Minggu, 11 Okt 2026
Trending Tags

Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 204
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Magetan belajar membuat pupuk organik cair. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan yang digelar di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran tersebut diikuti kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku pertanian setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Nur Hadi, menjelaskan bahwa diseminasi difokuskan pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar petani.

“Hari ini kegiatannya diseminasi informasi pertanian, baik informasi teknis, ekonomi, maupun sosial pertanian. Fokusnya pada praktik pembuatan pupuk organik cair atau POC serta mikroorganisme lokal (MOL),” ujar Nur Hadi.

Menurutnya, pembuatan MOL memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jakaba yang berbahan dasar air leri dengan media dedak halus untuk memancing pertumbuhan jamur. Sementara itu, Trichoderma diperbanyak menggunakan media jagung giling kukus yang diberi isolat dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Lab. PHPTPH) Provinsi Jawa Timur di Madiun.

“Trichoderma berfungsi sebagai agensia hayati untuk mencegah penyakit, terutama penyakit layu pada tanaman sayuran. Selain itu juga dapat meningkatkan imunitas tanaman padi dan memperbaiki sifat biologis tanah,” jelasnya.

Nur Hadi menerangkan bahwa setiap produk organik tersebut memiliki cara aplikasi yang berbeda. MOL dan Jakaba dapat disemprotkan langsung ke lahan maupun tanaman secara berkala, sedangkan Trichoderma digunakan untuk memfermentasi pupuk kompos maupun diaplikasikan langsung ke tanah.

“Khusus untuk mikroorganisme lokal, pengaplikasiannya bisa disemprotkan ke tanah ataupun tanaman sekitar sepuluh hari sekali. Sedangkan Trichoderma bisa digunakan pada pupuk kompos maupun langsung diaplikasikan ke lahan, terutama tanaman hortikultura dan padi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Dinas TPHPKP dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan. Tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengawali atau menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia.

“Artinya petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang,” tambah Nur Hadi.

Sementara itu, Kepala Desa Madigondo, Sulistyono, menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis diseminasi pertanian tersebut. Menurut Sulistyono, kegiatan yang dilakukan sangat relevan karena mayoritas masyarakat Desa Madigondo menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian, khususnya padi. Kehadiran pelatihan di tingkat desa dinilai mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran petani Madigondo dalam menggunakan pupuk organik terus meningkat. Jika beberapa tahun lalu hampir seluruh petani mengandalkan pupuk kimia, kini mulai terjadi perubahan pola budidaya.

“Sekarang respons petani terhadap pupuk organik sudah hampir lima puluh persen. Kalau dulu hampir sembilan puluh hingga seratus persen menggunakan pupuk kimia, sekarang justru pupuk kimia hanya sebagai pelengkap ketika tanaman membutuhkan penanganan tertentu,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan tanaman dan memperbaiki kondisi lahan pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    Kebakaran Hanguskan Ruang Server CCTV Dishub Kota Madiun, Pemantauan Lalu Lintas Lumpuh

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Ruang server CCTV di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun terbakar pada Sabtu (13/6/2026) malam. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut mengakibatkan sistem pemantauan kamera pengawas lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan Kota Madiun tidak dapat berfungsi sementara waktu. Api diketahui membesar sekitar pukul 19.30 WIB dan pertama kali […]

    Bagikan
  • Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    Dua Pekerja di Madiun Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kabel Pompa Sawah 

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Dua pekerja bajak sawah di Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat hendak memperbaiki sambungan kabel pompa submersible, Sabtu (21/2/2026). Peristiwa nahas itu menimpa Yoni Asmoro (45) dan Puji Utomo (47) warga setempat. Keduanya tewas di lokasi kejadian setelah tersetrum kabel yang diduga masih bertegangan […]

    Bagikan
  • PAD Kota Madiun Tembus Rp 103 Miliar, Optimistis Capai Target Akhir Tahun

    PAD Kota Madiun Tembus Rp 103 Miliar, Optimistis Capai Target Akhir Tahun

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kota Madiun menunjukkan kinerja ekonomi yang solid melalui capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga mendekati akhir Agustus 2025, PAD yang berhasil terkumpul mencapai Rp 103 miliar atau 74,71 persen dari target Rp 138 miliar. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun, Jariyanto, menyampaikan bahwa realisasi tersebut menjadi kabar positif. “Tren […]

    Bagikan
  • Caruban Night Solidarity Ajang Kreatifitas Seni dan Budaya Berpadu  Aksi Solidaritas

    Caruban Night Solidarity Ajang Kreatifitas Seni dan Budaya Berpadu  Aksi Solidaritas

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Tova Pradana
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Kemeriahan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Madiun dikemas dengan cara berbeda. Di tengah parade seni dan budaya dalam Caruban Night Solidarity 2026, Sabtu (22/8/2026), Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak masyarakat menyalurkan kepedulian bagi warga yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan yang memadukan hiburan rakyat, seni budaya, […]

    Bagikan
  • Penderita DBD Meningkat, Dinkes Gencar Fogging juga Ingatkan Pentingnya PSN

    Penderita DBD Meningkat, Dinkes Gencar Fogging juga Ingatkan Pentingnya PSN

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun melakukan upaya fogging di sejumlah titik. Seperti yang dilakukan di lingkungan SD Negeri 03 Nambangan Kidul Kecamatan Manguharjo pada Kamis (16/1/2025). Langkah ini sebagai upaya pengendalian nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebab sakit demam berdarah dengue (DBD). Kepala SDN 03 […]

    Bagikan
  • Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    Thariq Megah Lakukan Perlawanan Hukum Atas Dakwaan, Maidi dan Rochim Pilih Ke Tahap Pembuktian

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Terdakwa perkara dugaan korupsi, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah memilih langkah berbeda usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Kamis (11/6/2026). Setelah mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Thariq melalui kuasa hukumnya […]

    Bagikan
expand_less