Berita Terkini
Trending Tags

Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 158
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Magetan belajar membuat pupuk organik cair. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan yang digelar di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran tersebut diikuti kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku pertanian setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Nur Hadi, menjelaskan bahwa diseminasi difokuskan pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar petani.

“Hari ini kegiatannya diseminasi informasi pertanian, baik informasi teknis, ekonomi, maupun sosial pertanian. Fokusnya pada praktik pembuatan pupuk organik cair atau POC serta mikroorganisme lokal (MOL),” ujar Nur Hadi.

Menurutnya, pembuatan MOL memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jakaba yang berbahan dasar air leri dengan media dedak halus untuk memancing pertumbuhan jamur. Sementara itu, Trichoderma diperbanyak menggunakan media jagung giling kukus yang diberi isolat dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Lab. PHPTPH) Provinsi Jawa Timur di Madiun.

“Trichoderma berfungsi sebagai agensia hayati untuk mencegah penyakit, terutama penyakit layu pada tanaman sayuran. Selain itu juga dapat meningkatkan imunitas tanaman padi dan memperbaiki sifat biologis tanah,” jelasnya.

Nur Hadi menerangkan bahwa setiap produk organik tersebut memiliki cara aplikasi yang berbeda. MOL dan Jakaba dapat disemprotkan langsung ke lahan maupun tanaman secara berkala, sedangkan Trichoderma digunakan untuk memfermentasi pupuk kompos maupun diaplikasikan langsung ke tanah.

“Khusus untuk mikroorganisme lokal, pengaplikasiannya bisa disemprotkan ke tanah ataupun tanaman sekitar sepuluh hari sekali. Sedangkan Trichoderma bisa digunakan pada pupuk kompos maupun langsung diaplikasikan ke lahan, terutama tanaman hortikultura dan padi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Dinas TPHPKP dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan. Tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengawali atau menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia.

“Artinya petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang,” tambah Nur Hadi.

Sementara itu, Kepala Desa Madigondo, Sulistyono, menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis diseminasi pertanian tersebut. Menurut Sulistyono, kegiatan yang dilakukan sangat relevan karena mayoritas masyarakat Desa Madigondo menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian, khususnya padi. Kehadiran pelatihan di tingkat desa dinilai mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran petani Madigondo dalam menggunakan pupuk organik terus meningkat. Jika beberapa tahun lalu hampir seluruh petani mengandalkan pupuk kimia, kini mulai terjadi perubahan pola budidaya.

“Sekarang respons petani terhadap pupuk organik sudah hampir lima puluh persen. Kalau dulu hampir sembilan puluh hingga seratus persen menggunakan pupuk kimia, sekarang justru pupuk kimia hanya sebagai pelengkap ketika tanaman membutuhkan penanganan tertentu,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan tanaman dan memperbaiki kondisi lahan pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Hanguskan Dapur Warung Steak Iyatang Madiun, Diduga Lupa Matikan Kompor

    Kebakaran Hanguskan Dapur Warung Steak Iyatang Madiun, Diduga Lupa Matikan Kompor

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Kebakaran kembali terjadi wilayah Kota Madiun pada Selasa (16/6/2026). Kali ini, kebakaran melanda warung steak Iyatang di Jalan Ciliwung Gang Sarean Kelurahan/Kecamatan Taman sekitar pukul 02.25 WIB. Petugas Satpol PP dan Damkar Kota Madiun yang menerima laporan langsung ke lokasi kejadian dengan mengerahkan 1 unit mobil damkar dan 1 unit […]

    Bagikan
  • Vandalisme Cemari Miniatur Kakbah, Walikota : Akan Dipasang CCTV dan Peringatan

    Vandalisme Cemari Miniatur Kakbah, Walikota : Akan Dipasang CCTV dan Peringatan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Upaya Pemerintah Kota Madiun dalam memperindah dan memajukan kotanya melalui pembangunan berbagai miniatur ikon dunia. Salah satu ikon yang paling menarik perhatian adalah miniatur Kakbah yang berada di kawasan Pahlawan Religi Center (PRC), lengkap dengan replika kain Kiswah. Miniatur ini kerap dijadikan lokasi edukasi keagamaan dan tempat berfoto bagi warga […]

    Bagikan
  • Pemeriksaan 11 Saksi Warnai Sidang Korupsi Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Jaksa Dalami Komitmen Fee dan Perizinan Proyek

    Pemeriksaan 11 Saksi Warnai Sidang Korupsi Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Jaksa Dalami Komitmen Fee dan Perizinan Proyek

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Sinergia | Sidoarjo – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya, Kamis (18/6/2026). Agenda persidangan difokuskan pada pembuktian melalui pemeriksaan 11 saksi yang dihadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam perkara tersebut, Maidi menjalani persidangan bersama terdakwa Rochim Ruhdiyanto. Sidang yang dimulai pukul 09.00 […]

    Bagikan
  • Radefa Karaoke Gelar Aksi Berbagi 1.500 Paket Takjil

    Radefa Karaoke Gelar Aksi Berbagi 1.500 Paket Takjil

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Mengisi momen liburan dengan kegiatan positif, Radefa Karaoke dari wilayah Ngawi, Madiun, dan Caruban menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan yang melibatkan ratusan karyawan ini dipusatkan di Kota Madiun. Pembagian takjil ini sebagai bentuk kepedulian dan saling berbagi di bulan Suci Ramadan. Koordinator aksi, Yenti […]

    Bagikan
  • Polres Magetan Siagakan 800 Personel Gabungan, Waspadai Jalur Rawan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

    Polres Magetan Siagakan 800 Personel Gabungan, Waspadai Jalur Rawan untuk Arus Mudik Lebaran 2026

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan – Polres Magetan memperkuat pengamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah tahun 2026 dengan menurunkan 800 personel gabungan dari TNI–Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, serta instansi pendukung lainnya. Seluruh personel tersebut akan ditempatkan di enam pos pengamanan, dua pos pelayanan, dan satu pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis jalur mudik. Kapolres Magetan […]

    Bagikan
  • Truk Boks Tabrak Separator Jalan hingga Terguling di Ringroad Kota Madiun

    Truk Boks Tabrak Separator Jalan hingga Terguling di Ringroad Kota Madiun

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun — Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Ring Road Kota Madiun, Jumat (14/8/2026) siang. Sebuah truk boks pengangkut paket menabrak separator jalan sebelum akhirnya terguling. Berdasarkan keterangan warga, truk bernopol B 9278 TCR tersebut awalnya melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintasi tikungan, kendaraan tiba-tiba menabrak separator jalan dengan […]

    Bagikan
expand_less