Selasa, 20 Okt 2026
Trending Tags

Diseminasi Pertanian Organik di Magetan, Petani Diajari Membuat Pupuk Organik Cair dari Bahan Lokal

  • account_circle Kusnanto
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 216
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Image Not Found
Petani Magetan belajar membuat pupuk organik cair. Foto : Kus-Sinergia

Sinergia | Magetan – Upaya mendorong terwujudnya pertanian ramah lingkungan terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi informasi pertanian yang mengajarkan petani memanfaatkan bahan-bahan lokal menjadi pupuk organik dan agen hayati untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan yang digelar di Desa Madigondo, Kecamatan Takeran tersebut diikuti kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), serta pelaku pertanian setempat. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga praktik langsung membuat pupuk organik cair (POC), mikroorganisme lokal (MOL), Jakaba (Jamur Keberuntungan Abadi), hingga perbanyakan jamur Trichoderma sebagai agen hayati.

Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Nur Hadi, menjelaskan bahwa diseminasi difokuskan pada pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar petani.

“Hari ini kegiatannya diseminasi informasi pertanian, baik informasi teknis, ekonomi, maupun sosial pertanian. Fokusnya pada praktik pembuatan pupuk organik cair atau POC serta mikroorganisme lokal (MOL),” ujar Nur Hadi.

Menurutnya, pembuatan MOL memanfaatkan air cucian beras (air leri) yang diperkaya dengan bonggol pisang, buah mojo, serta limbah kulit atau buah nanas. Mikroorganisme lokal tersebut berfungsi membantu memperbaiki kondisi tanah yang mengalami penurunan kesuburan melalui penambahan bakteri yang bermanfaat.

Selain itu, peserta juga diajarkan membuat Jakaba yang berbahan dasar air leri dengan media dedak halus untuk memancing pertumbuhan jamur. Sementara itu, Trichoderma diperbanyak menggunakan media jagung giling kukus yang diberi isolat dari Laboratorium Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Pangan Dan Hortikultura (Lab. PHPTPH) Provinsi Jawa Timur di Madiun.

“Trichoderma berfungsi sebagai agensia hayati untuk mencegah penyakit, terutama penyakit layu pada tanaman sayuran. Selain itu juga dapat meningkatkan imunitas tanaman padi dan memperbaiki sifat biologis tanah,” jelasnya.

Nur Hadi menerangkan bahwa setiap produk organik tersebut memiliki cara aplikasi yang berbeda. MOL dan Jakaba dapat disemprotkan langsung ke lahan maupun tanaman secara berkala, sedangkan Trichoderma digunakan untuk memfermentasi pupuk kompos maupun diaplikasikan langsung ke tanah.

“Khusus untuk mikroorganisme lokal, pengaplikasiannya bisa disemprotkan ke tanah ataupun tanaman sekitar sepuluh hari sekali. Sedangkan Trichoderma bisa digunakan pada pupuk kompos maupun langsung diaplikasikan ke lahan, terutama tanaman hortikultura dan padi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis Dinas TPHPKP dalam mengembangkan pertanian organik dan ramah lingkungan di Kabupaten Magetan. Tahun 2026 difokuskan pada tahap sosialisasi kepada petani, sedangkan tahun 2027 akan dilanjutkan dengan pendampingan secara intensif.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengawali atau menginisiasi kelompok tani agar mulai menerapkan pertanian organik, minimal pertanian ramah lingkungan. Harapannya tercipta ketahanan pangan, kedaulatan pangan, sekaligus keberlanjutan sektor pertanian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu sasaran utama program tersebut adalah mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida berbahan kimia.

“Artinya petani bisa lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitarnya sehingga ketergantungan terhadap bahan kimia semakin berkurang,” tambah Nur Hadi.

Sementara itu, Kepala Desa Madigondo, Sulistyono, menyambut baik pelaksanaan bimbingan teknis diseminasi pertanian tersebut. Menurut Sulistyono, kegiatan yang dilakukan sangat relevan karena mayoritas masyarakat Desa Madigondo menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian, khususnya padi. Kehadiran pelatihan di tingkat desa dinilai mampu mempercepat transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani.

Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran petani Madigondo dalam menggunakan pupuk organik terus meningkat. Jika beberapa tahun lalu hampir seluruh petani mengandalkan pupuk kimia, kini mulai terjadi perubahan pola budidaya.

“Sekarang respons petani terhadap pupuk organik sudah hampir lima puluh persen. Kalau dulu hampir sembilan puluh hingga seratus persen menggunakan pupuk kimia, sekarang justru pupuk kimia hanya sebagai pelengkap ketika tanaman membutuhkan penanganan tertentu,” jelasnya.

Menurut Sulistyono, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menjaga kesehatan tanaman dan memperbaiki kondisi lahan pertanian.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan berharap semakin banyak petani yang mampu memproduksi pupuk organik dan agen hayati secara mandiri. Selain menekan biaya produksi, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Magetan. (Kus)

Bagikan
  • Penulis: Kusnanto
  • Editor: Diez

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digali Terlalu Dalam? Tanah Longsor di Magetan Tewaskan Pekerja Galian

    Digali Terlalu Dalam? Tanah Longsor di Magetan Tewaskan Pekerja Galian

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Kusnanto
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Sinergia | Magetan — Seorang pekerja tambang galian tanah di Desa Sugihwaras, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, meninggal dunia setelah tertimbun material longsor, Minggu (25/1/2026) pagi. Korban bernama Suyono (40), warga setempat, tewas dalam perjalanan menuju RSUD dr. Sayidiman Magetan setelah sempat ditemukan hidup oleh rekan-rekannya. Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat enam pekerja memulai […]

    Bagikan
  • Pro Kontra Program MBG Hingga Muncul Keracunan Massal di Madiun Raya

    Pro Kontra Program MBG Hingga Muncul Keracunan Massal di Madiun Raya

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 373
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun – Program Makanan Bergizi Gratis ( MBG) belakangan menuai pro dan kontra publik baik di Kab Magetan, Kab Ngawi dan Kab Madiun. Pemicunya sama yaitu peristiwa keracunan massal yang menimpa pelajar. Tercatat keracunan MBG di Madiun Raya pertama kali muncul di Kec Sine Kab Ngawi. Tak berapa lama, sejumlah pelajar di Kec […]

    Bagikan
  • Bapanas RI dan Polri Inspeksi Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

    Bapanas RI dan Polri Inspeksi Ketersediaan dan Harga Beras di Pasar Besar Madiun

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Polri melakukan inspeksi di Pasar Besar Madiun (PBM) pada Rabu (9/9/2026). Dalam monitoring ini turut melibatkan Perum Bulog Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) dan Dinas Perdagangan (Disperdag) Kota Madiun. Inspeksi […]

    Bagikan
  • Sekolah Rakyat Ponorogo kini di Lengkapi 5 Unit Smart Board, Unit Laptop Menyusul

    Sekolah Rakyat Ponorogo kini di Lengkapi 5 Unit Smart Board, Unit Laptop Menyusul

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Ega Patria
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Sinergia | Ponorogo – Fasilitas pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) bakal semakin lengkap. Pemerintah pusat melalui program di era Presiden Prabowo Subianto mulai menyalurkan bantuan berupa smart board sebagai sarana penunjang kegiatan belajar mengajar siswa SR, termasuk di Ponorogo. Lima unit smartboard atau papan tulis interaktifini Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Perangkat interaktif ini dapat membantu […]

    Bagikan
  • Walikota-DPRD Kota Madiun Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025

    Walikota-DPRD Kota Madiun Tandatangani Nota Kesepakatan Perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Kriswanto
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Sinergia | Kota Madiun – DPRD Kota Madiun menggelar rapat paripurna dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan atas perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Madiun Tahun Anggaran 2025, pada Kamis (19/06/2025). Rapat paripurna ini menjadi langkah awal dalam proses perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Madiun […]

    Bagikan
  • KADIN Pacitan Kunjungi Madiun, Belajar Produk UMKM hingga Industri Benih Padi

    KADIN Pacitan Kunjungi Madiun, Belajar Produk UMKM hingga Industri Benih Padi

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Sinergia Mediatama
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sinergia | Madiun — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pacitan melakukan kunjungan ke Kota Madiun selama dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus melihat secara langsung potensi usaha dan ekonomi kreatif di wilayah Madiun. Rombongan KADIN Pacitan yang berjumlah 15 orang didampingi pengurus Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Madiun. Kunjungan […]

    Bagikan
expand_less