga Mas semakin diminati oleh warga lokal. 1. RTH Nusa Penida RTH Nusa […]

    Bagikan
  • Dipicu Persoalan Sepele, Pria 30 Tahun di Ngawi Bacok Tetangga hingga Luka Berat

    Dipicu Persoalan Sepele, Pria 30 Tahun di Ngawi Bacok Tetangga hingga Luka Berat

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Sinergia | Ngawi – Hanya karena persoalan sepele, Rudianto warga Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, nekat membacok tetangganya hingga mengalami luka serius, Jumat (28/11/2025). Pria 30 tahun itu menganiaya Wahyu Nurhidayat (29), yang kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Widodo Ngawi akibat luka parah. Peristiwa itu bermula dari keributan antara korban dan pedagang […]

    Bagikan
  • Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Kegiatan yang digelar […]

    Bagikan
  • Anggaran Stikerisasi Rp. 395 juta, Bupati Madiun Larang Keras Penerima Bansos Mencopot Stiker

    Anggaran Stikerisasi Rp. 395 juta, Bupati Madiun Larang Keras Penerima Bansos Mencopot Stiker

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Sinergia | Kab Madiun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengambil langkah tegas mengurai benang kusut penyaluran bantuan sosial (bansos). Mulai semester dua tahun 2026, rumah seluruh penerima manfaat bantuan bakal ditempeli stiker. Dinas Sosial memasang anggaran stikerisasi mencapai Rp. 395 juta dari pos Dana Alokasi Umum (DAU). Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan, pihaknya tidak main-main […]

    Bagikan
expand_less